
"Heh, jadi menurutmu hukuman yang Aku berikan pada Fred tidak berpengaruh?" tanya Flower dengan wajah kesal karena Maggie Smith masih saja tertawa. Dokter perempuan itu sungguh merasa sangat lucu dengan cara Flower Michelin memberikan hukuman pada seorang Frederico Patria.
"Tentu saja Flo. Dua baby twins mu itu sangat lucu dan menggemaskan. Siapa pun tidak akan ada yang merasa tersiksa jika sedang bersamanya," jawab Maggie masih dengan senyum diwajahnya.
"Tapi 'kan Baby Zack dan Baby Zoey belum begitu akrab dengan ayahnya. Jadi mereka berdua pasti akan sangat rewel dan menyiksa pria berbahaya itu," dengus Flower Michelin dengan bibir mengerucut.
"Itu kan maumu Flo. Tadinya sih iya. Aku melihat Tuan Patria kewalahan saat kedua bayimu menangis karena lapar. Dan kamu mau tahu apa yang dilakukan orang pria keras kepala itu?" Sekali lagi Maggie menahan untuk tidak tertawa.
"Apa yang dilakukanmya Mag?" tanya Flower penasaran. Ia sampai menatap wajah dokter perempuan itu dengan wajah ingin tahu.
"Seorang pria berbahaya dan ahli dalam menembak menyanyikan lagu ini Twinkle, twinkle, little star
How I wonder what you are. Up above the world so high. Like a diamond in the sky?" Maggie tertawa setelah menirukan Frederico Patria menyanyikan lagu itu.
"Benarkah?" tanya Flower Michelin dengan wajah tak percaya.
"Iya, Flo. Dan setelah itu ia meminta George untuk membuat susu untuk baby Zack dan juga baby Zoey. Karena Tuan Patria mengatakan kalau ia tidak boleh dibantu oleh Nanny atau pelayan yang lain."
"Oh ya Ampun. Lalu apa yang sekarang dilakukan oleh dua pria itu Mag?"
"Mereka berdua sedang bersenang-senang dengan dua bayimu Flo. Jadi yakinlah saja bahwa suami mu tidak akan merasa itu sebagai hukuman." Hati Flo mencelos. Ia pikir ia telah memberi pelajaran pada pria itu dengan memberinya hukuman yang sangat susah.
"Hukum saja dengan tidak memberikan sesuatu yang sangat disukainya Flo," saran Maggie dengan seringai diwajahnya.
"Menurutmu apa yang harus Aku lakukan Mag?" tanya Flower Michelin kepada Maggie Smith. Dokter perempuan itu hanya mengangkat bahunya.
"Hanya kamu yang tahu Flo. Yang jelasnya jika kamu berhasil lagi membalasnya maka Aku yakin sekali kalau kamu pasti akan mendapatkan penderitaan yang sama."
"Hem," Perempuan itu tampak berpikir dan membenarkan perkataan Maggie.
"Bagaimana? Apa kamu masih ingin menyiksa suamimu Flo?" Maggie menatap wajah temannya itu dengan senyum samar diwajahnya.
__ADS_1
"Akan Aku pikirkan Mag. Aku pasti akan menyiksanya tapi mungkin bukan sekarang. Bukankah Fred sudah cukup membantu kita semua menjaga Baby Zack dan juga Baby Zoey hari ini?"
Flower Michelin akhirnya membatalkan rencananya untuk menghukum suaminya saat melihat bagaimana pria yang sangat dicintainya itu merawat dua Twins itu dengan sangat baik.
Setelah percakapannya dengan Maggie di ruang makan. Mereka pun memasuki sebuah kamar khusus milik dua bayi kembar itu yang hanya bersisian dengan kamar pribadi Flower Michelin sendiri.
Disana ia mendapati Frederico Patria sedang tidur di atas ranjang bersama dua baby kembar itu sedangkan George sedang tertidur juga tetapi di atas sofa dengan gaya yang sangat lucu bagi para istri-istri mereka.
