Mafia And His Maid

Mafia And His Maid
# Part 52 Mafia AHM


__ADS_3

Hari pun berganti. Kebahagiaan di Rumah itu semakin terasa lengkap. Frederico Patria kembali menjadi pemimpin Rumah bagi keluarga dan juga pekerja yang bekerja di Rumah itu.


Di Perusahaan dan di dunia gelap pun seperti itu. Ia kembali menjadi seorang petinggi karena Flower Michelin tidak berniat untuk memimpin semua usahanya. Perempuan itu lebih ingin menghabiskan waktunya dengan bermain bersama dengan dua bayi kembarnya yang sangat lucu dan menggemaskan.


Frederico Patria kembali menjadi sosok yang berbahaya jika berada di luar Rumah tetapi akan berubah jinak jika berada di dalam Rumah dan berada di hadapan istri dan juga anak-anaknya.


Hari itu Ferguson Patria yang datang berkunjung di Rumah itu untuk melihat cucunya sungguh tidak menyangka kalau akan bertemu dengan putranya juga di sana.


"Ayah, lama tidak berjumpa denganmu," sapa Frederico seraya memeluk pria yang sudah berusia lebih dari setengah abad itu. Seorang Ayah yang mengajarkannya bertahan hidup di dunia yang sangat keras ini.


"Tentu saja Fred. Karena kamu baru saja tiba dari perjalanan jauh menembus dimensi yang berbeda dengan kita semua hahaha," jawab Ferguson Patria dengan tawa dibibirnya. Ia balas memeluk putranya itu seraya menepuk-nepuknya bahu Frederico.


"Itu kan anjuran mu Ayah," jawab pria itu dengan wajah dibuat datar tak berekspresi.


"Bagaimana kabar cucu-cucuku Fred? kamu tidak mengabaikannya karena selalu berdua dengan Flower bukan?!"


"Tentu saja tidak Ayah. Kami berdua lebih mengutamakan Baby twins yang sangat menggemaskan itu dibandingkan dengan kebutuhan kami sendiri, iyyakan Flo?" jawab Frederico seraya tersenyum menggoda pada isterinya yang selalu saja tampak cantik dan menggoda dimatanya.


Flower Michelin mengangguk kemudian tersenyum. Perempuan yang masih sangat muda itu langsung menghampiri ayah mertuanya untuk menyapa dan menanyakan kabar.


"Hai Ayah. Apa kabarmu?" sapa perempuan muda itu dengan tubuh bersiap untuk memeluk pria yang merupakan kakek dari putra-putranya. Akan tetapi pinggangnya langsung diraih dengan posesif oleh suaminya.


"Hanya Aku yang bisa kamu peluk dan cium Flo. Ayahku hanya akan mendapatkan ciuman dari Baby Zack dan juga Baby Zoey. Iyyakan Ayah?" Ferguson langsung mendengus seraya memutar bola matanya dengan rasa posesif yang dimiliki putranya itu.


Frederico langsung tertawa terbahak-bahak melihat ekspresi yang ditunjukkan oleh sang Ayah. Sedangkan Ferguson hanya tersenyum miring. Pria itu sangat maklum karena ia juga pernah merasakan rasa posesif yang berlebihan ketika istrinya masih hidup.

__ADS_1


"Saya sangat bahagia melihat kalian bisa melupakan hal buruk yang pernah menggelayut dalam hidup kalian berdua. Tetaplah seperti ini. Karena sesungguhnya Yousef dan Merlin pasti akan ikut bahagia melihat anaknya selalu tersenyum."


"Iya Ayah. Terimakasih banyak. Karena kamu mau memaafkan perbuatan buruk Ayahku pada putramu yang lain," balas Flower Michelin dengan wajah berubah murung.


"Hey, sudahlah. Jangan ingat lagi hal itu okey?" tegur Ferguson Patria dengan cepat. Ia menyesal karena tidak sadar mengungkit lagi masalah kelam dalam keluarga mereka.


"Sekarang mari kita rayakan kebahagiaan ini dengan membuat sebuah acara amal," usul Ferguson Patria dengan rasa bahagia yang membuncah dihatinya. Ia juga belum membuat sebuah acara pembaptisan untuk kedua cucunya yang merupakan keturunannya dan juga keturunan Yousef Michelin.


