Malu Tapi Mau

Malu Tapi Mau
bab 21


__ADS_3

sepanjang perjalanan mutiara hanya tertidur entah mengapa matanya begitu berat, ditambah lagi setelah sarapan nasi goreng buatan bik mirna. mami dan papi tiara berbincang-bincang bersama mang seno menanyakan bagaimana keadaan anak mang seno, lyla yang ditinggalkan oleh ayahnya karena bertugas ikut dengan majikannya.


"mang, kalo pergi 2 hari lyla tidak nangis?". tanya mami tiara


"ya, awalnya nangis buk. tapi tadi sudah ditenangkan sama Sira buk, ditambah lagi kemarin non tiara juga membelikan buku bacaan untuk Lyla jadi dia tidak begitu sedih."


jelas mang seno.


"Sira sudah kelas berapa mang...?" tanya papi tiara


"sudah kelas 3 SMP pak, sebentar lagi akan masuk SMA."


"udah besar sekali sira sekarang donk mang. terakhir ketemu waktu dia masih kelas 4 SD ya kan." timpal mami tiara


mang seno memang baru bekerja dengan mami dan papi tiara setelah dia pindah dari tempat tinggalnya dulu. tetapi mami dan papi tiara sudah mengenalnya sejak dulu karena mang seno merupakan sepupu dari pembantunya dirumah terdahulu, dia lah yang merekomendasikan pada mantan majikannya itu untuk menerima mang seno sebagai supir.


perjalanan yang cukup panjang, menjadikan sedikit membosankan mami tiara mulai mengantuk merasa lelah. papi tiara sibuk mengecek Handphonenya menghendel semua pekerjaan dari Handphone tersebut.


"uuaaahhhhh....." tiara menguap sambil merengangkan badannya.


"udah jam berapa pi?" tanya tiara


" udah jam 11 lewat, tidak lama lagi kita sampai kok. kamu tidur saja kalau masih menggantuk." tiara hanya mengangguk saja.

__ADS_1


setelah beberapa waktu kemudian mereka telah sampai dirumah grandma tiara. semua sudah bangun dan merasa senang karena telah sampai juga. mereka turun dari mobil tidak lupa membawa barang-barang bawaannya keluar.


"Kak Shope..." teriak shella sambil memeluk shope, maminya tiara.


"Akhirnya sampai juga. aku tunggu-tunggu dari tadi, ayo masuk bang Herman. tiara aunty kangen sekali sama kamu." ucap shella sambil memeluk tiara.


"iya aunty tiara juga kangen, Nana mana aunty?" tanya tiara menanyakan nana anak dari Shella dan Theo.


"Dia lagi pergi sama grandma dan om theo ke supermarket. ayo masuk duluu."


"Ayo duduk semuanya. mang seno pasti capekan mengemudi dari tadi." tutur shella


"mbok min... antarkan mang seno kekamarnya, mang seno perlu istirahat juga."


"mang istirahat lah, saya tahu pasti mamang capekan, istirahat saja dulu. nanti barang-barang kita bawa sendiri ke kamar." timpal mami tiara


"baik buk." ucap mang seno.


"Jadi mama dimana shell?" tanya mami tiara


"kakak seperti tidak tahu mama saja, mama itu senangnya gerak kak, mama lagi ke supermarket sama mas theo dan Nana. sudah aku bilang biar mbok min saja, tetapi mama malah menyuruh mbok min dirumah saja, ya sudah aku suruh nana dan mas theo yang menemani mama."


"Aku udah siapkan kamar kak shope sama bang herman. kalau mau istirahat silahkan. tiara tidurnya mau sendiri atau sama Nana?"

__ADS_1


" tiara ikut saja aunty."


"kamu belum kasih tahu mama ya aku sama keluarga mau kesini?" tanya mami tiara


"belum kak, biar jadi kejutan buat mama. aku sudah masak banyak, mama tanya-tanya untuk apa masak terlalu banyak. aku jawab saja aku lagi kepengen saja." jawab shella sambil tertawa.


mereka masih berbincang-bincang sembari menunggu kehadiran grandma tiara. grandma tiara memang lah tidak bisa berdiam diri saja dirumah. walaupun usiannya sudah 60 tetapi jiwanya masih muda dan segar. kalau bisa pekerjaan rumah ia kerjakan maka ia tak perlu meminta bantuan mbok min atau yang lainnya.


mutiara keluar dari ruang tamu, menuju taman perkarangan rumah grandmanya, memang rumah tersebut sangatlah asri, dihiasi pohon mangga, jeruk, dan berbagai tanaman mawar disekitaran taman. ditambah lagi pohon kelapa berjejeran di pinggir jalan. membuat mata merasa nyaman dan hati menjadi sejuk


.


.


.


.


.


.


..

__ADS_1


JANGAN LUPA LIKEE ๐Ÿ’•


__ADS_2