"Lihatlah mereka Flo. Baby Zack Baby Zoey benar-benar sedang menikmati kebersamaan dengan para pria dewasa yang sudah sangat kelelahan itu, hihihihi," ujar Maggie dengan tawanya.
"Kalau begitu kita biarkan mereka tidur Mag. Dan kita harus menikmati waktu berdua di luar Rumah, bagaimana?" Maggie Smith mengangguk setuju. Ia juga punya keperluan di sebuah tempat dan ia akan mengajak perempuan itu untuk bersamanya.
Flower pun menghampiri dua babynya dengan langkah pelan agar tidak membangunkan semua orang yang sedang tidur itu.
Cup
Cup
"Kamu mau kemana Hem?" tanya pria itu tanpa membuka matanya. Flower Michelin langsung kaget dan berubah gugup.
"Ah tidak Fred. Tidurlah lagi sayang, kamu pasti lelah menjaga dua baby Twins kita iyyakan?"
"Aku ingin tidur bersamamu Flo," jawab pria itu seraya menarik tubuh istrinya dan berakhir jatuh ke atas tubuhnya.
"Aaargh!" Flower Michelin berteriak tertahan karena kaget dengan gerakan cepat suaminya. Ia takut membangunkan tiga orang yang masih tertidur itu. Khususnya Baby Zack dan juga Baby Zoey.
"Tapi Aku ingin keluar bersama dengan Maggie, Fred. Ada hal yang ingin kami lakukan berdua saja."
"Tidak boleh. Aku masih sangat merindukanmu sayangku," ujar Frederico Patria seraya meraup bibir istrinya dan mengulumnya lembut. Pria itu benar-benar tidak peduli kalau ada orang lain yang ada di dalam itu juga.
Maggie langsung merasa tidak nyaman dengan apa yang dua orang itu lakukan di depan matanya. Perempuan itu langsung menghampiri George suaminya yang sedang tidur di atas sofa.
__ADS_1
"George, bangun sayang...," bisiknya pelan di kuping suaminya itu. Pria itu belum juga merespon. Ia masih terbuai dalam mimpi-mimpi indahnya di siang hari itu.
"George, kita tidur di kamar saja ya?" lanjut perempuan itu seraya menciumi kuping suaminya agar mau bangun. Pria itu merasa geli dan juga nikmat secara bersamaan. Ia pun membuka matanya setelah berhasil mengumpulkan nyawanya.
"Maggie, ada apa?" tanyanya dengan wajah yang masih bingung. Maggie langsung melirik ke arah ranjang dimana dua orang pasangan itu belum juga saling melepaskan. George baru akan mengikuti kemana arah lirikan istrinya langsung dibisiki oleh Maggie.
"Kita ke kamar ya George. Kita lakukan hal yang sama di sana. Karena sepertinya dunia kamar ini serasa milik mereka berdua dan kita hanya menumpang."
George pun bangun dan segera membawa istrinya untuk keluar dari kamar itu. Mereka tidak ingin mengganggu ke kekhusyukan dua pasangan baru bertemu itu.
"Oh My Fred!"
"Ada apa Flo?"
"Dimana Maggie dan George? Bukankah mereka berdua ada disini Fred?" tanya Flower disaat ia berhasil turun dari tubuh suaminya itu.
"Mereka berdua punya kamar sendiri Flo, jadi tidak perlu kamu cari. Ayo kemarilah lagi sayang. Aku masih sangat merindukanmu," ujar pria itu seraya menarik kembali tangan istrinya untuk segera menghampirinya.
"Tapi Aku ada urusan dengan Maggie. Ia pasti menungguku Fred."
"Tidak sayang, George pasti tidak akan membiarkannya pergi. Jadi kemarilah sayang. Aku akan menunjukkan sesuatu padamu."
πΊπΊπΊ
Kira-kira Frederico Patria mau menunjukkan apa ya?
*Tobe Continued.
Hai readers tersayangnya othor mohon dukungannya untuk karya receh ini ya gaess dengan cara klik like ketik komentar dan kirim hadiahnya yang super banyak agar othor semangat updatenya okey?
Nikmati alurnya dan happy reading π
__ADS_1