
Arka mengambil satu gelas teh hangat di meja Zea, lalu ia segera meminumnya hingga habis tak bersisa.
Zea menatapnya dengan tatapan yang entahlah.
"Mas haus, apa gimana?"
"Haus, pake banget....."
"Hoh...."
Kemudian Zea melanjutkan makannya.
Arka duduk di depan Zea.
"Kamu masih marah sama mas?"
"Ngga" singkat Zea.
"Kalo ngga marah kenapa cuek gitu?"
"Aku lapar"
Arka memegang tangan Zea yang akan menyupakan makanan ke mulutnya.
"Apa sih mas...." protes Zea.
"Mas minta maaf...."
"Ia, udah aku maafin...." ucap Zea dengan senyum terpaksa, agar dia bisa segera menyantap makanannya lagi.
"Ko ngga ikhlas"
Zea menarik nafas dalam, lalu menghembuskannya perlahan lewat mulut.
"Ia mas, udah aku maafin...." ucap Zea dengan senyum yang sedikit terpaksa.
"Terima kasih, mas janji ngga bakal ngulangin lagi...."
"Aamiinnn" ucap Zea mengaminkan perkataan baik suaminya.
"Emang kamu habis makan segini banyak?"
"Habis dong, ini kan makanan kesukaanku"
"Ohh...."
Zea pun melanjutkan makannya.
Arka juga ikut memesan makanan.
....................
Setelah drama dokter genit tadi, kini Arka dan Zea sudah berada di salah satu rumah sakit swasta terbaik di kota itu.
Rumah sakit swasta ini, tak kalah ramainya dengan rumah sakit milik pemerintah. Apalagi rumah sakit swasta ini juga melayani pengguna BPJS.
Kini Zea dan Arka sedang mengantri untuk pemeriksaan.
"Udah berapa minggu mba?" tanya seorang ibu muda yang duduk di dekat Zea.
"Hehehe, belum tau, ini mau periksa...."
"Ohh, kalo saya udah jalan 4 bulan...."
"Anak pertama atau sudah yang kedua?"
"Yang kedua, yang pertama keguguran...."
"Innalillahi wainna ilahi rojingun...."
"Ia pas itu padahal saya ngga jatuh ngga apa, tiba-tiba pendarahan hebat, padahal udah dua bulan...." jelasnya lagi.
"Mungkin mba sedang marahan sama suami" tebak Zea.
"Ko mba bisa tau?" tanyanya terkejut.
Bagaimana tidak terkejut, mereka baru bertemu saat itu, tapi kenapa Zea bisa tau penyebab kegugurannya.
"Hehehe, kan memang kalo keguguran itu penyebab utamanya adalah marah dengan suami...."
"Emang iya, bukan karena rahimnya yang lemah?"
__ADS_1
"Bukan mba, kan rahim itu adalah tempat terkokoh untuk janin, kan dalam Al-Qur'an juga sudah di jelaskan...."
"Oh iya, saya lupa padahal kan saya udah hafal 30 juz...." ucapnya membanggakan diri.
"Emang ia mba, kalo ada ayat Al-Qur'an yang menjelaskan tentang rahim itu tempat terkokoh untuk janin?" sahut seorang ibu muda, yang perutnya sudah sangat membuncit.
"Ngga sopan banget nyela pembicaraan orang..." ucap ibu muda yang tadi.
"Maaf ya mba, tapi kan mba udah selesai bicara, jadi ngga papa dong kalo saya bertanya pada mba itu...." menunjuk Zea dengan ibu jari tangan kananya.
"Ngga bisa, itu tetap ngga sopan tau..."
"Ngga sopan dimananya sih mba?"
"Itu nyela pembicaraan orang, asal mba tau ya, saya ini anaknya kyai, yang nasabnya masih menyambung dengan nabi Muhammad SAW..."
Zea hanya menggelengkan kepalanya, melihat mba yang duduk di dekatnya, membanggakan diri dan nasabnya.
"Ya udah, kalo gitu tolong mba jawab pertanyaan saya...."
"Oh jadi kamu ngeremhin hafalan Al-Qur'an saya?"
Zea memberi kode ke ibu muda yang perutnya sudah sangat membuncit itu agar tidak lagi menanggapi ucapan ibu muda yang duduk di dekatnya.
"Ibu Sheila Aprilia....." panggil suster.
Ibu muda yang tadi membanggakan nasab dan hafalan Al-Qur'an nya, bangkit dengan raut muka yang masih tidak bersahabat.
"Saya duluan ya mba...." pamitnya pada Zea.
"Ia mba silahkan....."
Ibu muda yang perutnya sudah sangat membuncit berpindah tempat duduk di dekat Zea.
"Memang surat apa mba yang menjelaskan rahim itu tempat terkokoh untuk janin?"
