Mafia And His Maid

Mafia And His Maid
# Part 49 Mafia AHM


__ADS_3

Setelah merasa cukup segar, Flower Michelin pun keluar dari kamarnya dan pergi ke ruang makan. Ia begitu lapar setelah beberapa lama berendam di dalam bathtub.


Beberapa menu kesukaannya sudah siap di atas meja. Ada Kroketten Belanda dan Fried Herring Sandwich serta makanan lainnya yang merupakan menu andalan di Rumah itu seperti kentang goreng atau French Fries dan Currywurst.


Perempuan itu menatap makanan-makanan itu dengan wajah berbinar senang. Ia benar-benar sangat lapar dengan tubuh gemetar. Matanya tertuju pada Kroketten Belanda yang wajib dicoba di Eropa dan sering ditemui di kota Amsterdam dan kota-kota lain di Belanda.



Kroketten merupakan makanan cepat saji yang bahan dasarnya adalah kentang tumbuk kemudian dicampur dengan daging, bumbu dan dilumuri dengan tepung roti kemudian digoreng dalam minyak.


Kroketten merupakan sajian yang halal dimana kamu yang wisatawan Muslim tentu bisa juga menikmatinya. Tak hanya itu, Kroketten biasa dijual dengan harga yang super terjangkau namun rasanya mampu membuat siapapun ketagihan.


"Hummm lezat," ucap Flower Michelin seraya menggigit besar-besar potongan kroketten itu dengan sangat nikmat. Tak sadar ia mengambil sampai 3 buah dan menghabiskannya. Ia sangat senang karena meskipun ia hidup dan tinggal di Swedia tapi mempunyai cheff yang sangat handal dari Belanda.


Setelah itu matanya kembali memandang sebuah makanan yang sangat menarik lagi perhatiannya.



Fried Herring Sandwich. Fried Herring Sandwich ini merupakan sajian khas Stockholm, Swedia yang berupa sandwich.


Sandwich ini dibuat dari bawang putih, ikan herring, acar, saus krim kental dan remoulade. Hal ini dikarenakan Swedia sangat terkenal dengan olahan ikannya, terutama ikan herring. Fried Herring Sandwich ini bisa dinikmati sebagai menu sarapan atau juga makan siang.


"Wahh kamu makan besar ya Flo," tegur Maggie Smith seraya menarik sebuah kursi di hadapan perempuan itu. Istri dari Frederico Patria itu tersenyum.


"Aku sangat lapar Mag, tubuhku kurasakan sudah sangat gemetar. Dan Aku yakin sekali akan menghabiskan semua makanan ini, hemm," jawab Flower seraya menunjuk semua makanan yang ada di hadapannya dengan mengunakan matanya.


Maggie Smith langsung tertawa. Ia maklum akan keadaan Flower Michelin yang sedang menyusui dua bayi kembar. Perempuan itu pasti membutuhkan nutrisi dan juga asupan energi yang sangat banyak dibandingkan dengan perempuan lainnya yang tidak dalam keadaan yang sama.

__ADS_1


"Tak apa, makanlah yang banyak. Bukan cuma 2 baby Zack dan baby Zoey yang membutuhkanmu tapi Tuan Patria junior juga bukan?" Flower Michelin langsung tersedak mendengar perkataan dari temannya itu.


"Kenapa? Apa Aku salah?" tanya Maggie dengan tatapan tak berdosa. Ia pun melipat bibirnya berusaha untuk tidak tersenyum.


"Apa kamu sebenarnya sudah tahu tentang semua ini Mag?" tanya Flower Michelin seraya mendorong piring Fried Herring Sandwich nya yang sudah ia habiskan. Maggie Smith tidak menjawab. Ia tahu kalau saat-saat seperti ini pasti terjadi. Flower Michelin akan menanyakan hal ini padanya.


"Katakan Mag, kenapa kalian rahasiakan ini dari Aku. Padahal kamu sudah tahu sejak lama kalau ternyata Fred tidak pergi untuk selamanya."


"Hum, Aku tidak seperti yang kamu katakan Flo. Aku juga baru mengetahuinya saat George datang melamar ku bersama dengan Tuan Patria."


