
TIARA POV........
ada rasa perasaan menyesal di dalam hati mutiara jika dia ingat bagaiman dia dan dewa akhirnya harus berseteru, saling bermusuhan. padahal, sesungguhnya sejak pandangan pertama, dia sudah sedikit tertarik dengan dewa. itu semua terjadi karena kesalahannya. kalau saja waktu itu dia tak ngomong sembarangan menuduh dewa sebagai cowok playboy mungkin tak akan jadi begini akibatnya. mutiara sangat sangat menyesal apabila mengingat peristiwa tadi di kantin, mutiara tak habis pikir kenapa ia melalukan hal sebodoh itu?
Tak seharusnya dia menampar dewa, karena toh cowok itu tidak bersikap kasar kepadanya. cowok itu cuma mengatakan dia sebagai pelayan rumah makan. karena sebagai balasan atas perkataan mutiara sebelumnya terhadap dewa. rasa penyesalan itu selalu saja menghantui mutiara.
***********
Mutiara sudah berada dirumahnya, sampai saat ini perasaan mutiara masih saja diselimuti rasa penyesalan. ditambah lagi dengan ke khawatirannya kalau-kalau atas apa yang dia lakukan, dia akan dikeluarkan dari sekolah, semakin membuatnya jadi tak bisa tenang.
berulang kali mutiara berjalan mondar mandir di kamarnya, berusaha mencari jalan keluar dan menenangkan perasaannya. namun tetap saja hatinya gelisah.
apa yang harus dilakukan? menghubungi dewa kemudian meminta maaf padanya? lalu meminta pada dewa agar apa bila di panggil guru BP dewa dapat membelanya? apakah dewa akan mau memaafkannya? apakah dewa akan menolongnya? karena telah berbuat kasar padanya?
seandainya saja dia tahu dari awal kalau dewa itu adalah siswa kebanggaan sekolah, mungkin tak akan terjadi hal seperti ini. semua telah terjadi nasi telah menjadi bubur. tapi apa yang harus dia lakukan untuk memperbaiki semua ini?
tapi dewa buka lah anak pendendam menurut penilaiannya, mutiara bertekat untuk minta maaf duluan apa pun yang terjadi harus dicoba dahulu. mutiara kemudian mengambil ponselnya yang berada di dalam tasnya, saat ponselnya sudah di gengamannya mutiara mendadak bingung sebab dia tak mengetahui nomor ponsel dewa ataupun alamat rumah dewa. bagaimana mutiara akan menghubungi dewa kalau begini.
__ADS_1
mungkin julie, alda, grasya dan bianca punya nomor telepon dewa. tapi tak mungkin mutiara bertanya kepada mereka berempat. karena apabila mutiara melakukan hal itu maka mereka berempat akan mencemooh mutiara bahkan akan menuduh tiara telah mengingkari kesepakatan grup CANTIC. lalu pada siapa dia akan menanyakan nomor telepon dewa, sedangkan temannya hanya julie, alda, gresya dan bianca saja yang dekat dengan mutiara. apalagi dengan kejadian-kejadian sebelumnya teman-teman yang lain seperti menjauhinya. karena dewa menjadi idola tentu banyak yang akan membelanya dan mendukungnya.
mutiara semakin bertambah pusing dan menyesal akan apa yang ia perbuat suatu kebodohan yang menimbulkan dampak yang sangat tak ia duga-duga.
"Tiara...." dari luar terdengar suara maminya memanggil.
"Ya, Mi...?"
"ayo makan dulu tiara, nanti kamu kena Magh sayang..."
"Nanti saja mi, tiara belum lapar..."
"Tiara...Mami boleh masuk sayang...?" tanya mami tiara di luar kamar
"boleh mi, masuk aja ngak tiara kunci kok pintunya..."
pintu kamar tiara pun terbuka dari luar masuklah wanita sekitar umur empat puluhan dengan wajah yang masih tampak awat muda dan cantik.
__ADS_1
"Ada apa sih sayang? mami perhatikan dari pulang sekolah kamu tampak murung?" tanya mami tiara
Tiara hanya memandang maminya dengan lesu. apakah harus menceritakan semua kejadian disekolah.
.
.
.
.
.
.
.
__ADS_1
Kasih semangat donk reader, akhir akhir ini saya kurang mood nulis di tambah lagi judul skripsi tidak di acc dari dosen, jadi buat gak mood nulis.
tapi tetap saya ucapkan terima kasih untuk semua yabg membaca cerita ini dan maaf apabila ada typo yang bertebaran ya๐