
walau sudah berusaha untuk melupakan apa yang baru saja terjadi, namun ternyata apa yang di alaminya benar-benar tak mudah begitu saja dilupakan apalagi dibuang. sehingga hal itu membuay pikiran dan perasaan mutiara benar-benar tidak konsentrasi pada mata pelajarannya. hatinya terus dilanda kegelisahan dengan berbagai macam pertanyaan. kenapa dia harus sekelas dengan dewa?
dengan kejadian yang baru saja di alaminya antara dia dan dewa, mutiara benar-benar tak tahu apa yang bakal terjadi selanjutnya. Ya, meski wali kelas tadi sudah menasehati agar dia dan dewa tak perlu meneruskan perseteruan, namun sepertinya hal itu tidak mudah begitu saja untuk di lupakan. sebab sepertinya dewa tidak akan memaafkan dia begitu saja, atas apa yang mutiara ucapkan pada dewa. sebaliknya, dia pun belum tentu akan bisa memaafkan ucapan dewa yang mengatakan kalau dirinya adalah pelayan rumah makan.
Entah mengapa, tiba-tiba mutiara ingin menengok ke belakang. maka tanpa dia sadari, mutiara menengok ke arah belakang. Dan.....
Deg!
jantung mutiara bagai berhenti seketika, saat matanya beradu pandang dengan sepasang mata milik dewa. ah, ternyata cowok itu juga tengah memandang ke arahnya. sehingga mata mereka pun harus saling beradu pandang.
tak ada kata terucap. tak ada senyum yang mengembang. yang ada hanya kebisuaan, kekakuan, dan saling kesal.
ingin rasanya mutiara segera kembali memalingkan wajahnya, agar tidak berlama-lama beradu pandang dengan dewa. namun entah mengapa, lehernya seketika bagaikan kaku, sehingga susah untuk digerakkan. adu pandang diantara keduanya pun terus berlangsung, padahal dengan keadaan seperri itu, hati mutiara jadi semakin bertambah tersiksa.
__ADS_1
Ya tuhan , kenapa jadi begini? apa yang terjadi pada diriku? kena aku tak sanggup beradu pandang dengannya? Ohhh....matanya begitu tajam dan lekat menatapku. apakah dia masih marah dendam padaku? Ohh, apa yang kini harus aku lakukan?
perasaan mutiara semakin bertambah resah tak menentu. kesal dan jengkel beraduk menjadi satu, bercampur dengan perasaan sedih serta menyesal, karena dia sebagai siswa baru disekolah ini, sudah harus menanam benih permusuhan dengan murid teladan. padahal, itu seharusnya tidak boleh terjadi. apa nanti penilaian para guru terhadap dirinya. apa bila sebagai anak baru sudah menabur permusuhan dengan dewa sang bintang sekolah? pasti banyak yang mencibir dan menghinanya. mutiara sangat menyesali pertemuan pertamanya dengan dewa yang memberikan kesan buruk terhadap dewa. aku harus apa? apa mungkin pindah kesekolah lain lagi?
"Tiara..."
"Ohhh... ya?"
"Oh, eh tidak ada apa-apa jul..."
Julie pun mengarahkan pandangan matanya ke araj yang dituju oleh mutiara. dan saat itu, tampak dewa masih memandang ke arah mutiara dengan pandangan yang lekat. Hmm, rupanya itu penyebabnya. sepertinya, diam-diam dewa suka pada mutiara dan sepertinya, mutiara juga suka pada dewa. Tidakk!! itu tidak boleh terjadi. kalau aku tidak berhasil mendapatkan cinta dewa, maka ku pastikan siapapun itu tidak akan bisa memiliki dewa juga. apalagi mutiara. Cihh. anak baru yang datang-datang bisa merebut perhatian dewa tidak akan ku biarkan ini terjadi. Agar mutiara tak menyukai dewa, aku harus menghasutnya dan berbalik membenci dan memusuhi dewa, gumam julie dalam hati penuh rasa iri dan dengki. ditambah dengan senyum jahat melihat ke arah dewa dan mutiara bergantian.
.
__ADS_1
.
.
.
.
.
hey hey reader bantu like dan kunjungi selalu lapak kita yaa...
jangan lupa koment yang membangunn.... ๐
__ADS_1