Malu Tapi Mau

Malu Tapi Mau
MTM #31 Jumpa Pers 3


__ADS_3

_______


" Dok hentikan ! Saya akan kembali ke rumah saja kalau begini !". Suara Elli mulai meninggi.


Reijal yang tak terkendali dengan hal spontanitas nya. Kemudian duduk tegak menyetir mobil tanpa harus memandang wanita cantik di sebelahnya.


______


Sementara itu di dalam rumah Fikran, tepatnya di sebuah kamar dekat ruang keluarga. Terdapat dua pria masih terus saja berulah. Suara-suara jatuhnya benda, dari buku sampai benda besar seperti kursi mulai memecahkan keheningan rumah.


" Bukan kah kamu sudah lihai dalam menyentuh. Bagaimana kalau mencoba masuk ke tubuh orang?". Ujar Fikran memberi usul.


Tok tok tok !


" Kakak ! Lagi ngapain sih di dalam?". Kata Bundanya dari luar kamar.


" Gak ada Bun ! Lagi main game aja !". Memberi alasan.


" Pelan-pelan sayang ! Bunda sama Roni lagi nonton jadi gak dengar !". Sambung Bunda


" Kalau aku masuk ke tubuh manusia buat apa? Nyentuh Elli saja bukan aku yang nyentuh tapi manusia itu juga !". Pikir Gery.


" Coba tanya kan pada rumput yang bergoyang !". Fikran mulai melawak tidak jelas. Padahal Gery sudah berpikir setengah hidup.


" Bisa tidak serius ? Bagaimana caranya aku bisa hidup kembali. Setidaknya roh ku di lihat Elli ?!". Pertanyaan Gery mengundang tawa dari Fikran


" Kamu kira ini drama Korea? Sudah deh. Kamu di sini aja tu layaknya cerita fantasi. Malah ngarep hidup !". Masih ketawa kecil.


Pasang wajah kecewa. " Aku kan cuma berharap dan bertanya. Bukan diketawain !". Gerutu Gery kesal. " Nyesal aku mengajarkan mu tertawa. Sekarang aku yang di ketawain melulu !". Kata Gery jengkel.


__________


" Fan, hentikan air mata itu ! Kamu sudah cantik malam ini. Kamu sudah berapa bulan menangis ?". Tanya Kris.


Mereka dalam perjalanan menuju Star Cafe, tempat dimana Reijal mengadakan jumpa pers. Fani yang sudah tahu dari Kris, air matanya membludak keluar. Karena sandiwara tersebut akan ketahuan di depan tv.


Di dalam mobil sepasang sahabat ini sudah tampil indah dan serasi. Entah kenapa, Kris menyiapkan baju nya dan Fani terlihat sama. Wanita bernama Fani Oktora nampak menghapus air matanya pelan .


" Kita ngapain ke sana? Apa kamu mau mempermalukan ku?". Tungkas Fani yang suaranya nampak parau.


" Tidak ! Lihat saja nanti, itu tidak akan terjadi kok !". Mengelus lembut kepala wanita yang amat dia sayangi. Sayangnya, Fani tidak peka dan tidak tahu.


Fani melirik binggung. " Apa yang di lihat? Jangan-jangan kamu sama Reijal kerja sama menjebak ku?". Air mata kembali jatuh. " A-aku tahu aku salah. Ucapan ku dusta. Tapi jangan perma-". Bibirnya terkatup rapat akibat jari telunjuk tegak di bibir Fani.


" Diamlah ! Jangan berisik ! Sejak dulu selalu berisik ! Nangis aja berisik ! Diamlah, aku akan melindungi mu !". Mencubit pipi Fani yang berbalur warna peach.


Sementara itu di lokasi Star Cafe, Elli dan Reijal baru saja sampai di parkiran. Karena Cafe lumayan luas, pengunjung umum masih diperbolehkan masuk. Sudah tersedia meja panjang dan 4 kursi berjejer.

__ADS_1


Sesuai kesepakatan, jam 9 baru bisa di mulai acara dadakan tersebut. Media tidak meliput Elli dan Reijal memasuki Cafe. Mereka masih ingin mengisi perut dahulu baru ke mimbar yang tersedia. Bisik-bisik tetangga sudah mulai muncul. Elli kian risih, para wartawan menatapnya.


