Malu Tapi Mau

Malu Tapi Mau
bab 2


__ADS_3

gadis cantik itu kembali terdiam dengan mata masih menatap ke wajah dewa yang tampak tersenyum. sehingga akhirnya gadis itu pun mengangguk sembari membalas senyuman dewa.


dewa mengulurkan tangannya, yang kemudian gadis tersebut sedikit engan untuk memperkenalkan dirinya, tetapi akhirnya gadis itu mengulurkan tangannya juga kepada dewa.


"Dewa jonathan..."


"mutiara zahra cantika..."


"woowww,, nama yang indah dan cantik, secantik pemiliknya."


"hmm... kamu pintar sekali."


"terimakasih."


"jangan senang dulu. maksudku, kamu pintar sekali ngegombal.."


dewa melongo bengong dan bingung atas perkataan mutiara.


"sudah berapa cewek yang berhasil kamu gombal dan rayu?" tanya mutiara


"maksudmu?" tanya dewa dengan mengerutkan dahi


"maksudku, selama ini, sebelum kau bertemu denganku, sudah berapa banyak cewek yang berhasil kamu rayu dengan rayuan gombalmu itu?" ucap mutiara


"Apa..?!" dewa membelalakan sepasang matanya mendengar pertanyaan dari mutiara. wajahnya seketika berubah menjadi memerah seperti memendam emosi. kalau saja yang mengatakan seperti itu bukan cewek secantik mutiara, entah sudah bagaimana jadinya. namun karena yang mengatakan seorang cewek cantik, sehingga dewa berusaha untuk meredam dan menahan emosinya.


"kau pikir aku ini cowok playboy?"


"ya, begitulah..." ucap mutiara

__ADS_1


dewa menghela nafas panjang dan memalingkan wajahnya dari mutiara.


"kenapa? tidak terima?"tantang mutiara.


"jelas aku tidak terima." menatap wajah mutiara dengan lekat.


"kenapa?" tanya mutiara kembali


"karena aku bukan cowok playboy seperti ucapan yang kau tuduhkan terhadapku."


dengus dewa dengan kesal. kemudian dengan membawa kekesalannya, dewa berlalu pergi meninggalkan mutiara yang tampak tertegun memandang kepergiannya.


sepertinya dia begitu kesal padaku. gumam mutiara dalam hati. tidak seharusnya aku bersikap seperti itu kepadanya. aku belum tahu persis seperti apa dia itu, tetapi aku lebih dulu menuduhnya yang bukan-bukan. padahal dia telah bersikap baik dan mau menolong mengantarku kekelas.


Ah... apa yang harus aku perbuat? menemuinya kembali lalu meminta maaf kepadanya? Ah.. itu tidak etis untuk dilakukan oleh seorang gadis. lalu aku harus bagaimana?


mutiara benar-benar dibuat bingung sendiri. menemui dewa, kemudian meminta maaf pada cowok itu, rasanya tidak akan mungkin. selain tidak etis, mutiara juga merasa tidak enak. tapi kalau dia tidak meminta maaf pada dewa, mutira juga merasa bersalah karena telah menuduh cowok itu seenaknya, tanpa dia mengetahui pasti bagaimana sifat dewa yang sebenarnya.


"Pagi semua....?" sapa mutiara pada anak-anak yang berada di ruang kelas itu. saat itu di ruang kelas memang ada empat siswi perempuan yang tengah duduk-duduk sambil ngobrol, dan beberapa siswa cowok juga di kelas itu. sembari menunggu bel tanda masuk berbunyi sebagai tanda kalau jam pelajaran pertama akan dimulai.


"pagiii...." balas mereka. kemudian semua mata pun tertuju ke arah mutiara.


"benar ini kelas XI-A? tanya mutiara


"ya. kenapa?"


"tidak apa-apa saya hanya memastikan saja. " jawab mutiara sambil tersenyum.


"anak baru, ya? " tanya salah seorang siswi.

__ADS_1


mutiara mengangguk.


"siapa namamu?" tanya siswi yang lain.


"mutiara."


"pindahan dari mana?" yang lain ikut mengajukan pertanyaan.


"padang"


"ohhh... padang...?" gumam keempat siswi tersebut hampir bersamaan sembari mata mereka saling pandang satu sama lain. kemudian keempat siswi itu tersenyum dan mengarahkan pandangan mereka ke arah mutiara.


"punya rumah makan padang, dong?"


"tidak."


"Lho, kan padang terkenal dengan rumah makan padang..."


"ya. tapi tidak semua orang padang mempunyai rumah makan, kan?" jawab mutiara. "contohnya kedua orang tuaku, meski keduanya asli orang orang padang, tetapi tidak mempunyai rumah makan..."


"ohhh..." semua manggut-manggut mendengar penjelasan mutiara. maklumlah mereka selama ini hanya tahunya kalau orang padang pasti punya rumah makan padang.


"Boleh aku berteman dengan kalian?" pinta mutiara.


.


.


.

__ADS_1


.


.


__ADS_2