Malu Tapi Mau

Malu Tapi Mau
bab 1


__ADS_3

pagi sangat cerah mentari pagi bersinar menyinari bumi dan seluruh isinya. angin yang bertiup terasa lembut dan sejuk membelai kulit. gedung SMA BUNGA BANGSA, yang berlantai empat, yang merupakan sebuah SMA favorit dikota B, tampak berdiri megah dan menjadi tempat sekolah orang-orang dari kelas berada.


sambil menunggu bel tanda pelajaran pertama dimulai berbunyi, para siswa pun bergerombol dengan teman-temannya. ada yang berada di perpustakaan, di kantin, dan juga ada yang duduk-duduk ngobrol di taman sekolah, dan beradi di koridor sambil mengobrol.


dewa dan teman-temannya yang sedang bergerombol ngobrol di koridor depan tangga sekolah, terperangah dan terpesona ketika seorang gadis cantik melangkah dengan anggun menaiki tangga dimana dewa dan teman-temannya berada. langkahnya yang begitu lembut, semakin menambah keanggunan penampilannya. dan gadis cantik penuh pesona itu pun tersenyum, saat melihat dewa dan teman-temannya dan memandang kearah gadis cantik tersebut.


"selamat pagi?" sapa cewek cantik itu.


"pagi..! sahut dewa dan teman-temannya dengan suara agak terbata karena masih terpesona dengan kehadiran gadis tersebut.


"maaf kalau boleh saya bertanya.. ruang kelas XI-A dimana ya?"


"kamu anak baru, ya?" tanya dewa.


"iya." ucap gadis itu


"ayo aku antar", ajak dewa


"terimakasih."


"tidak usah sungkan, kata dewa...." ayo.."


mau tidak mau, gadis tersebut pun akhirnya mengikuti dan menurut saja kemana langkah kaki dewa yang akan menunjukan dimana kelaa XI-A berada. kelas dimana dia akan menjadi salah seorang siswi disana.


"ini kelas XI-A " kata dewa begitu mereka sampai di depan ruang kelas yang mereka maksud tadi.


"terimakasih" ucap gadis itu


"hanya terimakasih saja?" ucap dewa

__ADS_1


"maksudmu? lalu saya harus apa? tanya gadis itu.


"Ehm...aku telah memberikan jasa kepadamu dan mengantarkan mu ke kelasmu, kan? ucap dewa


"ya. lalu kamu mau apa?"


"boleh aku meminta imbalan?"


"imbalan?" kening gadis cantik itu mengerutkan dahinya, sementara sepasang matanya yang bening menatap lekat dengan wajah menunjukan ketidak mengertian ke arah dewa.


"ya, begitulah."


"jadi, kamu menolong dengan pamrih.?"


"Nona.... di dunia ini tidak ada yang namanya gratis." tutur dewa sambil merekahkan senyumnya.


"Hmmmm... lalu, berapa yang akan kamu pinta?"


"bukankah tadi kamu yang meminta imbalan padaku.?"


"iya."


"katakan saja, berapa yang kamu minta.?" ucap gadis itu.


"aku enggak minta uang, jawab dewa. gadis cantik itu semakin bertambah mengerutkan kening mendengarkan jawaban dewa.


"lalu apa? cepat katakan kenapa mengulur-ngulur waktu."


dewa tersenyum, yang justru semakin membuat kening gadis cantik itu bertambah mengerut, karena dia semakin tak mengerti akan sikap yang di tunjukan oleh dewa.

__ADS_1


"kamu mau tahu imbalan yang ku minta.?"


"ya....!" ucapnya dengan sedikit kesal


"aku tidak meminta uangmu." ucap dewa


"lalu apa yang kamu minta.?" gadis tersebut benar-benar kesal dan menganggap dewa bertele-tele.


"aku ingin tahu namamu." ucap dewa


gadis cantik itu menghela napas panjang setelah mendengar penuturan dewa. kemudian ditatapnya wajah dewa lekat-lekat, seakan dia berusaha mencari tahu, apa maksud cowok tampan itu yang sebenarnya dengan ingin tahu namannya.


"bolehkan aku tahu namamu?" tanya dewa meminta kepastian dari gadis tersebut.


"untuk apa?"


" ya, agar aku kenal. apa tidak boleh aku mengenal namamu?" tanya dewa.


gadis itu hanya tersenyum sekilas melihat wajah dewa, jadi ini alasannya meminta imbalan atas kebaikannya mengantar ku.


.


.


.


.


.

__ADS_1


kita lanjutt nanti yaaa


__ADS_2