Mamah Untuk Aira

Mamah Untuk Aira
Bab 33.


__ADS_3

Zea yang masih setengah sadar, merasa tubuhnya berat, seperti tertindih sesuatu.


Membalikan badannya.


Ternyata sang suami sedang memeluknya dengan begitu erat, namun penuh kasih sayang.


"Tudurlah sayang, mas tau kamu cape..." bisik Arka.


Hiks hiks hiks


Entah mengapa Zea tak bisa menahan air matanya. Hari ini memang moodnya sedang berantakan, seperti mood Aira. Mungkin efek hamil muda dan badan yang terlalu lelah.


Arka membiarkan sang istri menumpahkan tangisnya, agar perasaanya lebih lega. Dia juga sengaja tak bertanya perihal istrinya menangis.


Dan Arka juga paham, bahwa istrinya masih terlalu muda untuk menjadi seorang istri sekaligus ibu sambung.


"Maaf mas, hari ini aku merasa lelah banget, apalagi tadi Aira rewel banget, ngga mau ditinggal....." jelas Zea setelah tangisannya mereda.


"No problem sayang, harusnya mas ya minta maaf, karena mas yang udah buat kamu kelelahan...."


"Ngga ko mas, ini udah jadi tanggung jawabku sebagai seorang istri....."


"Kalo gitu besok mas cariin baby siter untuk Aira" usul Arka agar istrinya tidak begitu kelelahan.


"Jangan mas, ngga usah, aku pengin ngurus anak-anakku dengan tanganku sendiri tanpa di bantu baby siter..."


Dari dulu memang Zea punya impian untuk merawat anak-anaknya sendiri, tanpa bantuan baby siter.


"Tapi kamu jadi kecapean gini kan...."


"Mungkin Ai ngerasa kalo mau punya adek, dan emang biasanya anak yang mau punya adek itu akan berubah menjadi manja, seolah takut kasih sayang orang tuanya akan berkurang, makannya tadi Ai rewel banget....."


"Mungkin...." mengelus perut Zea yang masih rata, dengan penuh kelembutan.


"Malam sayang, kamu lagi apa?" tanyanya ke arah perut Zea, seolah disana sudah ada satu makhluk yang sudah diberi nyawa.


"Lagi tidur papah, tadi cape habis main sama mba Aira...." jawab Zea dengan menirukan suara khas anak kecil.


Arka menyingkap atasan baju tidur Zea, lalu ia bangkit dan manci*mi perut yang masih rata itu. Hal itu sontak membuat Zea geli.


"Mas plis jangan, aku geli...." larangnya.


Tapi Arka tak mau mendengarkan ucapan istrinya. Dia dengan sengaja menggosokan ujung dagunya yang sudah ditumbuhi jenggot tipis.


"Selamat malam sayang, kamu baik-baik ya didalam sana...." ucapnya kala menyudahi ciumannya di perut Zea.


"Mas mau cowo apa cewe?"


"Apa aja sayang, yang penting seluruh tubuhnya lengkap dan sehat, kan sama-sama pemberian Alloh...."


"Aaminn, semoga juga kelak jadi anak soleh soleha ya mas...."


"Aaminn sayang, udah sekarang tidur ya...."


Sembari menguap Zea mengangguk. Setelahnya ia membaca do'a dan langsung tertidur, karena memang badannya sudah lelah.

__ADS_1


Memastikan sang istri sudah lelap dalam tidurnya. Bergerak perlahan mengambil guling, kemudian ia gunakan untuk menggantikan dirinya sebagai pelukan Zea.


Berjalan ke kamar mandi dengan pelan untuk membersihkan dirinya dan juga mengambil wudu.


Berdiri tegak menghadap arah kiblat. Berdo'a dalam hati agar dihilangkan sejenak pikiran tentang duaniawinya.


Kedengarannya memang sepela, namun bila sungguh-sungguh dalam melakukannya insyaallah bisa menjadikan solat kita khusyu.


Alloh...... Hu Akbar


Takbir Arka tat kala memulai solat isa.


Assalamu'alaikum waroh matulloh....


Assalamu'alaikum waroh matulloh....


Selesailah solat Arka.


Arka mulai mengompakan hati dan pikirannya untuk beristighfar.


Tak terasa air matanya mengalir, kala mengingat betapa banyak disa yang telah dilakukannya selama ini.


