Malu Tapi Mau

Malu Tapi Mau
MTM #35 Malam Minggu 3


__ADS_3

_________


Malam Minggu pun tiba~


Di sudut kamar serba merah mudah, nampak wanita berumur 24 tahun lagi berhias diri. Hatinya seolah gembira malam ini. Selang beberapa menit, Elli sudah siap untuk di jemput pangeran berkuda. Itu hanya dongeng, kebetulan malam ini dia di jemput Wawan Negara alias Gara.


Tampilan dress tidak begitu terbuka membuat dirinya semakin terlihat dewasa. Menuruni anak tangga dengan terus bersenandung riang. Ibu dan Ayah Elli melihat anak bungsunya yang begitu cantik terlihat benggong. Namun, dibalas dengan senyum yang tulus.


" Anak Ibu cantik sekali, bisa-bisa banyak yang datang melamar !". Kata Bu Sari melihat anaknya jadi pangling.


" Assalamualaikum !". Sahut pria dari luar, seperti nya itu Gara datang menjemput Elli. Bersama dengan Ayah dan Ibu, Elli di antar hingga ke ruangan tamu.


Berdiri di depan teras. " Nak Gara, kalian hati-hati ya di jalan. Titip anak Ibu !". Sapa Ibu Elli ramah.


" Jadi ini Gara ya? Saya Ayah Elli. Panggil aja Ayah, jangan sungkan !". Menyalami Gara dengan ramah.


Gara memang terpana dengan kecantikan Elli malam ini di tambah lagi kedua orang tua nya pun sangat ramah dan baik pada dirinya. Usai pamit, mereka sudah memasuki mobil dan melaju ke badan jalan raya yang tiap malam Minggu sangat-sangat ramai.


" Elli, bisakah kamu menemani ku besok periksa mata sama Dokter Kris ?". Tanya Gara melirik sekilas.


Menoleh. " Memang mata kamu sakit apa? Coba lihat ?". Ucap Elli penasaran.


Tersenyum lebar sambil menoleh dan fokus menyetir mobil. " Ada Bidadari di sampingku, takut hanya mimpi aja atau sesaat !". Celoteh Gara yang mendapat cubitan kecil di lengannya.


Kalau aku jadi Elli, siapa yang akan ku pilih? Gara atau Reijal ? Gery


Gery sendiri lagi duduk di bangku belakang, lagi jadi obat nyamuk tak terlihat malam ini. Penasaran sama kegiatan Elli, jadi dia akan memantau secara dekat malam ini.


" Gombal kamu itu ketularan Kiki ya?". Ucap Elli.


" idih ! Dia itu memang sudah sejak dulu gombalin cewek". Jawab Gara balik.


______________


Hasshiiiimmmmm !!!!


Mengusap hidung sendiri. " Sepertinya ada yang membicarakan aku. Pasti Gara ! Dia kan tahu semua jeleknya aku !". Kata Kiki lagi bersantai di dalam kamar nya.


________________


Kembali menoleh. " Kalau adikmu di gombalin Kiki, masa iya kamu marah?". Tanya Elli.


" Aku hanya tidak mau ada yang menyakiti Ana. Meskipun Kiki, aku tetap harus selektif memilih siapa yang harus berteman dengan Ana". Tungkas nya tegas.


" Baiklah. Jangan terlalu keras sama Ana, semakin keras kamu bersikap takut di belakang kamu dia memberontak!". Elli bernasehat pada Gara. Dia seorang Kakak yang amat protektif terhadap adiknya yang paling dia sayangi.


Tak butuh waktu lama, mobil yang membawa Elli dan Gara sudah berada di tempat pertemuan. Katanya sih ini adalah restoran milik Kakak Ipar Elli, Putra. Memasuki ruangan restoran bernuansa modern, nampak para pelayan mengarahkan Elli dan Gara ke lantai atas.


Ruang VVIP itu adalah ruang atas nama Putra yang di peruntukan pertemuan malam ini. Kursi-kursi masih kosong, mungkin keluarga kecil itu belum datang. Akhirnya, Elli dan Gara duduk dan menunggu sejenak. Sambil menikmati lampu-lampu kota saat malam hari yang terhalang dinding kaca bening. Sungguh menakjubkan.


Kurang lebih 2 menit menunggu , akhirnya yang ditunggu sudah datang. Terlihat dari jauh saja mereka seperti keluarga yang sangat-sangat bahagia dan serasi. Di tambah anak lucu melengkapi kebahagiaan sebuah pasangan.