Penjelasan tentang itu ada pada Qur'an surat Al-Mu'minun ayat 23,yang artinya : ' Kemudian kami jadikan sari pati itu air mani (yang disimpan) dalam tempat yang kokoh (rahim).
"Gitu ya mba?"
"Ia, oh ya mba udah berapa bulan?"
"8 bulan..."
"Amin...."
"Terus mba, kalo ada orang yang pendarahan saat hamil itu gimana?"
"Kalo itu biasanya marah atau jengkel sama suami...."
"Kalo yang udah nikah lama tapi ngga punya-punya anak?"
"Maaf ya mba sebelumnya, itu biasanya karena ada yang marah sama orang tuanya, ntah istrinya yang marah sama orang tuanya atau suaminya yang marah sama orang tuanya...."
"Wah pantesan tetangga saya ada yang udah nikah 5 taun belum punya anak, kayanya dia belum bisa memaafkan orang tuanya yang berpisah saat dia masih kecil...." jeda sebentar untuk mengambil nafas.
"Bahkan tetangga saya itu kalo manggil ibunya bukan ibu tapi 'Heh heh'....."
"Astaghfirullah hal azim...." lirih Zea.
Rasa syukur Zea menjdi bertambah, karena walupaun dia di 'buang' oleh orang tuanya sendiri, dalam hatinya tidak tersimpan amarah ataupun dendam.
"Ah besok saya mau kasih tau tetangga saya itu ah...."
"Menasehati sesama itu baik, tapi saya pesan, jangan sampai kata-kata mba ngelukai perasaan tetangganya ya mba...." pesan Zea.
"Ia mba, mba tenang aja...."
Setelah itu Zea ditemani Arka masuk kedalam ruangan.
"Siang mas, mba...." sapa soarang dokter wanita yang pakaiannya mencerminkan bahwa dia wanita muslim.
"Siang dok...." jawab keduanya secara bersamaan.
"Silahkan duduk..."
"Ia dok...."
Keduanya pun duduk di kursi depan sang dokter wanita.
"Ini baru pertama atau sudah yang kedua?"
__ADS_1
"Kalo saya yang pertama dok, tapi bagi suami saya yang kedua dok...." jawab Zea bergurau.
"Mba bisa aja...." menimpali gurauan Zea.
"Sebelumnya udah pernah periksa?"
"Belum dok, tadi di rumah cuma ngetes pakai tespek terus hasilnya garis dua, makannya saya langsung ajak ke ruamh sakit...."
"Oh ya sudah kalo begitu, kita akan melakukan USG transvaginal ya mba, mas, biar lebih yakin lagi...."
USG transvaginal adalah USG dengan cara memasukan alat yang bernama stik probe pada ******.
"Mba dan masnya udah tau apa itu USG transvaginal?"
"Sudah dok" jawab Arka.
"Saya juga sudah, tapi dari mbah google, hehehe... " cengir Zea.
"Ya sudah ngga papa, kita lakukan pemeriksaan sekarang ya mba, mas...."
"Ia dok...."
.....................
Kini Zea sedang berbaring di ranjang pemeriksaan khusus ibu hamil.
"Jangan tegang ya mba...." ucap dokter bernama Dwi itu.
"Ia dok...."
"Bismillah...."
Zea meringis kala dokter Dwi memasukan alat itu kedalam v*inanya.
"Ini semuanya bagus ya, ngga apa yang perlu di khawatirkan...."
"Nah titik hitam yang inilah yang nantinya akan menjadi bayi...."
Zea menitikan air mata kala melihat calon anaknya yang masih sebesar biji jagung.
"Ini juga sehat ya, umurnya baru tiga minggu..."
Setelah itu dokter Dwi menyudahi pemeriksaan pada Zea.
............
"Ini saya kasih resep untuk nebus vitamin ya mba...."
"Ia dok terima kasih...."
"Sama-sama...."
"Ya sudah kami pamit ya dok...." pamit Arka.
"Ia silahkan mas, mba...."
Keduanya pun keluar dari ruang pemeriksaan.
"Kita ke apotek yang ada diluar aja ya, sekalian beli susu hamil buat sayang...." ucap Arka.
"Ia mas....."
...................
Sampailah mereka di mobil. Arka membukakan pintu untuk sang istri, dengan senyum yang terukir indah di bibirnya.
"Silahkan tuan putriku...."
"Terima kasih pangeranku...." jawab Zea.
Seletah memastikan Zea sudah duduk, Arka berlari kecil memutari mobilnya.
Jegleg.
"Siap sayang?"
"Siap mas...."
"Ya udah do'a dulu...."
"Ia mas...."
__ADS_1
Keduanya pun membaca do'a naik kendaraan.