
Flower Michelin terbangun saat mendengar tangisan baby twinsnya yang cukup ramai pagi itu. Perempuan itu pun menggeliat pelan dibawah selimutnya kemudian membuka matanya.
Perempuan cantik itu pun mengumpulkan nyawanya kemudian berusaha untuk bangun dari tempat tidurnya. Tapi sayangnya ia merasakan tubuhnya bagai remuk seperti habis dipukuli oleh banyak tangan.
"Oh my...Aku tak sanggup untuk bangun," gumamnya pelan seraya melirik ke arah tempat tidur kedua bayinya. Tak ada lagi suara tangis di sana. Yang ka lihat, hanya seorang pria tampan sedang tersenyum padanya seraya menimang salah satu Babynya
"Tidur saja Flo. Kamu telah bekerja sangat keras semalam sayang," ujar pria itu seraya melangkahkan kakinya mendekati tempat istrinya itu berbaring. Perempuan itu langsung menutup wajahnya dengan telapak tangannya.
Bayangan kegiatan menyenangkan sepanjang malam itu berkelebat lagi di dalam kepalanya. Sungguh ia tidak menyangka dirinya bisa segarang itu di ranjang dan akhirnya melupakan niatnya untuk membalas pria itu.
"Flo, lihatlah sayang baby Zoey sepertinya sedang sangat rindu padamu," ujar Frederico seraya menyingkap selimut yang sedang menutupi tubuh polos istrinya. Ia pun meletakkan baby girl itu keatas tubuh perempuan cantik itu.
Flower Michelin tersenyum malu karena telah mengabaikan baby girlnya yang rupanya ingin menyusu padanya. Baby Zoey sendiri langsung tampak sangat gembira mendapatkan apa yang ia mau.
"Apakah mereka berdua selalu seperti ini sayang?" tanya Frederico seraya memandang interaksi dua orang perempuan yang sangat dicintainya itu. Flower tersenyum tanpa mengalihkan pandangannya pada baby girlnya yang sedang asyik menghisap ASI-nya.
"Mereka berdua tetap minum susu Formula Fred. Baby Zack dan baby Zoey kan kembar dan Aku sendiri tidak sanggup untuk menyusui keduanya," jawab perempuan itu seraya mengusap kepala baby berusia 3 bulan itu.
"Hentikan saja Flo. Biarkan mereka meminum susu formula saja sayang."
"Aku hanya sewaktu-waktu saja Fred. Kadang mereka berdua juga sangat rindu padaku seperti saat ini. Dan kurasa itu akan lebih membuat kami lebih dekat seperti layaknya seorang ibu dan anak pada umumnya," jelas Flower Michelin dengan senyum diwajahnya.
"Hum, iya. Terserah padamu. Yang penting kamu nyaman dan menikmatinya sayang," ujar Frederico seraya meraih tangan istrinya itu dengan penuh perasaan. Ia pun mengecup tangan itu dengan sangat lembut.
"Terimakasih banyak Flo. Kamu telah banyak berkorban untukku," lanjut pria itu dengan senyum diwajahnya.
"Kamu pasti banyak menderita dan merasa kesusahan menjalani ini semua sayang. Maafkan Aku ya." Frederico Patria merasakan hatinya nyeri dengan segala kesalahan yang pernah diperbuatnya. Ia terus saja berbicara layaknya seorang pria yang sangat lemah dan terbawa perasaan.
Dan ternyata Flower Michelin tidak suka itu karena akan mengingatkannya lagi pada penderitaan yang pernah dialaminya sejak ia bertemu dengan pria itu. Ia tidak suka kalau pria yang ia cintai itu tampak lemah. Ia sangat suka jika suaminya tampak angkuh dan berbahaya.
"Flo, kamu sudah menyediakan banyak waktu berharga mu dengan mengandung dan melahirkan dua baby yang sangat lucu untuk ku sayang. Terimakasih banyak ya."
