
mutiara pun bagai orang yang baru tersadar dari lamunannya. apa yang telah aku lakukan? Oh, kenapa aku sampai berbuat kasar padanya, padahal dia tidak mengasariku?
"Kamuu....?!" bentak dewa
"Ak...aku...".
dengan wajah menunjukkan penyesalan atas apa yang telah dilakukannya, mutiara menangis. Hal ini membuat dewa dan yang lainnya jadi terheran sendiri. habis menampar, belum dan rasanya tak mungkin dewa membalas, eh malah mutiara menangis sebelum dewa melakukan apapun pada mutiara. kemudian mutiara pergi berlalu dari kantin meninggalkan semua orang disana masih dengan tangisannya. julie dan teman-teman lainnya mengikuti tiara dari belakang.
"kenapa kamu diamkan dia yang telah berbuat kasar padamu, wa?" tanya teman-teman dewa dengan wajah yang menunjukkan ketidak puasaan.
"iya. aku kalau jadi kamu, Wa. maka akan kubalas tu dia. Huhh... anak baru sudah belagu, kurang ajar lagi!" timpal teman cewek dewa.
Dewa menghela napas panjang. pikirannya masih dipenuhi dengan keridak mengertiannya akan apa yang dilakukan oleh mutiara padanya. dewa melihat jelas dari mata mutiara itu, kalau mutiara menangis bukan karena menahan emosi, tetapi cewek itu menangis karen Begitu menyesal dengan perbuatannya menampar dewa. Ah, apa yang sebenarnya dia mau?
"Gila tu cewek!" komentar salah seorang siswa yang ada di kantin. "kita aja dan guru engak ada yang bicara kasar pada dewa apalagi bertindak menampar dewa."
"iya. anak baru itu berani sekali..."
"apa dia tidak takut akan dikeluarkan oleh guru?" gumam yang lainnya
"mungkin saja dia dipengaruhi oleh julir dan teman-temannya," duga salah seoranh dari mereka."
"Ya, mungkin saja itu."
"kalau begitu, kita lapotkan pada gurj BP saja karena ulahnya itu." celetuk teman dewa
__ADS_1
"Jangann...." ucap dewa
"Kenapa memangnya?"
"aku tidak ingin masalah ini di ketahui oleh guru."
"Tapi wa..."
"Sudahlah... aku tidak apa-apa. ya itung-itung pengalaman, apa dan bagaimana sih ditampar seseorang cewek." jawab dewa dengan terkekeh.
"Ah kamu Wa.... bisa aja."
"Kamu takut dia akan dikeluarakan, Wa?"
"Entahlah..."
"Dia..? cewek galak begitu? yang benar saja." timpal dewa
"Ya, bisa saja kan. walaupun galak dan kurang ajar begitu dia juga cantikan. Gelak teman lainnya.
"Bisa habis aku nanti kena cakar, tampar babak belut nanti," kata dewa sambil tersenyum.
Teman-temannya pun tertawa. sehingga suasana kantin yang semula agak tegang karena kejadian tadi, kembali berubah menjadi ceria. seakan-akan tidak pernah terjadi sesuatu apapun yang menegangkan disana.
*****
__ADS_1
sementara dikelas, mutiarayang masih menangis tertunduk dimejanya. sementara julie dan tiga lainnya datang mengerubungi mutiara.
"bagus, tiara ! bagus sekali... puji julie
"bagus? maksudmu apa? tanya tiara yang tak mengerti apa maksud perkataan julie
"Tindakanmu, kami benar-benar salut padamu, tiara." timpal alda
"Maksud kalian apa?"
"kamu tahu tiara? selama ini tak ada seorang pun yang berani bersikap kasar padanya. bahkan pak guru dan kepala sekolah pun tak pernah memperlakukan dewa seperti itu. kamulah satu-satunya orang yang paling berani menampar dewa," Tutur gresya
"apa?!.... jadii..."
mata tiara membelalak mendengar penuturan dari gresya, ia tak menyangka yang dilakukannya tadi sangat diluar batas.
" benar! sebagai murid paling teladan berprestasi dan paling di banggakan, dewa itu sangat di manja oleh guru-guru dan kepala sekolah. bahkan semua siswa siswi di sekolah segan untuk meperlakukan dewa dengan kasar. tak ada yang berani berkata kasar padanya, itulah sebab kenapa ia begitu sombong dan semena-mena disekolah ini. ku rasa tamparan yang kau berikan tadi menjadi pelajaran berharga buatnya dan buat yang lain agar tak meremehkan kita begitu saja... timpal julie
.
.
.
..
__ADS_1
.
.