"Tapi kenapa kamu tidak memberitahu Aku Mag?" tanya perempuan itu seraya menatap tajam mata dokter cantik itu.


"Maafkan Aku Flo. Aku pikir suamimu pasti mempunyai alasan kenapa ia menyembunyikan dirinya begitu lama seperti itu. Dan Aku tidak mungkin merusak rencananya."


"Rencana apa Mag?"


"Oh My, sebaiknya kita tidak usah membahas ini Flo. Dan juga memangnya kamu tidak senang dengan kehadiran pria itu kembali dalam hidupmu?" Flower Michelin terdiam dengan pertanyaan dari dokter cantik itu.


"Tentu saja Aku sangat senang Mag. Akan tetapi Aku masih saja merasa Fred menyembunyikan banyak rahasia dariku," jawab Flower Michelin dan langsung membuat Maggie Smith terdiam. Sungguh fIa juga merasakan kalau George, suaminya masih belum ia kenali seutuhnya. Selama sepekan menikah mereka hanya saling mengenal anggota tubuh saja tetapi tidak dengan latar belakang maupun kegiatan pria itu selama ini.


"Hem, terus terang, Aku juga merasakan hal yang sama Flo. Aku juga belum mengenal baik suamiku. Dan kamu tahu? Para pria itu bagaikan misteri dalam hidup kita."


"Ah ya. Kamu benar sekali Mag. Tapi sudahlah. Sekarang Aku ingin sekali keluar untuk jalan-jalan dan cuci mata di sebuah Departemen Store. Apakah kamu mau ikut denganku?"


"Apakah kamu tidak rindu pada Tuan Patria Flo. Kalian cukup lama berpisah. Dan kurasa kalian butuh waktu yang banyak untuk berdua." Senyum Maggie Smith tampak sekali kalau ia sedang ingin menggoda perempuan cantik di hadapannya.


"Tentu saja Mag. Rasanya apa yang kami lakukan semalam masih ingin Aku ulangi Mag, hihihihi," jawab Flower Michelin dengan seraya tertawa cekikikan. Mata Maggie Smith langsung membulat sempurna kemudian ikut tertawa.

__ADS_1


"Jadi kalian sudah bertemu dengan sangat istimewa?" tanya Maggie seraya mempertemukan dua jari telunjuknya dengan maksud memberi kode khusus.


Flower Michelin tersenyum dengan semburat merah dipipinya. Bayangan kegiatan semalam berputar kembali dalam benaknya dan langsung membuat sebuah getaran aneh kembali merambat dalam urat syarafnya.


"Hey, kamu menginginkannya lagi ya?" tanya Maggie Smith dengan tangan ia lambaikan ke depan wajah perempuan cantik yang tampak tersenyum-senyum sendiri itu.


Flower Michelin langsung tersentak kaget kemudian menunduk. Sungguh ia masih bisa merasakan kehebatan suaminya dalam memberikannya kenikmatan di ranjang.


"Tidak Mag. Untuk saat ini Aku ingin menghukum Fred dengan memberikan Baby Zack dan Baby Zoey padanya seharian," jawab Flower Michelin setengah berbohong untuk menutupi gairahnya yang kembali terpancing pada pria berbahaya itu.


Sebenarnya ia masih sangat ingin merasakan kembali sentuhan dan belaian suaminya tapi ia harus menahannya agar pria itu tahu kalau ia masih sangat kesal padanya.


"Apakah menurutmu itu sebuah hukuman Flo?" tanya Maggie Smith dengan senyum diwajahnya.


"Tentu saja Mag. Aku akan menghukum pria itu dengan menjadi seorang baby Sitter untuk kedua baby twinsnya agar ia tahu bagaimana reportnya Aku selama ia tidak berada di di sisiku."


"Hahahaha, sungguh hukuman yang sangat disukai oleh pria itu Flo. Meskipun sebenarnya Aku sangat meragukannya."


Flower Michelin mendengus dengan tawa Maggie Smith yang sangat menyebalkan di telinganya. Istri dari George itu bisa membayangkan bagaimana keseruan para pria itu sekarang dengan dua baby yang sangat lucu-lucu itu.




🌺🌺🌺


*Tobe Continued.

__ADS_1


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2