Malu Tapi Mau

Malu Tapi Mau
bab 9


__ADS_3

" tiara..."


"oh, eh ya?"


"sepertinya dia masih mendendam padamu," bisik julie.


"mung...mungkin saja jul..."


"lihat saja matanya, memandang tajam kepadamu. itu artinya dia memang masih menaruh dendam padamu."


"lalu aku harus bagaimana?" tanya mutira mengerenyitkan dahinya.


"jangan pernah takut. aku dan yang lainnya berada di belakangmu. sekarang jangan kau hiraukan dia, lebih baik perhatikan pelajaran yang sedang diterangkan oleh guru. kalau tidak nanti kamu akan kena tegur, tentunya kamu tidak maukan mendapat masalah itu?"


mutiara berusaha menuruti kata-kata julie. tiara hendak memalingkan kepalanya agar tidak terus memandang ke arah dewa. namun entah kenapa lehernya bagaikan sulit untuk digerakkan.


"tiaraa...."


"iya jul...?"


"kamu kenapa sih?"


"aku... aku tak tahu jul. leherku sepertinya kaku dan tak bisa digerakkan.


celaka!! pikir julie. tidak boleh dibiarkan. dari gelagatnya, sepertinya mutiara benar-benar telah terpana dan terpesona oleh dewa. aku akan segera mempengaruhinya dan membuat dia benci terhadap dewa.


julie kemudian menggerakkan tangannya, membantu tiara untuk memalingkan wajahnya. sehingga pandangan mutiara tidak lagi menengok kebelakang, arah dimana dewa berada.


"kamu harus hati-hati padanya, tiara."

__ADS_1


"maksudmu jul?"


"sudah banyak cewek yang menjadi korbannya."


"korban apa?"


"korban cintanya lah, kau tahu dia itu suka sekali memainkan hati wanita. kau harus tetap pada pendirianmu kalau dia itu memanglah cowok playboy yang sukanya menyakiti hati wanita, kamu tidak boleh jatuh dalam permainannya. kamu harus melawannya...."


"melawan? maksudmu?."


"Ya. melawan kamu tahu arti dari kata melawankan? kalau dia bermaksud macam-macam padamu, maka kamu harus lebih dulu bertindak. dengan begitu dia tidak akan berani padamu..."


mutiara terdiam. hatinya masih diliputi rasa bimbang dan ragu. apa benar yang dikatakan oleh julie, kalau dewa memang cowok playboy yang jahat suka memainkan hati wanita? jika benar, itu berarti tuduhannya pada dewa memanglah benar. lalu, kenapa dia tersinggung dan marah? tetapi, ucapan julie dan yang lain tidak mungkin mengada-ada. mutiara hanya bisa mengumam didalam hatinya.


**************


tapi siang ini? boro-boro ngajakin bercanda senyum saja tidak. mama dan adik dewa di buat bingung dan hati yang masih bertanya-tanya ada apa? akhirnya mama dewa menduduki sofa di sebelah dewa dan di ikuti nana adik dewa.


"kamu kenapa bg? sakit gigi kok ngak ada senyum-senyumnya terus ngak nyapa atau ngasih salam gitu sama mama?"


"maaf ya ma, abg tadi ngak lihat..." dewa lalu mencium punggung tangan mamanya.


"terus kenapa bg, kamu sakit?"


"tidak ma. mungkin abg cuma kecapeaan, abg kekamar dulu ya ma."


Hanya itu kata-kata yang keluar dari mulut dewa. dewa meninggalkan mama dan adiknya menuju kamarnya untuk ganti pakaian dengan pakaian rumah.


"ada apa dengan abgmu, Na?" tanya mama

__ADS_1


"mana nana tahu ma, sahut nana dengan wajah cemberut.


"tidak biasanya abgmu bersikap seperti itu? "


"iya sih ma, nana aja tidak disapa!"


"sepertinya abg punya masalah, ma. apa mungkin abg baru putus dari pacarnya?"


mama dewa hanya menghela napas, kemudian terdiam sesaat, berpikir dan menduga-duga ada apa dengan anak sulungnya. apa benar karena putus, tetapi setahunya dewa tidak memiliki pacar.


nana diam dengan wajah cemberut. hatinya benar-benar keki tidak disapa oleh abg nya.


"sebentar, mama mau tanya abg dulu ya na."


mama kemudian bangun dari duduknya, lalu meninggalkan ruang keluarga dimana nana masih tampak cemberut. mama menuju kamar dewa yang masih tertutup.begitu sampai pintu kamar anak sulungnya dengan perlahan mama dewa mengetuk pintu kamar dewa.


.


.


.


.


.


.


jangan lupa like ya teman-teman dukung author selalu yaa... ๐Ÿ’•

__ADS_1


__ADS_2