
__________
Dari sudut gedung sekolah SMA berlantai 3, terpisahlah antar jurusan IPA dan IPS. Di waktu jam istirahat, para siswa lagi bercengkrama bersama di depan kelas bahkan memenuhi koridor sekolah.
" Minggir !!!". Sorak seorang gadis bertopi hitam, lengan baju tergulung, berambut pendek layaknya seorang cowok.
Perintah dengan suara lantang nan bergema dalam koridor membuat para siswa membuka celah besar untuk gadis itu lewat. Bersama seorang cowok menunduk menggunakan kacamata bulat dan stelan baju sekolah rapi sedang menenteng tas si gadis. Umpama asisten pribadi, hingga cemilan saja dia yang bawakan.
Mereka lagi berjalan masuk ke dalam kelas. Si cowok bisa dibilang anak cupu kelas bawah sedang menaruh rapi tas dan menyiapkan buku pelajaran selanjutnya. Gadis itu baru usai bolos jam pelajaran. Buku dan alat tulis sudah lengkap, cowok tersebut beranjak keluar menundukkan kepala sambil mengangkat kacamata yang sempat melorot.
" Eh tunggu. Tunggu !!". Dia kembali menoleh. " Istirahat kedua bawain soto ke kelas !". Perintahnya dengan santai. Seluruh isi kelas telah biasa melihat tingkah gadis yang selalu semena-mena.
" U-uang nya ma-mana ?!".
" Pakai uang mu. Sudah sana pergi . Muak aku !". Mengusir si cowok. Dan kembali melotot teman dikelasnya. " Apaan? Mau juga disuruh-suruh?!". Ketusnya sambil memukul meja.
Perlakuan itu terus berlanjut dari kelas 1 hingga kelas 3. Tidak ada yang berani dengan penguasa sekolah. Satupun Guru tidak dapat melarang anak didiknya karena sudah angkat tangan. Jadi mau terserah dia saja asal tidak membuat nama sekolah jadi tercoreng.
Suatu hari cowok yang biasa di panggil anak aneh dengan segala macam tatapan seramnya di kerjai siswa kelas satu. Siswa baru tersebut begitu berani pada kakak kelas sendiri. Dirinya di kurung dalam gudang belakang sekolah dengan di paksa memakan daging udang. Yang mana udang adalah makanan tidak bisa di makan karena menimbulkan efek alergi.
Ditempat lain sang gadis tomboi tersebut tengah makan di kantin sendirian. Karena sikap yang angkuh dan dingin serta perkataan kasar, tidak ada yang dekat dengan dirinya hanya si anak aneh itu selalu bersamanya layaknya pesuruh.
" Heh apaan lihat-lihat?". Ucapnya berdiri dari kursi. Menatap mata siswa perempuan tak sengaja meliriknya. " Eh, bayarin makanan ni. Awas lu !". Ancamnya lagi dan berjalan meninggalkan kantin.
Melangkah dari lorong ke lorong sekolah. Sedikitpun siswa tidak lagi berani menatapnya.
" Heh ,si indigo di bully tu di belakang sekolah !". Kata siswa lain berbicara pada temannya.
" Sama siapa?". Tanya temannya lagi.
" Anak IPS kelas 1".
Si gadis berandalan tersebut tidak begitu mendengar suara bisik-bisik yang sudah menjadi trending di jam istirahat sekolah. Dia pun ke toilet untuk membersihkan mukanya. Ketika masuk dan bercermin timbul sosok makhluk yang aneh sedang berbicara dengannya.
" Anak itu di siksa di belakang sekolah. Kamu tidak mau menolongnya?".
" Siapa?". Jawabnya judes membersihkan wajah.
" Si anak indigo dan aneh itu. Dia di suruh makan udang, mereka tahu kalau itu kelemahan nya !". Berbisik dan melayang kemana-mana.
" Cih !!!!!".
Dia bergegas cepat sampai menabrak siswa-siswi lain di lorong sekolah. Hingga pada akhirnya dia sudah sampai di gudang tapi tidak menemukan siswa kecuali cowok kacamata dengan celana begitu naiknya hingga perut. Wajahnya pucat pasi sampai mengeluarkan busa dari mulut yang terbuka.
