Malu Tapi Mau

Malu Tapi Mau
bab 18


__ADS_3

malam bertabur bintang menghiasi seluruh jagat malam dan mempercantik langit malam mutiara ingin ke toko buku untuk mengisi kekosongan harinya sekaligus mengalihkan pikirannya tentang semua kejadian kejadian di sekolah.


"mi, tiara mau ke toko buku ya" ucap mutiara yang berada di ruang keluarga sambil menonton Tv


"iya, kamu hati-hati". perginya di antarin mang seno kan?" tanya mami tiara


"iya mi, diantarin mang seno. papi belum pulang mi?"


"belum, sepertinya jam 8 nanti juga udah pulang, tadi sih nelponnya gitu mau ketemu klien dulu".


"kamu selesai dari toko buku langsung pulang ya, nanti papi malah nanya-nanya."


"iya mi tiara langsung pulang kok".


"mang, bawa mobilnya hati-hati ya".


"iya buk, permisi". ucap mang seno sambil menganguk


"Toko buku yang bisa yang aku datang ya mang". ucap tiara


"ya non". ucap mang seno


*******


mobil telah sampai ditoko buku membawa tiara dan mang seno.


"mang seno mau tunggu dimana atau ikut kedalam?". tanya tiara

__ADS_1


"saya tunggu disini saja non".


mutiara melangkahkan kakinya masuk ke dalam toko buku dan mulai mencari buku-buku yang ingin ia baca. mutiara mendapatkan buku tentang kisah cinta yang judulnya kalau cinta jangan malu, mutiara tertarik dengan sinopsis dari cerita tersebut dan membelinya, mutiara juga membeli beberapa buku materi pelajaran yang sesuai dengan sekolah ajarkan.


saat hendak membayar buku-buku tersebut tiara melihat buku-buku bacaan untuk anak kecil sontak ia ingin membelinya mengingat mang seno memiliki anak perempuan berusia 9 tahun, buku tersebut bercerita tentang kisah-kisah princess. setelah mengambil buku tersebut mutiara pergi kekasir dan membayar buku-buku tersebut.


Drtttt....drtttt....


hp tiara berbunyi menandakan ada telpon masuk ternyata mami tiara yang menelpon.


"hallo mi, ada apa?" tanya tiara


"kamu masih di toko ngak?" tanya mami tiara


"iya mi, ini lagi bayar bukunya bentar lagi pulang kok..."


"iya mi". ucap tiara


"ya udah hati-hati ya sayang". mami tiara menutup telpon


tiara keluar dari toko buku dengan membawa buku-buku yang dia beli. menghampiri mobilnya


"mang kita ke toko bakry biasa mami beli ya".


"baik non".


Didalam mobil tak ada suara mutiara hanya asik melihat arah jalan, mobil yang melaju sudah sampai di toko bakrye tersebut.

__ADS_1


"non udah sampai". ucap mang seno


"iya mang, mamang nunggu disini?" tanya tiara


"iya non, saya disini saja".


tiara keluar dari mobil dan masuk ke dalam resto and bakry tersebut.


"mbak, saya mau brownies yang ini ya 2 box". ucap mutiara


"ya mbak silahkan ditunggu ya". tutur pelayan


Tiara hanya menganguk, tiara melihat lihat berbagai jenis kue disana, selain menjual kue disana juga ada restonya. saat mutiara melihat-lihat pandangannya tak sengaja melihat ada dewa dan teman-temannya di pojok resto. mutiara langsung memalingkan pandangannya dari tempat keberadaan dewa setelah mendengar pelayan tersebut memanggilnya.


"jadi berapa mbak?" tanya tiara


"oh ya mbak sama yang dimeja sana juga ya" ucap tiara


"meja yang itu mbak? yang nomor 9 yang di pojok?". tanya pelayan tersebut.


"iya mbak".


mutiara langsung buru-buru keluar dari resto and bakry tersebut takut apabila dewa atau teman-teman lainya melihat kalau dia ada disana.


"mang langsung pulang ya." ucap tiara


"iya non". ucap mang seno dan melajukan mobil menuju rumah majikannya.

__ADS_1


__ADS_2