Malu Tapi Mau

Malu Tapi Mau
bab 12


__ADS_3

wajah dewa tampak sedikit kesal kepada nana.


"ah, sok tahu kamu!"


"jadi, tidak mau nana bantu?"


"tidak!"


"ya sudah... moga aja abg tidak menyesal dengan keputusan abg menolak bantuan dari nana."


"tidak bakalan!" tegas dewa. "lagi pula, apa yang bisa kamu lakuin? emang kamu tahu dimana sih jutek itu tinggal?"


"tidak."


"terus, gimana kamu mau menemui dia?"


"ya aku kesekolah abg aja."


"husss.... ngawur!"


"sudah... sudah...sudah jam berapa nih? sebaiknya kalian istirahat," kata mama menengahi sekaligus menginggatkan agar kakak beradik itu yang masih saja berdebat.


"ya, ma..."


Baik dewa maupun nana pun beranjak bangun dari duduknya, kemudian melangkah meninggalkan ruang keluarga dimana mama masih berada disana, menuju kamar masing-masing untuk istirahat siang. namun sebelum menuju kamarnya nana yang memang usil dan suka menggoda dewa berkata,... " abg..."


"apa?"


"sebaiknya abg pikir dan pertimbangkan lagi."

__ADS_1


"apaan?"


"mengenai saran nana tadi itu."


"Huhhh...!" sungut dewa


Nana hanya tersenyum kepada abgnya.


"ya sudah. selamat gelisah ria abg ku yang penakut.!


Dewa melotot, sambil menunjukan wajah marah... tapii nana justru malah ketawa cekikikan. sehingga membuat dewa makin sewot. melihat hal itu, sebelum kakaknha beraksi, nana telah lebih dahulu menyelinap masuk ke dalam kamarnya dan menutupnya rapat-rapat. sehingga membuat dewa menjadi kesal dan menggerutu. "dasar nenek lampir! masih kecil sok tahu pula urusan orang...!


"hi hi hiiii....."


Dari dalam kamarnya, nana tertawa cekikikan. dia merasa senang, karena berhasil ngelekin abgnya, sehingga membuat dewa semakin tambah sewot dan keki setengah mati. namun begitu dewa tidak menanggapi sebagaimana biasanya. dia yang memang tidak bergairah untuk bercanda dengan adik kesayangannya itu, membiarkan sang adik yang menggodanya begitu saja. padahal, biasanya kalau digoda begitu maka dewa tidak akan membiarkan begitu saja lolos, dewa akan membalas dengan balik menggoda atau menggelitik sang adik sampai nangis.


*******


Bagaimana dengan mutiara? ternyata, cewek cantik itu pun pupanh kerumah dengan wajah yang tak jauh berbeda dengan apa yang di alami dewa. kejadian yang dialaminya disekolah, benar-benar tak mengerti dan tak habis pikir, kenapa harus bermusuhan dengan dewa? kenapa dia mudah saja mengeluarkan kata-kata yang menyinggung perasaan orang lain.


melihat putrinya pulang dengan wajah tampak murung, sang mami yang menyambut kedatanganya seketika mengerutkan kening.


"assalamualaikum."


"waalaikum salam."


"selamat siang, mi?"


"selamat siang. baru pulang sayang?"

__ADS_1


"iya, mi."


"sayang kamu kenapa?"


"tidak kenapa-kenapa mi."


"benar tidak ada apa-apa?"


"iya mi, tiara cuma lagi capek aja."


"ya sudah. sekarang ganti bajumu, lalu makan siang ya sayang."


"ya mi."


mutiara pun beranjak menuju kamar tidurnya. sementara sang mama melangkah ke ruang makan untuk menyiapkan makan siang.


begitu di dalam kamar, mutiara tidak langsung mengganti pakaian seragam sekolahnya dengan pakaian rumah. setelah meletakkan tas sekolah dimeja belajarnya. dia justru malah menghempaskan dirinya di tempat tidur. ingatannya melayang pada kejadian tadi disekolah. dimana dia pertama kali bertemu dewa, sampai akhirnya dia dan dewa saling bermusuhan.


.


.


.


.


.


untuk teman-teman sekalian mohon like dan supportnya ya. terima kasih sudah mampir di cerita ini. ILY ๐Ÿ’•

__ADS_1


__ADS_2