Ayah? Bu Guru? Kalian memang serasi sejak dulu. Aku rindu kalian ! Gery

__ADS_1


Pelukan hangat di sambut Behzad yang sudah dekat dengan Gara. Anak imut itu sungguh lucu dan manja pada Gara.


" Aku tahu, dia juga ganteng. Ngalahin kamu Pah !". Ucap Ayu berbisik pada suaminya.


" Ganteng ! Tapi selera dia bukan mamah !! Sudah ada Papah loh di sini,masih aja gitu !" Balas Putra kesal, istrinya memang suka bercanda . Dari pada marah tidak jelas.


Merangkul tangan suami dengan manja. " Canda sayang !". Kata sang istri yang tersenyum.


Saat pasangan suami istri itu berjalan menuju tempat duduk, Gery sejak tadi melihat kebahagiaan yang terus terpancar pada Putra. Putra adalah ayah tiri nya, sempat menikah dengan sang Mami namun berpisah dan akhirnya meninggal dunia.


" Uncle Gara ganteng !". Ceplos Behzad. Anak kecil seperti itu sangat jarang berbohong.


" Kamu juga ganteng!". Jawab Gara balik.


Behzad yang lucu lebih memilih duduk bersama Gara dan Elli dan berhadapan dengan Ayu serta Putra. Malam awal perjalanan usaha Gara untuk mendapatkan hati seorang Stelli dengan embel-embel dukungan keluarga Elli untuk dirinya.


Makanan sudah siap tersaji di atas meja. Karena restoran sang kakak Ipar, Elli memesan makanan sesuka hati. Sungguh malam yang bisa membuat hatinya bahagia melepas masalah sejak dia bertemu dengan tetangga gilanya itu.


" Kakak belum ada kabar gembira gitu?". Sindir Elli sambil makan.


Sang kakak melirik. " Doain aja Dek. Kenapa? Mau cepat cari pacar ?!".


Uhuukkkk uhuk uhhukk !!!


Elli tersedak makanan dengan cepat Gara mengambil air dan membantunya untuk minum dengan pelan. " Pelan-pelan El, kamu makan buru-buru amat !! Amat aja pelan-pelan !". Ketus Gara khawatir.


" Makasih Gara !". Gelas sudah kosong. Kembali melirik sang kakak yang malam ini memang cantik, maklum mama muda. " Kakak kok gitu, Elli gak bilang begitu. Cuma nanya doang !".


Uhukkk uhukkk uhukkk !!!


Putra keselek makanan. Memberi kode agar istrinya memberikan minum, tapi Ayu tidak peduli. Dia tahu suaminya hanya bersandiwara. " Kok nyindir gitu? Yaelah. Ini salah Elli sih, mancing-mancing duluan. Akhir-akhir ini kakakmu suka ngambek !". Keluh kakak ipar yang mengundang tawa Elli dan Gara.


" Mamah ngambek sampai Ezad di cuekin !". Suara Behzad tiba-tiba ikut nimbrung.


" Hehehehe. Maaf kak Putra !". Ucap Elli.


" Kalau dicuekin telepon aja Uncle Gara, nanti Uncle bawa jalan-jalan !". Bisik Gara sama Ezad. Yang mengundang semangat dari anak kecil tersebut.


" Serius?". Melirik Gara lalu mendapat anggukan kepala seperti mengiyakan ocehannya. " Pah, pinjam hp. Mau minta nomor uncle Gara. Ezad mau ajakin jalan-jalan !". Karena rayuan sang anak kesayangan, Putra memberikan ponsel ke anaknya.


Mereka sambil makan bersama. Apalagi Elli dari tadi ngunyah terus, seperti nya nafsu makannya sangat meningkat drastis. Elli melirik Gara." Foto yuk buat kenang-kenangan kalau kita pernah ada , asekk !". Ujar Elli mulai merayu Gara.


" Akan selalu ada !". Jawab Gara itu hanya berbisik di telinga Elli.


" Kak, Fotoin bertiga biar lucu !". Menyerahkan ponsel ke kakaknya yang tengah Selfi bersama suami.


" Mau Selfi atau makan,Dek? Ntar di sambungin makannya !". Ucap sang Kakak melihat adiknya dari kamera ponsel.


Elli buru-buru menyelesaikan makanan dan tampak merapikan diri, Behzad juga sudah di pangkuan Gara masih memainkan ponsel Papahnya.


" Dek, di pipi mu !". Kata sang kakak memberi kode ada bekas makanan di pipinya.


" Kenapa pipiku kak? Kurang merah?. Ntar aku bawa-". Mencari sesuatu dalam tasnya.

