
dewa hanya mendengus sembari menurunkan kembali tangannya. kemudia dia kembali duduk. dia berpikir untuk tidak meneruskan persoalan ini dengan mutiara. karena bagaimana juga sesungguhnya dewa ada sedikit rasa pada cewek itu pada saat pandangan pertama.
mutiara pun semula hendak pergi menjauh dari tempat dewa duduk. karena pada dasarnya dia tak ingin lagi berdebat dan memperpanjang persoalan itu dengan dewa. namun julie dan teman-temannya kembali memberikan isyarat agr tidak mengikuti kata hati. julie dan teman-temannya menyuruhnya agar ribut kembali denga dewa.
"Heii, aku mau ngomong sama kamu!"
dewa diam saja tak menyauti perkataan tiara.
"Hei... kau budeg ya?!" sentak mutiara sembari menarik pundak dewa. sehingga membuat dewa mau tidak mau akhirnya kembali berdiri dan menghadap ke arah mutiara.
"kamu mau apa sih?" tanya dewa
"justru seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu."
" mau tanya apa? dewa dengan menaikan dahinya.
"mau kamu apa dengan mengataiku pelayan rumah makan, Heh?!
"kamu merasa sebagai pelayan rumah makan, bukan?"
"jelas saja bukan!"
"kalau memang bukan ya sudah, kenapa masih kau perdebatkan?"
"tapi aku merasa tersinggung dengan ucapanmu itu."
"Ohhh.... jadi kamu tersinggung dengan kata ku yang menyebutkan bahwa kamu pelayan rumah makan?"
"Ya!"
__ADS_1
"kalau tidak mau tersinggung, makanya jaga omongan mu juga."
"maksudmu apa?"
"kamu enak saja mengataiku playboy, padahal kamu belum mengenalku sebelumnya. apakah kamu tidak berpikir bahwa aku bisa saja tersinggung dengan apa yanh kamu ucapkan itu?" tanya dewa
"kamu merasa sebagai playboy tidak?" balik mutiara bertanya.
"jelas tidak!"
"Kalau begitu kenapa kamu harus tersinggung?"
"kamu sendiri, kenapa kamu merasa tersinggung ku katakan pelayan rumah makan?"
"maumu apa sih?! tegas mutiara
"Semula aku sebenarnya tidak ingin ribut sama kamu. tapi kamu sudah keterlaluan sekali!"
" sama! semula aku juga tidak ingin ribut dan cari masalah dengan kamu, bahkan aku berbuat baik dan bermaksud baik denganmu. tapi apa yang ku dapat? bukannya berterima kasih, ehh malah menuduh orang seenak kau saja. kau pikir kau itu siapa? tanya dewa bertubi-tubi.
"sudah! mulai sekarang kita bermusuhan!" tegas mutiara
"boleh! apa kamu pikir aku takut padamu mentang-mentang kau cewek?"
"kamu memang brengsek"! ucap mutiara
"kamu yang brengsek!"
"kamu memang playboy!"
__ADS_1
"kamu pelayan rumah makan!"
"apa kamu bilang, Ha? tanya mutiara kesal
"Kamu pelayanan rumah makan!!!"
PLAKKKK...!
sebuah tamparan keras mendarat di pipi kanan dewa. membuat semua mata yang ada dikantin itu seketika terbelalak. mereka semua tak menyangka kalau mutiara akan seberani itu menampar dewa. padahal selama ini, tak seorang pun yang berabi melakukan itu. jangankan siswa, guru saja tak ada yang berbicara kasar pada dewa yang merupakan siswa yang paling di banggakan oleh sekolah dan sebagai siswa teladan pula di tambah lagi prestasi-prestasi yang dimiliki dewa.
tapi mutiara....
siswi baru itu berani memusuhi dewa bahkan menampar siswa kebanggaan sekolah.
mutiara sendiri tampak tertegun setelah menampar dewa dan wajah tiara nampak binggung. sepertinya mutiara tidak juga menyangka kalau dia akan bertindak sekasar itu terhadap dewa. apa yang dilakukan mutiara itu benar-benar diluar kendali dan rasa sadarnya, tah mengapa hal tersebut reflek saja terjadi.
.
.
.
.
.
.
jangan lupa likeee dan terimakasih sudah mampir ke cerita ini. semoga kalian senang. ๐
__ADS_1