Si gadis nakal tersebut berusaha menolong dan mencoba membopong tubuh nya yang terbujur kaku, membawanya ke UKS. Namun UKS tidak bisa menangani lebih lanjut dan di larikan ke rumah sakit besar.
Kejadian itu membuat si anak aneh itu tidak sekolah selama seminggu akibat luka di sekujur tubuhnya. Sedangkan si gadis terkenal nakal di keluarkan dari sekolah. Karena kejadian itu membuat dirinya di tuduh sebagai dalang dalam skenario siswa lain.
__________
" Sejahat-jahatnya dia, dia masih mau menolongku saat itu. Tapi meskipun demikian, sekolah tidak mau mengembalikkan dia. " Jelas Fikran saat Gery ingin mendengar kisah masa sekolahnya secara singkat.
" Tapi tetap aja aku tidak percaya kalau dia gadis nakal itu, Fik. " Gery melihat foto dari ponsel Fikran. Terlihat cewek berbaju putih abu-abu dengan khas lengan di gulung dan bertopi hitam.
" Aku juga tidak tahu kenapa dia berubah. Aku hanya tahu dia bekerja di rumah sakit sebagai dokter bedah". Mendelik kan bahunya.
" Lalu Sinta itu siapa?". Gery mengalihkan pertanyaan nya.
__ADS_1
" Sinta hanya teman kerja. Sejak awal masuk juga kami bareng !". Fikran beralih pada ponsel sedangkan Gery ber-Oh panjang tanda mengerti.
Fikran tak sengaja memencet layar ponsel yang lagi menampilkan status dari akun @tora_ni . Status berupa curhat hati yang di posting padahal biasanya hal mistis, pikir Fikran.
@marvik: kenapa?
" Fik, aku ikut ya sama kamu kalau berangkat?!". Sahut Gery duduk dihadapan sang teman.
Fikran menoleh. " Asal tidak tersesat aja nanti. Mau duduk dimana kalau pesawat penuh? Di koperku muat gak?". Tanya Fikran.
" idih memangnya aku barang? Aku ini juga sempat jadi manusia kali. Makhluk bumi yang sempurna !". Celoteh Gery bijak yang dapat senyuman dari Fikran.
@tora_ni : tidak apa. Hanya ingin curhat aja sih hehe
@marvik : kalau curhat WA aku aja, jangan di post.
@tora_ni : Beneran gak papa?
@marvik : Em.
Akhirnya akun tersebut saling bertukar nomor~
______________
Torani : aku di putusin kekasih ku padahal sudah 8 tahun kami pacaran.
Marvik : Kok bisa? Apa ada masalah? Cerita saja. Aku tidak akan memberitahu kan siapapun.
" Kamu ngapain?". Tegur Fikran melihat Gery tiba-tiba mempunyai koper yang berisikan baju dan celana.
Wajah Fikran semakin binggung. " Kamu punya koper dari mana, baju dari mana? Kamu beli dimana?!". Tanyanya tanpa jeda.
Torani : Masalah sepele, cuma salah paham kerjaan aja. Tapi sesaat sudah putus, dia memposting foto bersama cewek lain.
" Adalah tokonya sendiri. Khusus makhluk semacam ku !". Jawab Gery santai sambil merapikan isi kopernya.
Marvik : Caption nya apaan? Positif thinking aja, mungkin keluarga nya.
" Fik, aku bawa makanan juga ni !". Gery memperlihatkan beberapa cup mie instan
Torani : hati. Masa iya keluarga caption hati. Itu pasti selingkuhan yang dia sembunyikan di belakang ku.
" Fik !". Panggil Gery
Marvik : Sudahlah. Kamu berhak bahagia. Mungkin ada yang terbaik untukmu nanti.
" Ohhhhhhhhhhh ". Ucap Gery membaca pesan yang dikirim Fikran.
" Heh. Ngintip aja. Sana pergi, susun barang-barang yang mau di bawa. !". Singkir Fikran melihat Gery.
" Sudah kali. Kamu aja tu belum. Koper masih kosong semacam hati yang tak ada siapapun di isi !". Sahut Gery menyindir
Torani : Susah untuk melupakannya.
" Gery. Bagaimana cara melupakan mantan dengan cepat?!". Tanya Fikran
" Entah. Aku mau pergi !". Jawabnya balik.
__ADS_1
" Eh mau kemana?!".