" Dokter Elli apa yang kamu lihat? Pesan makanan mu !". Ucapnya mendorong buku menu ke hadapan Elli.


Karena Cafe ini sudah dia kunjungi saat makan siang bersama ayahnya. Dia mencatat makanan yang dia pesan siang tadi. " Ini !". Memberikan kertas memo pada Reijal.


Dengan tampannya dia beranjak dari kursi dan memberikan kertas tadi ke meja pesanan. Gaya nya, tubuhnya dan segala nya di perhatikan para pengunjung apalagi wartawan. Mungkin dia akan tenar akibat wajah dan postur tubuh yang amat rupawan.


" Hei Ponakan Paman, itu pacar mu? Kenapa tiba-tiba mau ngadakan acara di sini?". Si Paman nongol dari balik dapur dan mencoba memeluk nya.


" Panjang ceritanya. Dia itu wanita galak, jangan dekat-dekat nanti Paman di terkam nya !". Jawab Reijal meniru gaya mencakar. Dalam hati para wartawan, so cute .


Elli malu meskipun sifatnya kurang jelas tapi malunya tidak bisa padam. Apalagi dia di paksa ikut dalam frame kamera. Menunduk terus menerus, berpura-pura memainkan ponsel. Padahal bolak balik menu saja. Sampai Reijal duduk pun dia tidak lihat.


Srettt !!!


Ponsel di tarik Reijal. " Hp Mulu ! Fokus nanti mau bicara apa !". Ketusnya menyembunyikan ponsel Elli di saku celananya.


" Balikin !". Ucap Elli pelan . Nampak berbisik-bisik.


" Tidak akan !". Membuang muka. Tak sengaja melihat kedua sahabatnya sudah berjalan dari arah pintu masuk.


" Lama gak?". Sapa Kris mengandeng Fani yang tertunduk. Saat Fani melihat Elli, matanya membesar wajahnya tidak suka.


" Kamu? Ngapain kamu disini?". Menunjuk Elli


Reijal sudah tidak mau menunggu lama. Mereka sudah duduk di depan para wartawan, para kamera. Kumpulan mic sudah penuh tersusun di meja. Elli masih risih dengan silaunya kamera , ingin berlari juga tidak akan bisa. Dia akan mendapat hukuman .


Reijal melirik Kris. Di balas dengan anggukan kepala. " Oke, kita mulai !". Aba-aba dari Reijal.


" Perkenalkan, Saya Reijal Atmojo. Saya mantan kekasih dari artis bernama Fani Oktora. Saya akan bicara tentang stetmen Fani waktu itu. Saya tegaskan, saya tidak menghamili siapapun. Dan uang 500juta itu uang yang tertera dalam perjanjian pra-pacaran di buat oleh Fani sendiri. Dan saya pribadi tidak pernah kasar padanya . Dan ini bukti asli perjanjian pra-pacaran itu !". Ucapnya tegas dan Reijal pun  menunjukkan surat tersebut pada media


" Apa betul begitu mbak Fani?". Sahut Wartawan 1.


Fani tidak bersuara. Dia hanya diam dan mengangguk pasrah. Sambil terus menggenggam tangan Kris kuat di bawah meja.


" Apa alasan Mbak Fani untuk mengatakan hal tentang kemarin di acara jumpa pers ?". Sambung Wartawan 2.


Wajahnya sudah malu, air matanya jatuh lagi. " Ma-maafkan sa-saya. Tolong jangan sa-salahkan saya. Saya hanya ingin orang tahu kalau saya cukup sakit merasakan cinta yang bertepuk sebelah tangan !". Ungkapnya membuat hati Elli ikut iba dan sedih.


" Jadi bagaimana dengan hubungan Mbak Fani sekarang?". Imbuh wartawan 3.


" Maaf pertanyaan Mas saya potong. Perkenalkan saya sahabat kecil Fani. Saya Krisnaka Sostro, saya Kris dokter spesialis Mata dan bekerja di tempat Reijal memimpin. Begini, saya ikut ke sini bukan karena ingin menjadi artis. Di sini saya bicara baik-baik kalau niat saya tulus. Saya akan melamar Fani, bayi yang di kandung Fani nyatanya belum dia gugurkan. Bayi itu masih ada. Dan saya akan bertanggung jawab !". Tungkas Kris tegas dengan percaya diri. Membuat Fani nangis terharu.


