
________
Brakkkkk !!!!!
Elli dengan sengaja membanting pintu mobil Reijal dengan keras. Kalau bisa rusak juga tidak masalah, karena itulah yang dia harapkan. Keluar dari mobil dengan wajah cemberut. Otomatis, Reijal menurunkan kaca mobilnya .
" Hei, apa kamu sedang datang bulan. Sejak tadi wajahmu kusut ?!". Ucap Reijal
Sampai kalimat pertanyaan itu habis, sama sekali Elli tidak menoleh apalagi menjawabnya. Memasuki rumah berwajah kesal dan mengumpat dalam hatinya, entah apa saja dia ucapkan dalam hati.
" Anak Ibu sudah jadi artis ?!". Bu Sari menyambut anaknya pulang yang terus memancarkan senyum.
" Artis papan triplek ! Sudah lah, Elli mau tidur. Besok mau kerja !". Sangkalnya cemberut. Wajah di tekuk , orang di rumah sudah pada heran.
Tidak mau memikirkan masalah yang terus menerpa dirinya. Dengan cepat masuk ke kamar mandi untuk membasuh badan dan segala bencana yang akan menimpanya lagi. Berharap itu pergi terbawa air yang mengalir hingga ke bawah.
Tak lama kemudian, Elli sudah memakai piyama pink nya bandana lucu yang senada dengan motif bajunya berupa anak kucing lucu. Menuruni tangga, berniat memeriksa makanan di dapur.
Ting Ting Ting Ting Ting Ting Ting !!!
" Agh !!! Berisik banget sih, hp siapa lagi di kamar ini yang terus berbunyi sejak tadi !!". Mengusar rambutnya dengan handuk . Baru selesai mandi sudah di sambut dengan dentingan ponsel yang lebih dari 3kali.
" Si non ngagetin Bibi aja. Ada apa non, Non laper ya?". Sempat kaget melihat Elli mendadak masuk dapur.
" Bi lapar ! Ada cemilan gak?". Berkacak pinggang sebelah, sambil membuka lemari dapur.
" Bibi dah hafal sama Non Elli jam segini lapar Mulu ya kan?". Sahutnya lalu membuka lemari bawah mencari sesuatu. " Ini Bibi sudah siapin ayam popcorn, chicken wings ala-ala Korea gitu sama Bakso goreng !". Memberikan nampan yang sudah berisi beberapa mangkuk. " Sekalian bibi belajar masak ala orang bule Non. Coba aja, enak kok !". Ujarnya bangga
Elli merebut lalu balas dengan senyum. " Makasih Bi, bibi memang yang terbaik. Sekalian botol air minum nya tu Bi. !!".
Ketika semua sudah berada di atas nampannya. Elli bergegas naik tangga menuju kamar nya. Masuk dengan riang dan senang di tambah nafsu makan sudah mulai memuncak. Tidak tahan melihat sajian makanan si Bibi.
Jam 10 malam orang sudah pada tidur beda dengan Elli yang ngemil berat di sudut kamarnya. Sudah setengah makanan habis, dia baru ingat akan benda canggih yang biasa bersama dirinya. Mencari kemana-mana seluruh sudut kamar tidak ketemu.
" Kemana sih?". Kata Elli yang baru memeriksa bawah kolong kasur.
Tring !!!
" Ya Allah. Ponselku sama orang gila itu !". Berdiri terlonjak. Membuka jendela kamarnya yang mirip dengan pintu kaca. Lampu kamar Reijal memang masih menyala. " Aku harus apa?". Ucapnya mundar-mandir di balkon sambil berpikir.
Reijal berdecih kesal. " Aku tahu, pria itu pasti suka sama Elli. Mana bisa kamu melawan ku !". Ucapnya membaca pesan dari Gara.
__ADS_1
Ponsel Elli memang tidak terkunci sidik atau wajah. Kunci geser biasa saja sudah terbuka. Kali ini Reijal penasaran dengan folder bernama Galeri SMK yang tersemat di depan layar ponselnya. Buka sana sini, melihat wajah Elli semasa sekolah dahulu. Foto bersama teman-teman kelas dan sekolahnya.
Satu foto membuat Reijal bertanya-tanya dan heran. " Siapa dia?". Gumam Reijal melihat Elli berfoto dengan seorang pria tampan masih menggunakan baju putih abu-abu. Foto yang tampak jelas, pria itu mengapit bibir Elli dengan tangannya sedangkan Elli melakukan hal yang sama. Pose itu memang lucu tapi tidak untuk hatinya.
Bergeser lagi ke foto berikut nya. " Astaghfirullah, apa ini?". Reijal melihat foto sebuah makam yang nampak disitu Elli memeluk nisan dengan wajah seperti menangis.
Saat bergeser ke folder berikut nya ada sebuah video. Hati Reijal sempat tidak ingin membuka terlalu jauh tentang privasi orang. Tapi penasaran nya lebih besar dari itu. Sedikit menjauhkan ponsel dari wajahnya, memicingkan mata .
" Naka ! Awas ada Ibu !" Suara Elli, dia juga nampak merekam aksi sahabatnya di depan kelas.
Terlihat cowok-cowok berkumpul di depan kelas. Suara musik sudah bergema dalam kelas di barengi suara tawa. Barisan cowok-cowok dengan gagah berani tersebut berubah ketika mendengar musik seruling sakti.
" Hahaha. Naka ! Huhhhh ! Caesar kedua !!!" Teriak Elli.
Tingkah kocak semua siswa cowok membuat tertawa terpingkal-pingkal. Asik menonton kegiatan joget tiba-tiba Pak Guru masuk dengan tampang marah. Semua berlari bubar barisan.
