Malu Tapi Mau

Malu Tapi Mau
bab 4


__ADS_3

"kalau kamu merasa sepandangan dengan kami, maka kamu boleh bergabung dengan kelompok kami. tetapi kalau kamu merasa tidak sepandangan dengan kami, ya kamu boleh tidak bergabung dengan kelompok kami..." ucap bianca.


"boleh aku bertanya?" tutur mutiara.


"silahkan. apa yang ingin kamu tanyakan?" julie berbalik bertanya.


"misalnya, suatu saat ada di antara kita yang akhirnya berubah pandangan mengenai cowok, bagaimana?" tanya mutiara lagi.


"ya, itu artinya dia konsekuen."


"konsekkuen bagaimana?"


"dia harus keluar dari kelompok kita"


"apa ada sanksinya?"


"jelas ada...."


"boleh aku tahu apa sanksinya?"


"pertama, kamu akan dikeluarkan dari kelompok ini. kedua, kamu akan dikucilkan oleh anggota kelompok yang lain, bahkan bisa jadi akan di musuhi, karena kamu akan dinilai sebagai pengkhianat! " tutur julie


Wuahh....! berat benar sanksinya. apa aku sanggup untuk tidak mengingkarinya dan tetap konsekuen dengan prinsip mereka? lalu bagaimana dengan mereka selamanya akan bersikap seperti itu? Ah, benar-benar seperti buah simalakama. dimakan bapak mati, tidak dimakan ibu yang mati. ikut gabung dengan mereka, konsekuensinya sangat berat. tetapi tidak ikut gabung dengan mereka, aku butuh teman. dan sepertinya, mereka anak-anak yang bisa menerimaku sebagai teman mereka begitu saja. sementara yang lain, belum tentu akan mau menerimaku begitu saja sebagai teman. Ya, kebanyakan anak baru akan mengalami hal seperti ini. karena pada umumnya, anak-anak lama akan menganggap asing pada anak baru, sehingga mereka bersikap waspada, bahkan bisa saja membully siswi baru. dan aku tidak mau sampai itu terjadi padaku untuk bahan olok-olokan orang lain.


"bagaimana, tiara?" tanya julie

__ADS_1


"baik aku terima"


"Nah, begitu donk...."


"dengan bergabung bersama kami, itu berarti kamu telah mengambil keputusan yang tepat, tiara" ucap bianca


"Ya!" sambut gresya


"dengan bergabungnya kamu bersama kami, maka tak akan ada seorang pun yang berani macam-macam sama kamu, sebab kami akan senantiasa membelamu sampai titik darah kami habis!" tutur alda


"sungguh?" tanya mutiara


"itulah ikrar kita, tiara. sebagai sesama anggota group CANTIC, kita akan saling jaga dan melindungi sesama anggota sampai titik dari penghabisan. kita akan senantiasa berbagi suka maupun duka dengan sesama anggota" tutur julie


"Ohhhh.... baiklah" mutiara manggut-manggut


mutiara pun menurut, duduk di bangku yang dekat dengan bagku dimana keempat temannya yang baru duduk, meski mutiara belum tahu siapa yang duduk di sebelahnya itu.


**********


Dengan wajah agak kesal, dewa kembali menemui teman-temannya. dewa disambut dengan seberondong pertanyaan-pertanyaan yang di ajukan oleh teman-temannya.


"Bagaimana, Wa?"


"Bagaimana apanya?" tanya dewa

__ADS_1


"Cewek yang tadi itu"


"Sudah aku antarkan kelas"


"Maksud kita buka itu wa"


"Lantas maksud kalian itu apa?"


"Kamu pasti berkenalan dengannya, kan?"


"Ya, begitulah."


"Siapa namanya?"


"Mutiara zahra cantika..."


"Woooww, nama yang cantik, secantik pemiliknya kamh beruntung sekali, wa..."


"Beruntung? beruntung apanya ha...? tanya dewa tak mengerti atas penuturan temannya.


"Ya, bisa berkenalan dengan cewek secantik dia, kemudian cocok untuk kau jadikan sebagai pacar". suara gelak tawa pun terdengar dari teman-teman dewa.


Dewa hanya tersenyum kecut atas perkataan teman-temannya itu, apa iya mutiara akan menjadi pacarnya nanti dari sikap mutiara saja sudah tak bersahabat bahkan menuduhnya yang bukan-bukan.


.

__ADS_1


..


....


__ADS_2