Mafia And His Maid

Mafia And His Maid
# Part 51 Mafia AHM


__ADS_3

"Apa yang ingin kamu tunjukkan Fred?" tanya Flower Michelin dengan senyum samar dibibirnya. Ia tahu betul kalau itu hanya akal-akalan pria itu saja agar ia mau melanjutkan apa yang baru saja mereka lakukan.


"Sesuatu yang istimewa dan pasti sangat kamu suka," jawab pria itu dengan senyum diwajahnya. Berbagai ide yang sangat brilian sudah terpatri dalam otaknya. Dan ia ingin istrinya itu tahu begitu cerdasnya ia dalam hal-hal seperti ini.


"Hem," gumam perempuan cantik itu berpura-pura sedang berpikir keras. Ia juga sangat ingin mendekat pada pria yang baru saja memberinya rasa bahagia yang meluap-luap tapi ia masih bertahan agar suaminya itu nampak tersiksa dan memohon padanya.


"Maafkan Aku Fred, tapi Aku benar-benar harus pergi sekarang. Aku tidak bisa membuat Maggie menungguku di luar sana."


"Hey, kamu mau meninggalkan baby Zack dan Baby Zoey di sini tanpa pengawasan seorang ibu sepertimu?"


"Kamu kan ada sayang. Jadi izinkan Aku pergi untuk healing bersama dengan Maggie ya?" pinta Flower Michelin lagi dengan wajah dibuat seimut mungkin.


"Flo, Aku tidak mengizinkan kamu keluar rumah sayang, kita akan menikmati sepanjang hari ini berdua. Bercerita apa saja yang kamu inginkan," bujuk pria itu lagi dengan segala iming-imingnya.


"Tidak Fred. Lain kali saja kita lakukan itu sayang. Aku benar-benar ingin keluar mencari suasana dan udara baru."


"Kemarilah Flo, Aku masih sangat rindu padamu sayang," panggil Frederico Patria dengan wajah memohon. Sepertinya ia sudah tidak punya lagi alasan untuk menahan istrinya itu untuk tetap tinggal di dalam kamar itu bersamanya.


Pria itu pun sampai bangun dari posisinya dan berusaha meraih tubuh istrinya yang berjarak sekitar 2 meter darinya.


Flower Micheline memundurkan langkahnya dengan ekspresi yang sangat menggoda suaminya. Bibirnya ia gigit dengan sangat seksih dengan tatapan sayu pada suaminya.

__ADS_1


Frederico Patria menyugar rambutnya ke belakang Ia semakin terbakar dengan hanya melihat istrinya melakukan itu padanya. Sedangkan Flower Michelin semakin bahagia dengan rengekan pria yang sangat dicintainya itu.


"Awww, Fred!" Perempuan itu berteriak kaget karena tidak menyangka suaminya sudah melompat padanya dengan sangat cepat dan gesit dan langsung menangkap tubuhnya.


"Berani kamu membuatku tersiksa Hem?" bisik Frederico seraya menepuk dua bongkahan daging padat dibagian belakang tubuh istrinya itu. Setelah itu ia meremassnya dengan sangat lembut penuh gairah.


"Aaaaaa, ampun Fred. Aku hanya bercanda sayang," jawab perempuan cantik itu dengan suara tertahan. Ia sungguh dibuat tak berkutik lagi oleh pria yang selalu bisa membuatnya berpindah ke dimensi lain. Remasan tangan besar pria itu pada bagian belakangnya membuat gelenyar aneh kembali merambat di seluruh urat syarafnya.


"Leluconmu justru membuat Aku ingin memakan kamu sampai habis Flo," bisik pria itu seraya mengangkat satu kaki istrinya ke atas kakinya. Tangannya semakin lincah mengelus dan meremas bagian bawah istrinya dengan bibir berusaha menciumi daerah leher istrinya.


"Aaaaakh Fred, aaaaakh," dessah perempuan itu dengan tangan mencengkram bahu suaminya dengan keras. Frederico sendiri berusaha menahan tubuh istrinya yang nampak bergetar menahan sebuah rasa yang sangat luar biasa dari perbuatannya.


"Flo sayangku. Aku sangat mencintaimu," bisik Frederico Patria seraya mengelus lembut wajah istrinya yang sedang ia baringkan di atas sofa empuk itu. Flower Michelin tersenyum kemudian meraih tangan pria itu dan menciumnya.


"Aku juga Fred," balasnya seraya menutup matanya menikmati apa saja yang dilakukan oleh anggota tubuh suaminya pada dirinya. Ia kembali dibuat terbang ke nirwana dengan gerakan tangan lain suaminya dibawah sana.


Mereka berdua pun merasakan sebuah getaran hebat dari apa yang mereka berdua lakukan. Hingga Frederico Patria merasakan ia harus melakukan hal yang lebih pada istrinya yang sangat cantik dengan penampilannya seperti itu.


"Oeeeek..."


"Oeeeek..."

__ADS_1


Suasana kamar yang tadinya dihiasi oleh suara dessahan dan rintihan kedua orang dewasa itu kini dimeriahkan oleh tangisan dua bayi kembar yang terbangun karena lapar dan haus.


Frederico Patria dan Flower Michelin saling berpandangan kemudian mereka berdua melompat ke arah ranjang untuk mengambil dua baby twins yang sedang menangis itu.


Kegiatan indah yang hampir saja sampai ke titik puncak itu akhirnya harus terjeda dan tertunda karena mereka berdua lebih mementingkan kenyamanan dua bayi yang sangat mereka cintai itu.


Baby Zoey langsung diberikan Asi oleh Flower Michelin dengan cepat karena hal itulah yang paling cepat yang bisa ia lakukan dengan tubuh terbuka seperti itu.


Sedangkan Baby Zack langsung digendong oleh Frederico Patria ke tempat lain dengan keadaan yang sama dengan Flower Michelin. Pria tampan dan berbahaya itu hanya bisa menarik nafas berat melihat juniornya masih berada pada titik siap menyerang.


Akhirnya mereka berdua pun berusaha mendiamkan dua baby itu dengan caranya masing-masing.


🌺🌺🌺


*Tobe Continued.


Selamat menikmati Fred dan Flo...Kalian orang tua hebat.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading ya 😍

__ADS_1


__ADS_2