Malu Tapi Mau

Malu Tapi Mau
bab 5


__ADS_3

"Woiii, wa kok kamu tersenyum gitu sih?"


"Boro-boro pacar..."


"Maksudmu?"


Dewa tidak langsung menjawab. sesaat dia menghela napas panjang sembari menerang jauh menginggat kembali perlakuan mutiara kepadanya tadi. cewek cantik itu benar-benar tidak tahu berterimakasih. Dipuji cantik, Eh malah menuduh dirinya sebagai playboy. Huh, sombong benar sih dia! kalau saja tidak cantik entah bagaimana jadinya. enak saja main tuduh-tuduh sembarangan padahal belum tahu aku ini seperti apa.


"Wa..."


"Eh ya?"


"Ditanya kok bengong sih Wa?"


Dewa menghela napas panjang dengan wajah berubah jadi murung setelah ingat kembali bagaimana sikap yang di tunjukkan oleh mutiara kepadanya. maksud semula, setelah memberikan jasa dengan mengantarkan mutiara ke kelasnya, kemudian berkenalan dan berharap cewek itu akan mau menjadi teman dekatnya. tetapi ternyata harapan tinggalah harapan, yang di dapat bukan seperti diharapkan dewa justru sebaliknya, dia dibuat kesal dan kecewa oleh tuduhan yang dilontarkan cewek itu kepadanya.


Memang dia bermaksud menjadikan mutiara sebagai teman dekatnya, namun dia bukanlah seorang playboy. yang playboy saja tidak akan terima apabila dituduh begitu saja, apalagi dirinya yang benar-benar bukan playboy. kalau pun playboy, dengan ketampanan wajah yang dimiliki dewa tentu sudah banyak cewek yang ia jadikan pacar. karena di sekolah ini saja, banyak cewek yang suka pada dewa dan tergila-gila padanya. Namun selama ini, dewa tak pernah menanggapinya bahkan bersikap cuek saja.


Sungguh, baru tadi, seketika dia bertemu dengan mutiara, Dewa merasakan sesuatu di hatinya. sudah banyak cewek cantik yang dewa lihat, namun tak satu pun yang mampu menggetarkan hatinya. sebagaimana tadi ketika melihat mutiara. itu sebabnya dewa semula berniat untuk menjadikan cewek itu teman dekatnya, Namun sial memang bukan kebaikan yang didapatkan dewa. Eh, malah kekesalan dan rasa jengkel yang mendera hatinya akibat tuduhan yang dilontarkan cewek itu.


"Wa....."


"Eh, apa?"


"Malah bengong lagi..."


"ada apa sih?" di tanya malah bengong mulu ucap teman dewa.

__ADS_1


"memangnya aku kenapa?" tanya dewa


"Ya kok nanya balik, kamu kenapa bengong? apa sih yang kamu pikirin Wa?"


"Ohh... Aku sedang kesal sama tuh cewek," jawab dewa.


"kesal?"


"Ya"


"Kesal kenapa?"


"Coba kalian pikir saja. Aku kan bermaksud baik padanya, eh dia malah bersikap sebaliknya padaku..."


"Maksud kamu apa wa?" teman-teman dewa semakin bingung.


"Dia menuduh kamu begitu?"


"Ya."


"Kelewatan! ditolong bukannya berterimakasih, malah sembarangan bicara dan menuduh yang bukan-bukan. dia perlu dikasih pelajaran, Wa." saran salah seorang teman dewa.


"Ya, Wa. cewek seperti itu tidak bisa di diamkan begitu saja," timpal yang lainnya.


"Dia kan sekelas dengan kamu tuh, Wa. ini kesempatan buat kamu membalas atas sikap dan perbuatannya padamu itu..."


"memangnya apa yang harus aku lakukan untuk membalasnya?" tanya Dewa kembali.

__ADS_1


"Ah, kamu ini Wa. masak tidak tahu sih apa yang mesti kamu lakukan? Ayo lah wa kamu kan pintar pasti kamu punya cara-cara yang menarik untuk membalas itu cewek." ucap teman dewa.


"Suer, aku bener-bener ngak tahu harus ngelakuin apa?"


"Dia kan anak baru, pasti dia harus memperkenalkan diri. Nah, saat dia memperkenalkan diri itulah, buat dia malu di depan teman-teman kelasmu yang lainnya."


Dewa hanya terdiam mendengar saran teman-temannya


"Bagaimana Wa?"


"Hmmm.... boleh juga ide kalian." ucap dewa


"Bagus! buat dia sadar, kalau sebagai anak baru tak seharusnya dia bersikap seperti itu kepadamu. apalagi kamu telah bersikap baik dan menolongnya. kalau aku tadi diperlakukan seperti itu, entah bagaimana jadinya tuh cewek!"


"Oke, Wa sebentar lagi kita masuk."


"Ya."


mereka pu. membubarkan diri, meninggalkan tempat ngobrol mereka, untuk kemudiam melangkah menuju kearah kelas mereka masing-masing.


.


.


.


.

__ADS_1


.


__ADS_2