" Hahahaha !!! Ke ingat masa sekolah kalau begini !". Kata Reijal tertawa korban video kocak di ponsel Elli.
Sudah tidak memikirkan akibat ulahnya memeriksa ponsel Elli. Dia kembali menggeser video berikutnya. Bersandar dengan bantal di atas kasur.
" Ellliiiiiiii !!!!! Nakaaaaaa !!!!!" Sorak cewek yang lagi merekam aksi Elli lenggak-lenggok di atas panggung.
Entah peringatan apa, kali ini Elli di pasangkan dengan Naka sahabat nya. Memakai baju modern nampak cantik dan manis di tambah pasangan yang tampan sungguh serasi.
Saat bergeser lagi. Reijal di suguhi foto tiga orang, Elli berada di tengah kedua cowok berbaju biru dan kuning layaknya baju sekolah. Tapi Elli memakai baju sama dengan pria di sisi kanannya berwarna biru.
" Eh, bukannya dia yang di teriak Naka Naka tadi ya? Lalu ini siapa?". Tanyanya sendiri. Ketika kamera itu di zoom pas di bet nama seragam mereka. " Gery Mahesa. Siapa? Tidak ada foto masa lulus sama cowok ini !". Ujarnya lagi masih berpikir.
Tok tok tok !
" Mocuuu !!! Apa kamu sudah tidur?" Itu suara Emak Linah .
" Belum Bu, ada apa?". Teriak Reijal belum mau beranjak dari kasur.
" Ibu mau masuk, boleh gak?". Bu Linah sudah membuka pintu kamar anaknya.
" Eh, gimana Ibu bisa buka kamar ku? Jangan-jangan Ibu menggandakan kunci nya ya?!". Sahut putranya.
Bu Linah sudah duduk di kasur. " Jadi kapan Ibu harus melamar Elli?".
Menghembus kan nafas dengan sangat berat. " Ibu masih aja mikir itu. Ibu tahu tidak, aku tidak bisa terus dekat dengan dia !".
__ADS_1
" Kenapa?" .
Reijal memajukan posisi duduknya. " Jantungku Bu rasanya mau copot, kencang banget getarannya. Tapi anehnya kalau jauh malah nyari-nyari !". Jawabnya polos.
Nepuk jidat sendiri " Mocu, umur kamu berapa sih? 2 tahun atau 29 tahun. Begitu saja tidak tahu, itu namanya jatuh cinta !" Kata terakhir Beliau bisik ke telinga Reijal kemudian terlonjak kaget dan merinding.
" Jatuh cinta? Gak mungkin Bu ! Ibu tahu kan aku cintanya sama Rara, sejak dulu juga masih cinta sama dia !". Sahut nya dengan sedikit gertakan
Bu Linah tertegun dan mencoba mengelus bahu sang anak. " Rara sudah tiada sayang. Cobalah untuk membuka hati lebar-lebar. Kamu itu sudah jatuh cinta sama Elli, Ibu tahu itu !".
" Tidak ada yang bisa mengantikan Rara di hatiku Bu !". Lirihnya
" Kalau begitu, kenapa kamu mengatakan sama Ibu tadi sore. Kalau kamu sudah mencium Elli ?".
Pertanyaan itu membuat Reijal malu, dia melakukan hal itu spontan saja. Tidak bermaksud apa-apa. " Spontan aja Bu. Aku tidak menciumnya kok !".
Mendelik kan kening" lalu apa?". Imbuh sang Ibu mulai kepo.
" Mengigit nya!".
Brakkk !!!
" Anak Ibu nakalnya keterlaluan. Sudah pergi tidur sana ! Kalau Elli kenapa-kenapa, tanpa persetujuan kamu ibu akan melamar Elli !". Ancam Beliau kemudian pergi dari kamar.
Tertawa kecil. " Ternyata benar kata orang-orang. Power of emak-emak itu luar biasa !".
Lanjut dengan aktivitas yang membuat Reijal bernostalgia. Menyalakan ponsel Elli dengan latar belakang foto dirinya sendiri. Nampak imut meskipun tanpa polesan make up sedikitpun.
Reijal kembali melihat jajaran foto masa sekolah Elli. Dan kembali beralih ke video.
Suasana siang hari di bawah pemakaman. Riuhnya tangisan membuat suasana semakin haru. Taburan bunga sudah di taburi di atas makam.
Tangisan pecah. Terlihat dalam rekaman itu tertuju pada Elli berbaju serba hitam, menangis dalam dekapan sahabat nya Naka. Tampak dia terus mencoba menenangkan Elli.
Bukan dirinya saja sama Naka, tampak teman sekolah masih memakai baju sekolah datang melayat hari itu.
" El, tenanglah !" Suara sahabat yang merekam. Ketika kamera sudah mendekat dengan Elli. Begitu nyaring suara tangisan Elli.
" Gery, jangan pergi jangan tinggalkan aku sendirian !! A-aku sayang kamu. Gery !!!". Isak tangis di pemakaman membuat Naka tak kuasa menahan kesedihan Elli.
Si perekam berbisik, namun aksinya tidak ketahuan oleh keduanya. " Elli begitu menyukai Gery secara diam-diam demi tidak memecah belahkan sahabat nya. Sekarang, cowok tersebut meninggal dunia dengan cara yang tak lazim. Ohh Gery, semoga kamu tenang di sana. !"
__ADS_1
Reijal menghentikan video tersebut. Dan menyeka sedikit air mata yang mulai keluar. Entah kenapa dia jadi teringat nasib nya yang di tinggal Rara sang kekasih semenjak SMA.
" Ternyata kita sama El. Astaga, ternyata dia juga di tinggal orang yang berharga !". Lirihnya.