__ADS_1


" El !". Panggil Gara pelan . Kemudian Elli melirik Gara dengan mata mereka berdua saling memandang. Dengan sentuhan lembut , Gara menghapus noda di pipi Elli. Tempat duduk mereka sudah di setting dekat begitu juga pandangan mereka berdua.


Cekrek ! Cekrek ! Cekrek ! Cekrek !


Ayu terus mengambil gambar serupa sambil ketawa-ketawa pelan.


" Pose nya lucu !". Sahut ayu yang mendapat jepretan Elli dan Gara. Padahal di sampingnya sang suami lagi ikutan foto, tapi lagi fotoin istri sendiri.


" Makannya pelan-pelan El !". Ujar Gara menebar senyum manis pada Elli. Ah, hatinya mulai hangat saat Gara begitu baik padanya.


Tertunduk malu. " Em, makasih !". Mengalihkan pandangan ke kakak di depan sana. " Mana ponselku kak !". Ucap Elli yang sudah mendapatkan kembali hpnya.


Ketika gambar itu dia lihat sendiri. Rasa malu memang ada, tapi gambar itu sangat lucu buat dia. Gara ikutan melirik. " Seperti keluarga kecil bahagia ya, El !". Ceplos Gara dengan sengaja.


" Hah?! Em. Iya. Kamu mau fotonya? Nanti ku kirim ke wa kamu !". Tanya Elli.


" Mau. Kirim aja !". Kata Gara masih melanjutkan makannya.


Sudah terkirim foto yang hasil jepretan sama. Kemudian Elli mengirim gambar tersebut menjadi status Wa nya. Tapi itu belum dia kirim, masih niat.


" Foto deketan aja ya, kakak fotonya kurang bagus !". Ucap Elli.


Mengambil pose yang bagus, ponsel juga di bolak balik tidak jelas padahal senyum sudah dari tadi di pasang Gara. Elli masih belum menemukan pose yang pas di hatinya. Gara mulai bosan, cewek selalu gitu kalau di ajak foto.


Tangan kanan merebut ponsel Elli. Dan tangan kiri merangkul pinggang, membuat Elli melirik Gara begitu dekatnya dan Gara malah berpose senyum didepan kamera.


" Sudah ! Mau lagi?". Ucap Gara melepas rangkulannya.


Menggeleng kepala cepat dan berulang kali. Foto di layar ponsel itu sedikit intens namun entah kenapa hatinya sangat suka. Hatinya sejak tadi senang seperti ingin lompat kesana kemari.


Foto itu dia kirim di ig nya yang di tandai Gara dan foto hasil jepretan kakak hanya di status wa. " Aku tag kamu di ig hehehe gak papa kan? Seperti nya fans mu banyak. Semoga aku tidak di jambak !". Celoteh Elli


" Tidak ada yang marah, El !".


" Pah, kita jadi obat nyamuk !". Bisik Ayu pada suaminya, masih makan beberapa suap sudah selesai.


" Gara, fotoin dong. Ezad, Papah pinjam hp bentar ya, Nak !". Oceh Putra pada anaknya.


Awalnya tidak mau tapi bujukan Gara akhirnya Behzad mau menyerahkan ponsel ke Gara. " Ayo kak. Pose yang mesra !". Ketus Gara


Kamera sudah siap membingkai sepasang suami istri di depan, suami mengecup pipi istri. Spontan Elli menutup mata Behzad dengan cepat dan rapat. Jepretan berhasil di ambil Gara.


______________


" Cih !!! Dia sudah sedekat itu sama keluarga Elli? Supaya apa coba ngirim status gini. Sampai di ig mesra banget !". Omel Reijal dalam kamar.


" Gara sudah unggul duluan dari bos itu. Unggul tapi belum nembak juga percuma !". Ketus Kiki dari kamarnya sendiri. Biasa malam Minggu tanpa kekasih hanya rebahan di kamar.


" Kalau Gara mungkin lebih cocok dari pada Pak Reijal. Dia itu kasar beda Gara lembut dan dewasa, meskipun kalau di pertemukan dengan Kiki tidak akur !". Bu Caca melihat layar ponselnya kemudian beralih pada anak yang sudah tertidur lelap.


" Senangnya Kakak sudah baikan sama kak Elli". Gumam Ana.


" Lah si Gery malah benggong gitu. Memang benar, kehadiran dirinya jadi obat nyamuk hubungan orang !". Kata Fikran melihat sosok Gery di tengah antara Gara dan Elli.

__ADS_1


__ADS_2