"Itu ide yang sangat bagus Ayah. Kami juga senang mendengarnya," ujar Frederico dengan wajah ikut bahagia." Ferguson tersenyum kemudian segera meminta George untuk melakukan persiapan acara yang sangat besar itu.


Klan Patria sangat terkenal di dunia gelap pekat dan hitam. Akan tetapi mereka juga terkenal selalu terlibat dalam kegiatan-kegiatan sosial. Hingga kadang orang-orang yang mengenal dua sisi yang berlawanan ini sering merasa bingung dan tidak tahu wajah asli sebenarnya dari klan ini.


"Ayo bawa saya bertemu dengan cucuku yang tampan dan juga cantik itu. Mereka pasti sudah merindukan aroma Kakeknya ini," ujar Ferguson pada sepasang suami-isteri yang selalu lengket bagaikan terkena lem yang sangat kuat itu.


"Ah iya Ayah. Mari kita kesana," ujar Flower Michelin seraya berusaha melangkah terlebih dahulu. Akan tetapi pinggangnya diraih kembali dengan cepat oleh tangan besar suaminya.


Flower Michelin hanya tersenyum dengan kata-kata suaminya itu. Ia sangat tahu apa maksud dari perkataan dan tatapan pria yang sangat berbahaya itu.


"Fred! kamu benar-benar nakal ya, Saya sangat tahu apa maksudmu berkata seperti itu. Kamu ingin melakukan sesuatu yang sangat luar biasa ya?!" Ferguson menatap tajam putranya yang nampak semakin tak terkendali jika berdekatan dengan istrinya itu.


"Baguslah kalau Ayah sangat paham. Pintu keluar di sebelah sana Ayah. Selamat bermain dengan mereka berdua. Kami akan melakukan permainan juga Ayah." ujar Frederico seraya melambaikan tangannya di depan wajahnya. Ferguson Patria sekali lagi hanya mendengus melihat senyum menyebalkan dari putranya itu.


"Aku akan mengantarmu Ayah," timpal Flower Michelin dengan wajah yang sangat tidak nyaman pada mertuanya itu.


"Tidak perlu Flo. Kamu tinggal saja disini bersama dengan si raja kalajengking itu. Dan berhati-hatilah padanya," ujar pria paruh baya itu dan segera meninggalkan ruangan itu untuk mencari kedua cucunya.

__ADS_1


Sebagai pria yang sangat sehat. Sungguh saat ini ia juga ikut terpancing dengan apa yang akan dilakukan oleh putranya itu bersama dengan Flower Michelin. Seketika ia jadi sangat ingin mencari seorang perempuan muda dan menikahinya.


George, kamu harus mencari seorang gadis untukku! ketiknya dalam bentuk sebuah pesan singkat kepada asisten kepercayaan keluarganya itu.


"Fred, yang tadi itu sangat tidak sopan sayang," ujar Flower Michelin saat melihat punggung ayah mertuanya sudah semakin jauh ke bagian dalam rumah mereka.


"Yang mana?" tanya Frederico berpura-pura tidak mengerti perkataan istrinya. Tangannya segera meraih pinggang istrinya untuk dibawanya ke kamar pribadinya.


"Ayah pasti menganggap kita ini sangat berlebihan sayang," ujar perempuan itu lagi.


"Apanya yang berlebihan sayang? Apakah caraku mencintaimu sangat berlebihan menurutmu Flo?" tanya Frederico Patria seraya menghentikan langkahnya kemudian menatap istrinya itu dengan tatapan serius.


"Ah, tidak. Aku cuma khawatir Ayah merasa kita ini sangat..."


"Jangan khawatir Flo. Ayah pasti sangat memahami kita sayang. Ia tahu siapa putranya yang jika sudah mencintai sesuatu maka pasti tidak akan dilepaskannya."


"Kamu mengerti kan sayang?" ujar Frederico seraya meraih bibir istrinya dan menenggelamkan dirinya disana dengan perasaan cinta yang meluap-luap.


Para pelayan yang sedang berada di sekitar ruangan itu langsung menyingkir. Tak boleh ada yang mengganggu kegiatan menyenangkan sang pimpinan atau mereka akan mendapatkan hukuman.


🌺🌺🌺


*Tobe Continued.


Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?

__ADS_1


Nikmati alurnya dan happy reading 😍


__ADS_2