Mafia And His Maid

Mafia And His Maid
# Part 44 Mafia AHM


__ADS_3

Flower Michelin menajamkan pendengarannya seraya melangkah dengan hati-hati ke arah kamar baby twinsnya.


Suara riuh dua bayi kembarnya cukup menggelitik rasa penasarannya. Mereka berdua kedengarannya sedang bercanda tawa dengan seseorang. Gelak tawa baby Zack dan Zoey benar-benar membuat siapapun ikut tergelitik senang.


Siapa yang sedang bersama dengan mereka? tanyanya dalam hati sembari mendorong pintu bergambar tokoh kartun itu.


Tubuhnya langsung berubah waspada saat melihat sosok pria berperawakan tinggi dengan sebuah Coat hitam panjang yang sedang dikenakannya.


Pria asing yang sedang membelakanginya itu sepertinya sedang menggendong baby Zack dan baby Zoey didalam tangannya yang kuat. Flower Michelin sudah menduganya karena tidak menemukan dua bayi kembarnya itu di dalam Boxnya. Hanya saja suara gelak tawa mereka berdua cukup kedengaran dengan sangat seru.


"Excuse me? maaf?" ucap Flower Michelin dengan tangan siap menyerang pria yang tidak dikenalnya itu. Ia benar-benar sangat waspada saat ini. Ia takut kalau pria itu berbalik dan mungkin saja membawa senjata dan akan menyandra anak-anaknya.


Pria itu tidak merespon samasekali. Ia tetap berdiri tegak menghadap jendela. Dengan dua bayi kembar yang sedang menggapai-gapaikan tangannya ke arah wajahnya.


Gelak tawa mereka kembali terdengar di telinga Flower Michelin hingga membuat perempuan berusia 18 tahun itu semakin penasaran akan sosok itu.


"Siapa anda?!" tanyanya dengan nada tegas. Ia melangkahkan kakinya semakin mendekat dengan perasaan waspada. Tangannya mengepal kuat dan benar-benar siap menyerang dan mempertahankan dirinya.


Pria itu berbalik saat merasakan tubuh Flower Michelin sudah semakin dekat padanya. Ia tersenyum miring dengan tatapan lurus ke arah bola mata perempuan cantik itu.


"Anda di sini Tuan Freddy?" tanya Flower Michelin dengan suara tercekat kaget. Tangannya segera ia lipat di depan dadanya agar nampak tidak terpengaruh. Dagunya ia angkat dengan bibir mencebik. Jantungnya jangan ditanya. Ia sampai tidak bisa bernafas dengan debaran yang sangat kencang itu. Belum lagi tatapan mata itu benar-benar membuat perempuan itu merasa ditelan hidup-hidup.


"Iya Nyonya. Aku sudah katakan padamu 'kan, kalau Aku akan datang untuk melihat bayi-bayi kembarmu," jelas Frederico Patria dengan wajah tenangnya.


"Dan anda sangat berani sekali memasuki kamar pribadi mereka tanpa izin dariku Tuan. Anda sangat tidak sopan!," balas Flower Michelin dengan balas menatap pria itu dengan tajam.


"Bukankah kamu sendiri yang mengundang Aku kemari Nyonya?"


"Ah tidak. Undangan itu sudah tidak berlaku Tuan Freddy. Dan Aku tidak ingin meminta orang untuk kedua kalinya."

__ADS_1


"Tidak masalah. Yang terpenting adalah Aku sudah berada di rumah mu saat ini," jawab Frederico Patria dengan wajah tenangnya. Ia pun mulai menciumi perut kedua bayinya bergantian. Gelak tawa pun kembali hadir di dalam ruangan itu.


Flower Michelin ikut merasakan kegembiraan putra-putrinya dengan tersenyum. Entah kenapa ia tidak bisa lagi melawan perkataan pria asing yang cukup menganggu perasaannya saat ini.


Perempuan itu pun melangkahkan kakinya semakin mendekat. Ia ingin mengambil baby Zoey yang sudah mulai menggeliat tidak nyaman.