"Hey, jangan katakan itu Fred. Aku ini melahirkan baby twins ini bukan untukmu tapi untuk diriku sendiri!" balas perempuan itu dengan wajah yang berubah kesal. Ia pikir Frederico Patria terlalu berlebihan dengan kata-katanya itu.
"Flo!"
"Kenapa?" tatap Flower Michelin seraya melepaskan pu*tingnya dari mulut baby Zoey. Baby girl itu tampak sangat puas dan kekenyangan.
Frederico Patria tersentak kaget dengan balasan dari istrinya itu. Hatinya yang sudah menghangat bahagia kini berubah mencelos kecewa. Rupanya istrinya belum juga menerimanya dengan lapang meskipun mereka sudah melalui malam yang panjang bersama.
"Nih ambil Baby Zoey. Aku ingin mandi dan menikmati me Time!" seru perempuan itu seraya menyerahkan putrinya pada Frederico Patria dengan bibir terangkat. Flower Michelin langsung bangun dari ranjang itu dengan membungkus tubuhnya yang polos dengan selimut.
"Flo..."
__ADS_1
"Apa?!"
"Flo.."
"Hari ini jangan biarkan Nanny untuk menjaga Baby Zoey dan baby Zack. Kamu yang harus menjaganya Tuan Patria!"
"Flo..."
"Bukankah kamu sangat menyesal dengan perbuatanmu Fred. Jadi sekarang luangkan waktumu selama 24 jam untuk menjaga dua babymu itu tanpa Nanny!" ujar perempuan itu kemudian meninggalkan suaminya ke kamar mandi. Ia sungguh ingin berendam di dalam bathtub untuk menyegarkan tubuhnya.
"Flo..."
Perempuan itu mengabaikan panggilan suaminya dan akhirnya hilang di balik kamar mandi itu. Sedangkan Frederico Patria hanya bisa menarik nafasnya dalam-dalam kemudian menghembuskannya.
"Baiklah sayang. Kita akan bermain sepanjang hari ini hanya bertiga," ujar pria itu dengan suara pelan. Ia tak punya cara lain lagi kecuali mematuhi perkataan istrinya.
Pria itu pun menggendong baby Zoey dan membawanya ke atas stroller nya. Langkahnya terhenti karena suara tangisan baby nya yang lain. Baby Zack yang baru bangun langsung menangis karena lapar.
Ia pun mengangkat baby boy itu kedalam stroller baby yang satunya dan membawa keduanya keluar dari kamar itu. Ia berharap ada orang yang akan membantunya membuat susu untuk mereka berdua.
"Oeeeek..."
"Oeeeek.."
Kedua baby itu akhirnya menangis bersamaan. frederico Patria tidak tahu kebiasaan Baby Zoey. Putrinya itu akan langsung menangis jika mendengar saudara kembarnya menangis.
Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are
Up above the world so high
Like a diamond in the sky
Pria itu akhirnya menyanyikan sebuah lagu yang ia ingat pernah dinyanyikan oleh mendiang ibunya ketika ia ingin tidur.
When the blazing sun is gone
When he nothing shines upon
Then you show your little light
Twinkle, twinkle, all the night
__ADS_1
Then the traveller in the dark
Thanks you for your tiny spark
He could not see which way to go
If you did not twinkle so
In the dark blue sky you keep
And often through my curtains peep
For you never shut your eye
'Til the sun is in the sky
And as you bright and tiny spark
Lights the traveler in the dark
Though I know not what you are
Maggie dan George saling berpandangan kemudian tersenyum melihat pria berbahaya itu menyanyikan lagu untuk baby twinsnya dengan sangat khusuk.
Twinkle, twinkle little star
Twinkle, twinkle little star
How I wonder what you are
Up above the world so high
Like a diamond in the sky
Twinkle, twinkle little star
How I wonder what you are
How I wonder what you are
πΊπΊπΊ
*Tobe Continued.
__ADS_1
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading π