
_______
Lanjut ~
.
.
Bagaimana aku mau masuk ke dalam mimpinya, tidur saja gelisah begitu. Merem melek terus ! Gery
Sosok Gery masih terus berdiri di dekat kasur Reijal. Lampunya sudah mati, sedikit redup cahaya kamar nya. Tapi mata pria yang terbaring di kasur belum bisa terpejam sepenuhnya. Pikiran Reijal kemana-mana.
Sementara itu, posisi Elli tidak karuan. Berdiri, berjalan ke sana kemari. Keluar masuk membuka pintu balkon kamarnya. Setelah niat terkumpul sangat banyak bercampur keberanian. Elli mencoba memanjat balkon tetangga nya. Melompat yang jarak tidak begitu jauh.
Brukkk !!!
Mendarat cukup tidak mulus. Tersungkur jatuh ke lantai. " Aduh !". Meringis kesakitan, mengusap tubuhnya pelan. Baru beranjak dari tempat nya.
" Apaan sih itu?". Bisik Reijal curiga tapi enggan melihat kebelakang nya.
Pasti makhluk itu sudah tidur ! Elli
Lancar nya Elli menggeser pintu jendela dari kaca tersebut ke samping dan sekarang sudah terbuka. Kondisi kamar yang cukup gelap membuat Elli harus meraba jalannya takut nabrak. Tapi, sudut tempat tidur terlihat kalau yang di maksud sudah terlelap. Lampu tidur dekat kasur masih menyala dan satu-satunya lampu masih menyala.
Ngapain Elli ke sini? Gery
Ya Allah malah gelap gini. Gak tahu ngeraba apaan ! Saklar lampu mana ya? Elli
Kaki nya terus melangkah tidak jelas. Cahaya yang minim di dalam kamar pria itu membuatnya kebingungan dan berdiam sejenak. Kemudian berjalan lurus ke kasur , karena hanya tempat itu yang terang.
Diam-diam masuk kamar pria apalagi tengah malam pastinya takut dan gugup, jalan saja sampai berjinjit mirip maling. Kebetulan ponsel yang dia cari berada di kasur Reijal. Dengan mudah dia raih cepat. Hati yang sudah cukup lega mendapatkan barang yang dia cari lalu berbalik dan tersenyum riang tanpa suara dan bunyi apapun.
Yes !!! Aku dapat. Ternyata semudah ini. Elli
Itu ponsel siapa? Kenapa Elli jadi senang banget ?! Gery
Bukan Reijal kalau tidak memiliki akal banyak. Ketika si Elli membelakangi kasurnya, dia bangun dan melirik tubuh Elli yang masih berdiri di sana.
Cih ! Berani sekali malam-malam masuk kamar pria lajang ! Awas saja kamu ! Reijal
Brukkk !!!
Dengan tangan kuat menggenggam lengan Elli dan menjatuhkannya di atas kasur. Pasti seorang Elli sangat kaget dan spontan memberontak . Suara berontak nya telah ditutup rapat Reijal dengan tangannya. Ekor mata Elli melirik ke sisi samping , Reijal sudah bangun pikirnya.
Pria ini menyebalkan, andai aku bisa sulap. Ku sulap jadi kodok ! Gery
Mampus Gila deh, aku ketahuan. Ya Allah, jagalah diriku ini. Masih ingin tenang, belum mau kawin ! Elli
Gerakan kecil dari Elli sungguh tak berpengaruh pada kekuatan Reijal yang sudah menutup rapat bibirnya dan menjepit kaki Elli dengan kaki Reijal yang sudah melingkar di atas.
" Tenanglah tamu malam. Aku tidak melakukan hal aneh !". Bisik Reijal.
Jawaban Elli hanya menggelengkan kepalanya. Menatap takut pada saat Reijal mulai menatapnya dekat. Tangan dia lepaskan. Nafas Elli sudah mulai dia atur. " Lepaskan aku !". Bisik nya kembali
" Tidak !". Merebahkan lagi tubuhnya di kasur. Sedangkan kaki masih menjepit kaki Elli. " Tidurlah di situ sebentar, aku ingin bertanya sesuatu !". Ucapnya santai dengan kedua tangan menindih kepalanya di atas kasur
Elli masih belum bergerak. Dia khawatir.
__ADS_1
" Tidur cepat sebelum pikiran ku berubah. Kalau kamu berontak, aku akan teriak Ibu. Kalau aku dapat tamu malam yang spesial !". Ancam Reijal melirik Elli yang wajahnya sudah kusut ditambah jengkel.
Ayo El, sebut nama ku. Minta pertolongan ku. Biar aku lempar dia pakai kursi ini. Gery
Seorang Gery hanya bisa menatap, mengamati dan menyaksikan kedua manusia tersebut di hadapannya. Elli juga sudah mulai menuruti perintah Reijal secara terpaksa, meskipun ponsel sudah di tangannya. Baring dengan jantung berdebar rasanya kurang nyaman, di tambah pria di dekat nya dan sial nya itu sekasur bersama.
" Maaf, aku lupa mengembalikan ponselmu tadi !". Ucap nya masih berbisik.
Elli kaget mencoba melirik Reijal di sebelahnya. Lalu mengangguk tanda tidak papa.
Reijal memiringkan tubuhnya dan menatap Elli yang sudah baring di depannya. Menarik pinggang Elli untuk memiringkan badannya juga. Sekarang sudah saling berhadap-hadapan. " Apa kamu gugup?".
" Sedikit !". Jawab Elli. Sepasang mata itu jelas sekali melihat sepasang bola mata pria di depannya.
" Aku juga, kamu tahu jantungku masih berdebar kencang kalau posisi seperti ini !". Ujar Reijal jujur pada Elli. " Masalah debaran di dada, apa itu jatuh cinta?".
Eh
" Bu-bukan !" Sahut Elli singkat. Tangan pria itu masih di pinggangnya. Jepitan kaki juga sudah tidak lagi. Elli sudah bebas, hanya saja di tidak bisa lari dengan leluasa. Pasti ada akibatnya kalau tidak nurut.
" Aku juga berpikir begitu. Apa kamu menyukai seseorang ?".
Elli menganggukkan kepalanya. Tapi enggan menyebut nama siapa yang dia pikirkan hanya untuk mengelabui bosnya ini.
" Gery atau Gara?". Gumamnya pelan mengundang tatapan kaget oleh Elli.
Aku? Gery
" Aku sudah memeriksa ponselmu tadi. Jadi aku tahu Gery itu siapa, apa dia masih di dalam hatimu?" Tanya Reijal
Apa-apaan sih, ini sudah malam. Kenapa nanya masalah Gery selarut ini ! Elli
" Dengarlah, aku tidak mau membahas tentang hal privasi ku pada orang asing. Gery adalah Gery dan kamu tidak berhak tahu itu dan jangan sembarangan ngecek ponsel orang. Permisi !". Elli sudah beranjak dari kasur.
Ketika Elli sudah tegak berdiri. Entah kenapa Reijal dengan alasan spontannya duduk di tepi kasur dan memeluk tubuh Elli erat. " Apa kamu tidak mau berbagi kisah dengan ku? Ku orang yang sudah mencium dan mengigit mu dan orang yang sudah bilang ke seluruh dunia kalau kamu alasan ku memutuskan hubungan dengan Fani !!". Jelasnya masih memeluk dalam tubuh Elli yang berdiri tegak.
Nyium, gigit? Heh. Apa ini. Aku tidak tahu hubungan mereka sudah sejauh ini? Gery
Suasana masih hening. Elli tidak bisa mengucap apapun lagi. Dia jadi ke ingat sekilas wajah dan tingkah Gery. Sungguh dia begitu ingat pada sosok pria yang masih berdiam dihatinya sampai kini. Jika bibir tidak bisa berucap, air mata lah yang berbicara secara gamblang dan tersirat.
" Meskipun ka-kamu sudah berbuat hal tak lazim padaku. Tetap kamu tidak berhak tahu tentang dia !" Suara Elli kian parau dan menunduk
Reijal tahu wanita itu cengeng, menarik tangan Elli dan kembali duduk di depan Reijal berhadap-hadapan lagi. " Meskipun kamu tidak bilang, aku sudah tahu itu. Kenapa kamu menangis, aku bahkan belum mengigit mu lagi !". Menyapu air mata Elli yang sudah membasahi pipinya.
" Kamu tahu apa? Yang kamu tahu itu cuma mesum aja !". Ceplos Elli tapi tidak menyesali perkataannya sendiri.
" Terserahlah kamu mau bilang apa ! Sudah diamlah, sudah jelek diam ini nambah jelek lagi pas nangisnya !". Ketus Reijal yang mengundang tumbukan di perutnya.
" Biarin !". Ucap Elli masih menunduk
Reijal mengangkat dagu yang di ikuti kepala Elli. Lagi, hal gila dan spontan jatuh ke bibir Elli secara lembut dan cepat.
Ya Tuhan. Aku belum cukup umur ! Gery
Brakkk !!! Pakkk ! Brukkk !!!!
Elli memukul pundak pria itu berkali-kali dengan lengannya. Nampak kesana kemari Reijal menghindar sampai Elli mengikuti gerak Reijal. Dan pukulan yang meleset membuat tubuh Elli jatuh di atas tubuh kekar Reijal.
__ADS_1
AGHHHHH !!!! Kenapa sejak tadi aku tidak di harapkan sih ! Jadi obat nyamuk di sini !! Gery
Tangan yang spontan memeluk pinggang dan erat sampai tubuh mereka saling tindih. Reijal memutar itu, dan akhirnya Elli dibawah tidak berkutik melirik kedua mata Reijal dengan diam.
" Keluarkan lidah mu !". Perintah Reijal mulai gila
Masalah itu Elli tidak mau menuruti nya. Malah membuang muka, tidak mau melirik pria di atasnya kini. " Oke kalau kamu tidak mau !". Ucap Reijal santai. Dan mendaratkan hal gila lainnya di leher Elli hingga dia mencengkeram seprai kasur dengan kuat.
Brakkkk !!!!
Pukul ke leher Reijal. " Kamu kira aku apaan ? Sana sini kamu gigit. Sudahlah aku mau pulang. !!!". Ucapnya emosi dan berjalan cepat menuju pintu kaca tersebut.
Rasain Lo !! Awas saja, aku akan membalasnya nanti ! Gery
Reijal tidak terima di pukul. Dia mengejar Elli sampai ke balkon. Elli sudah berdiri di pagar balkon dan hampir melompat. Niat itu masih belum lancar karena Reijal sudah mengendong Elli. Dan menyudutkan dirinya di pagar dengan di batasi kedua tangan pria tampan itu.
" Apa kamu siap untuk menikah?". Bisik Reijal.
" Hah? Tidak !". Membuang muka ke arah lain.
" Kalau malam ini terjadi hal seperti Fani, apa kamu beneran tidak siap?". Ucapnya seperti mengintimidasi Elli.
" Maksud mu? Maaf aku mau pulang mau tidur. Capek !". Jawab Elli tanpa jeda.
" Boleh, asal kecupan selamat malam buat aku mana. Barulah aku melepas mu!". Elli sudah di peluk erat pinggang nya, pandangan mereka semakin dekat. Gery sejak tadi geram sungguh tidak berguna, pikirnya.
Tok tok tok !!!
" Mocuuuu, apa kamu belum tidur?". Emak Linah datang. Membuka kunci pintu kamar sang anak.
" Itu Ibu mu !". Ucap Elli panik melihat arah pintu kaca yang tertutup rapat.
" Tenang lah, pintu balkon ku kunci. Tidak mungkin Ibu membukanya !". Bisik Reijal yang nafasnya sudah terdengar Elli.
" Mocu kamu dimana, Nak?". Kata si Emak sudah di dalam kamar dan menyalakan lampu.
Elli gugup. " Dokter, itu suara Ibu mu. Aku harus pulang !". Elli mulai bergerak tapi masih di hentikan Reijal.
" Kecupannya mana !".
Tok tok tok !
" Mocu apa kamu di luar? Mocu ini sudah malam, kenapa kamu belum tidur?!". Mengetuk pintu balkon.
Aneh deh, lampu balkon malah mati gini sih. Gordennya juga macet gak bisa di geser ! Bu Linah
" Mocu !!! Kamu dimana ?". Masih mengetuk pintu balkon yang tidak bisa terlihat apa-apa
Tekk !!!
" Apaan sih Bu, anaknya nyari angin segar malah khawatir. !". Kata Reijal membuka kunci balkon
" Kamu ngapain? Pasti aneh-aneh ya?". Tunjuk si Ibu
" Aneh-aneh apaan Bu, lihat di sekeliling Ibu. Anehnya dimana?". Masuk kamar meninggalkan Emaknya di balkon mencoba memeriksa seluruh sudut.
Eh. Nampak biasa, kamar tetangga juga mati. Terus ngapain dia keluar ? Bu Linah
__ADS_1
Mampus Gila ! Aku harus menyikat gigiku sampai odol ini habis !! Elli