" Tidur. Kan tadi ngusir aku ! Bereskan tu baju, jangan cewek mulu". Kata nya lalu menghilang dengan kedipan mata.
Marvik : Semangat. Sibukkan diri mu dengan hal positif ! Maaf, aku tidak berpengalaman dalam hal percintaan.
Torani : kamu belum pernah pacaran?
Marvik : Belum.
" Assalamualaikum, Kak !". Sapa Bunda memasuki kamar yang belum terkunci.
" Walaikumsalam Bun. Ada apa?". Menyingkirkan ponselnya .
Sang Bunda memperlihatkan lantai kamar yang tergeletak sebuah koper berukuran besar belum terisi apapun. " Itu kenapa belum di isi?".
" Oh, bentar Bun. Pengen rehat dulu".
Bunda yang mendekat mengambil beberapa baju dan lainnya lalu dia masukan dalam koper. Fikran langsung sigap menghentikan aksi Bundanya. " Bun, ngapain? Biar aku aja ya !".
Tak butuh waktu lama, koper sudah terisi barang yang cukup penting di bantu sang Bunda pekerjaan itu beres seketika. " Kakak hati-hati di sana ! Jaga kesehatan, jangan terlalu bicara dengan siapapun. " Bunda menasehati anaknya.
" Iya Bun. Bunda istirahat saja sudah malam !".
" Sebentar, Bunda mau ngobrol sebelum nanti kamu berangkat !". Katanya masih duduk di lantai kamar. " Alya itu teman kakak yang di keluarkan itu ya?".
Fikran mengangguk kan kepala. " Iya Bun. Dia yang menolong Fikran. Tapi sekarang dia sudah berubah jadi wanita sungguhan ."
Bunda tersenyum lebar. " hushh !!! Dia kan memang wanita, Nak. Tapi sepertinya dia lagi sakit. Pipinya bengkak kemarin?".
" Sudah di obati Bu. Gak papa, ntar juga kempes sendiri. "
Mereka berdua lagi membahas sosok wanita yang Fikran tolong pingsan di jalan. Wanita judes dan cuek, terkenal di satu rumah sakit. Entah apa yang membuat sikapnya belum berubah meskipun wajah dan tampilan berubah tak di sangka-sangka.
Selain Alya, dia juga menceritakan teman-teman yang akan berangkat. Gara, Elli, Sinta dan Alya. Nama itu tidak asing, mengingat Gara dan Elli sudah berkunjung ke rumahnya menjenguk Roni.
" Sinta itu?".
" Sinta Herles, dia baik sama Fikran Bun. Anaknya ramah , sama siapapun itu dia perhatian. Spesialis umum sama seperti Fikran !". Jelasnya singkat.
" Baguslah, anak Bunda banyak teman. Jaga tali persahabatan kalian dengan baik. Bunda tahu, mereka orang yang baik dan menyayangi kamu !". Mengelus pundak putranya.
" Bunda sehat terus ya. Doakan Fikran mendapatkan jodoh seperti Bunda impikan, meskipun tidak seluruhnya lengkap. Setidaknya ada !". Ucap Fikran kurang yakin dengan kriteria Bundanya.
Bunda melekuk kan senyum di bibir. " Aamiin Kak. Setidaknya pulang dari sana, kakak sudah dapat. Mau dokter atau tentara juga gak masalah. Asal mau menerima kekurangan Fikran."
" Aamiin. Masih di usahakan Bunda."
_______
Torani : Masa belum? Apa saat ini tidak ada wanita yang kamu sukai?
Pesan itu sudah lewat dari 15 menit lebih namun belum dibaca juga namun centang dua biru.
" Gak di balas. Katanya mau dengarin aku curhat?!". Gumamnya kesal.
Beralih ke foto pria yang berstatus mantan dengan pose mengecup pipi wanita seksi itu. " Dasar laki-laki itu buaya. Sama saja !!!". Alya berkoar-koar keras agar seluruh rasa hampa itu keluar dengan cepat tanpa hambatan. " Membuang waktu selama 8 tahun ku. Lihat saja balasanku suatu saat nanti. Akan ku cari pendamping lebih baik dari dirimu itu !". Menunjuk geram di layar ponselnya sendiri. Membayangkan lagi menunjuk batang hidung sang mantan.
__ADS_1