" Jadi bayi itu bayi anda begitu Pak?". Tanya wartawan 2.


Kris hanya mengangguk kepala. Sambil terus menghapus air mata Fani. " Fani berbicara begitu hanya ingin anaknya punya Ayah. Maafkan dia ! Maafkan dia juga, Jal. " Melirik Reijal yang menjawab dengan senyum dan anggukkan.

__ADS_1


" Maaf Pak Dokter Reijal, jadi wanita yang sejak tadi bersama Dokter siapa?". Wartawan 4.


Mampus Gila. Kelar hidup ku ! Ayah dan Ibu nonton di rumah. Aku harus jawab apa ! Elli


Seluruh kamera tertuju pada Elli yang manis dan cantik dengan kesan malu-malu. " Dia dokter yang bekerja di tempat saya. Namanya Stelli Putri Wijaya. Spesialis bedah sama seperti saya !". Menatap Elli dengan tajam dan di barengi senyum yang amat palsu


" Hubungan kalian?". Sambung wartawan 3.


Reijal tertawa pelan . Hebat sekali dia akting dan membuat ide gila menjebak Elli dengan skenario miliknya. " Dia alasan saya memutuskan Fani !" .


Jlebbb !!!!


Kris dan Fani tidak terkecuali Elli melonggok mendengar ucapan Reijal yang terbilang spontan. Sungguh malam ini Elli berasa di sambar geledek.


___________


Brukkk !!!!


Suara gelas pecah begitu saja terturun dari tangan Gara yang matanya menyaksikan tv. Hatinya hancur, setengah mati dia mendekati Elli malah Reijal si Bos yang duluan memasang badan. Merebut Elli darinya.


" Kak ! Kakak kenapa?". Ucap Diana pelan. Kasihan melihat hati sang kakak begitu patah dan hancurnya. Dia tahu sebagai adik kalau Gara menyukai Elli.


" Gak papa Dek, biar kakak aja yang beresin. Kamu lanjut aja makannya !". Lirihnya kemudian memungut pecahan gelas yang jatuh mengenai kakinya sendiri.


Sementara itu . Gery dan Fikran ikutan kaget mendengar ucapan aneh dari Reijal. Gery sempat tidak menyukai pria tersebut karena sifatnya angkuh dan sombong. Apalagi perawakan Elli jelas di tv memancarkan aura tidak suka padanya.


" Aku akan memberi dia pelajaran malam ini. Aku akan menggangu tidurnya !". Bentak Gery jengkel dan emosi.


" Wah kak Elli cantik. Sayang sudah di ambil cowok lain". Sindir Roni sambil mengigit kentang goreng.


______________


Jumpa pers usai dengan lega dan gembira berlaku untuk tiga orang disana bukan untuk Elli. Elli masih bertanya-tanya tentang maksud dari kata perkata yang di lontarkan tetangga gilanya itu.


Dua pasang kekasih itu tengah menikmati makan malam bersama di Cafe. Kali ini, Elli tidak nafsu untuk menyuapkan nasi ke mulutnya . Masih memainkan sendok di piring yang makanannya belum sama sekali di sentuh.


" Makanlah ! Apa kamu tidak lapar? Lagian kamu hanya bicara iya doang !". Ketus Reijal masih lahap makan. " Fan, serius kamu hamil?". Tanya Reijal melirik Fani.


" Hamil anak ku !". Jawab Kris dengan cepat.


" Ceritakan padaku, itu anak siapa? Aku akan memberi pelajaran pria yang sudah berani meniduri mu !". Berhenti makan dan fokus mendengar penjelasan dengan tenang.


" Sebulan sebelum jumpa pers itu aku gak sengaja minum alkohol, jadi mabuk. Beruntung Kris menolong ku karena aku bawa mobil. Manajer ku juga tidak di sana. Masuk apartemen di antar Kris, karena mabuk aku membayangkan Kris itu kamu . Dan..". Fani melirik Kris tampak tidak mau menjelaskan kelanjutan nya .


" Dan -". Kris tersenyum nakal.


" Aku paham !". Jawab Reijal . Dan menyikut Kris dengan keras. Menjepit lehernya begitu saja sampai ke ketiak Reijal dengan kekuatan maksimum.

__ADS_1


__ADS_2