
"Wa...Dewa..."
"Ya, ma?"
"sudah ganti pakaian?"
"sudah, ma."
"keluarlah, kita makan. kasihan adikmu sudah nunggu."
"mama sama nana makan duluan saja."
"loh, kamu ngak ikutan? kamu kenapa bg?"
"nga apa-apa, ma."
"mama tidak percaya. ayo keluar dan ceritakan sama mama, apa masalahmu?"
Dewa membuka pintu kamarnya.
"kamu kenapa bg? mukamu tampak murung."
__ADS_1
"dewa hanya kurang enak badan, ma."
"kalau begitu ayo makan dulu, mama tidak mau ada alasan lain." ajak mama dewa
dewa akhirnya menurut. dan mereka pun kembali sebagaimana hari-hari biasanya, makan siang bersama tanpa papa dewa jarang memang makan siang dirumah karena bekeeja, kecuali hari libur.
dimeja makan pun dewa tetap tidak seperti biasanya. biasanya, jika bertemu dan berkumpul dengan adik kesayangannya maka dewa akan menggodanya, untuk saling mengatai satu sama lain dan beradu argumentasi. lalu mama akan melerai mereka. begitulah hari-hari yang biasanya terjadi. meski jika bertemu nana, dewa tak ubanya seperti ajing dan kucing, namun tetap keduanya saling menyayangi dan mengasihi satu sama lain. sehingga jika salah seorang daru mereka tidak ada dirumah, maka yang ada dirumah akan sepi. berbeda dengan siang ini dewa tampak tidak bergairah, sang adik merasa di acuhkan raut muka nana tampak sedih.
"bg..."
"Ya, ma?"
"kalau ada masalah bok ya di katakan saja, jangan seperti itu tidak baik."
"kalau memang tidak ada apa-apa kenapa kamu murung dan tak bergairah seperti biasanya? abg, tidak percaya sama mama untuk bercerita?
"ya tidak begitu juga ma."
"kalau begitu, beritahu mama, apa masalah yang kamu sedang hadapi? siapa tahu mama bisa membantu memecahkan masalah abg." bujuk mama.
dewa tidak langsung menjawab. sesaat dia menarik napas panjang dengan wajah yang masih tampak murung. sementara adiknya dan mama menunggu reaksi selanjutnya sambil memandang ke wajah dewa dengan pandangan pengen tahu akan apa yang bakal di ceritakan oleh dewa.
__ADS_1
"ya sudah, nanti saja ceritanya. sebaiknya kita makan dulu," kata mama
dengan memulai berdoa yang dipimpin oleh nana. akhirnya mereka pun menyantap makan siang bersama. namun karena ada salah satu dari mereka yang sepertinya tidak bernafsu, makan siang yang biasanya nikmat meski dwngan lauk seadanya, jadi agak sedikit hambar. sehingga waktu makan pun begitu cepat.
******
selesai makan, mama dan dewa meninggalkan ruang makan menuju ruang keluarga, sementara itu nana sebagaimana biasanya terlebih dahulu merapikan meja makan dan ngebersihin peralatan makan yang telah dipakai. setelah membersihkan meja makan, nana pun menyusul mama dan abgnya ke ruang keluarga.
saat itu, dewa telah memulai ceritanya, nana pun duduk disamping mama, untuk ikut mendengarkan cerita dewa yang berhubungan dengan perubahan sikap dan murungnua hari ini.
dengan wajah yang masih tampak seperti tadi dewa menginggat kejadian disekolah tadi pagi. dia bermaksud baik dan tentu saja sudah berbuat baik, dia ingin berkenalan dengan cewek itu untuk selanjutnya bila mungkin menjadi teman dekat. namun sikap tiara justru tak ia sangka. mulanya dewa akan melupakan saja atas sikap tiara tetapi karena hasutan teman-temannya makanya dewa membalas dengan mengata-ngatai tiara kembali.
nana dan mama tetap diam, berusaha mendengarkan apa yang akan dewa tuturkan. dan dewa masih murung memulai menceritakan semua kejadian disekolah tadi. mama tersenyum sambil geleng-geleng kepala mendengar penuturan dewa. sang adik pun ikut tersenyum sembari menggoda dewa.
"ceritanya abg lagi kasmaran dan terpesona pada pandangan pertama nihhh..? tanya nana
"apa kamu bilang?!" sentak dewa dengan melototkan kedua matanya.
"kalau cinta itu ungkapin aja, bg." nana dan mama hanya bisa tersenyum
....
__ADS_1
like ya teman-temen, semangati author donk.
kenapa review dari manggatoon lama sekali bab 8 di buat tanggal 7 tapi tanggal 9 baru diterima dan diterbitkan.