Baby girl itu sepertinya sangat tidak nyaman dengan janggut dan kumis yang ada di wajah pria itu. Tangan mungilnya akan ia tarik dengan cepat jika tanpa sengaja menyentuh bulu-bulu kasar pada pria kuat yang sedang menggendongnya bersama dengan saudaranya.


"Berikan baby Zoey padaku. Ia sepertinya takut dengan apa yang ada diwajah anda Tuan," ujar perempuan itu seraya meraih baby girl dari tangan pria yang selalu mengingatkannya pada suaminya.


"Ah ya, Aku juga sudah tidak nyaman dengan bulu-bulu ini," jawab Frederico Patria dengan senyum samar diwajahnya. Tangan Flower Michelin tanpa sengaja menyentuh tangan kuat pria itu dan membuat mereka saling menatap.


Aliran listrik sepertinya bekerja dengan sangat cepat diantara mereka berdua. Ada rasa rindu tak kasat mata yang bergerak dengan sangat cepat merambat dari dalam hati mereka.


Kedua wajah mereka semakin mendekat dan mengikis jarak. Sebuah rasa yang luar biasa dan sangat meresahkan membuat mereka saling menginginkan satu sama lainnya.


"Hum Zoey kamu mulai nakal sayang," ujar perempuan itu kemudian segera meraih baby girl nya dan meninggalkan tempat itu dengan cepat. Ia begitu malu saat ini karena sudah sempat terpesona dengan tatapan berbahaya pria itu.


Frederico Patria tersenyum samar dengan dada yang ikut berdebar kencang. Pria itu pun mengangkat tubuh Zack tinggi-tinggi untuk memberi ruang bebas di dalam dadanya.


"Mommy mu semakin menggoda Zack. Dan Aku semakin tak tahan dibuatnya," ujarnya pelan dengan berusaha menahan hasrat yang sudah mulai menggeliat liar.


Sedangkan di depan pintu kamar itu. Flower Michelin menarik nafasnya dalam-dalam dan menghembuskannya pelan. Ia merutuki dirinya yang hampir saja melupakan statusnya saat ini.


"Oh My, Flo...Apa yang terjadi padamu hah?!" tanyanya pada dirinya sendiri dengan semburat merah dipipinya.


"Kamu seperti perempuan yang haus belaian Flo!" lanjutnya lagi kemudian segera membawa Zoey ke kamarnya. Ia benar-benar ingin sembunyi dari pria berbahaya itu saat ini.


"Hai Flo;" langkahnya yang terburu-buru langsung ia hentikan karena sapaan dari Maggie Smith yang baru muncul di dalam ruangan itu.

__ADS_1


"Oh Hai Mag. Lama tak berjumpa denganmu sayang," balas perempuan itu seraya menyambut ciuman dari istri dari George di pipinya.


"Hai Zoey, kamu cantik seperti Mommy mu sayang," sapa perempuan itu pada Baby Zoey yang ada di dalam gendongan Flower Michelin.


"Tentu saja Onty, hihihi," jawab sang Mommy dengan menirukan gaya anak kecil berbicara.


"Kamu juga sudah pintar bicara Zoey, kamu hebat sayangku," balas perempuan cantik itu seraya meraih baby Zoey dari tangan perempuan yang telah melahirkannya itu.


"Zack, dimana Flo?" tanya Maggie dengan tatapan mencari-cari ke sekeliling ruangan itu. George yang baru saja tiba juga ikut mencari baby boy tampan itu.


"Hum, Zack Sedang bersama dengan Tuan Freddy, George," jawab Flower Michelin dengan wajah yang langsung berubah tak nyaman.


George langsung tersenyum samar dan memandang wajah Flower Michelin yang menundukkan wajahnya.


"Dimana mereka Nyonya?"


"Mereka ada di dalam kamar Baby twins."


George langsung meninggalkan tempat itu dengan langkah ringan. Pria itu tak berhenti mengulas senyum dibibirnya.


Kamu sudah tidak tahan ya Fred?


🌺🌺🌺


*Tobe Continued.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍

__ADS_1


__ADS_2