Menengadahkan kedua tanganya, memuji nama-nama Alloh dengan sepenuh hati, lalu memohon ampun atas segala dosa dengan penuh kerendahan hati dan diri.


Setelah puas merenungi segala dosa dan memohon ampunan, Arka berspasrah atas segala sesuatu yang terjadi. Arka juga menyerahkan permasalahannya yang sedang mengganggu hati dan pikirnya.


Untuk terakhirnya, ia meminta untuk di teguhkan iman, dan dijaga agar selalu ada di jalan yang benar.


"Aamiinn....." ucapnya kala menyudahi do'anya


Berdiri dari duduknya, mengambil sajadah, lalu ia juga melepas baju, peci serta sarungnya. Menaruh dalam satu tempat khusus untuk pakaian solat.


Mengambil ponsel yang tergeletak di nakas, kemudian Arka mengaktifkan data seluler ponselnya.


Banyak sekali pesan yang masuk. Tentu saja, sebab dari kemaren malam Arka sengaja mematikan data seluler ponselnya.


Mengecek satu persatu pesan masuk itu.


Ternyata pesan masuk itu berisi pembenaran atas ucapan almarhum pak Latif, yang menjual seluruh tanah perkebunan Arka.


Arka mencoba mengirim pesan pada salah satu orang kepercayaannya yang tersembunyi.


Dan Alhamdulillah orang itu langsung membalasnya.


Orang itu langsung menjelaskan dari awal mula pak Latif menjual perkebunan Arka, hingga yang terakhir, kemaren.


"Pantas saja, setiap aku kesana, wajah mereka menyiratkan ketakutan...." guamannya.


"Dan lagi, tak ada lagi permintaan untuk ekspor selama beberapa bupan terakhir...."


"Akh, kenapa aku baru menyadarinya sekarang..."


"Huffttt, yang berlalu biarlah berlalu, kini saatnya menjalani apa yang ada di depan mata saja...."


Cukuplah satu hari untuk merasa sedih akan kehilangan suatu 'titipan' di dunia ini. Walaupun bagi orang yang 'paham' agama itu terlalu berlebihan, namun masih bisa dimaklumi bagi yang masih belajar seperti (aku,kamu dan dirinya) Asal jangan menyerah di tengah jalan.

__ADS_1


Mematikan data selulernya, lalu menghapus jejak pemakaian aplikasi. Meletakan kembali benda pipih itu pada tempatnya semula.


Naik ke ranjang dengan perlahan, lalu kembali mengambil guling yang sedang di peluk sang istri.


"Hufftt, untung ngga bangun..." syukurnya ketika berhasil memposisikan dirinya untuk dipeluk Zea.


Mengusap lembut pucuk kepala istrinya.


"Semoga kita bisa bersama sampai maut memisahkan kita ya sayang...." gumannya.


"Dan semoga keluarga kita menjadi keluarga yang sakinah mawadah warohmah, aamiin...."


Mendaratkan ci*man yang begitu lama di pucuk kepala istrinya.


Kemudian Arka memposisikan dirinya agar nyaman untuk tidur, lalu setelah posisinya nyaman, dia pun membaca do'a tidur dan langsung terlelap.


....................................


Karena kemaren badannya terlalu lelah, hari ini Zea bangun kesiangan.


Begitu membuka mata, Zea langsung membangunkan sang suami.


"Mas bangun mas, udah terlambat subuhnya..." ucapnya dengan mengguncang pelan bahu sang suami.


"Mas udah subuan sayang...." ucap Arka dengan mata yang madih merem dan tangan kanannya masih melingkar di perut Zea.


"Apa, kenapa ngga dibangunin sih mas..." kesal Zea, seraya menyingkirkan tangan suaminya.


Zea pun bangun, dengan tergesa-gesa ia berjalan ke kamar mandi.


Srak, kaki kirinya terpeleset. Untung Arka sigap menangkapnya, hingga tubuhnya tidat terjatuh.


"Hati-hati sayang, jangan tergesa-gesa...." tegur Arka.


"Ia mas maaf...." sesal Zea.


"Ia tapi jangan diulangin lagi ya...."


"He'em..."


Setelah tubuhnya kembali berdiri tegak, dengan langkah biasa saja Zea masuk kedalam kamar mandi, lalu mengmbil wudu.


"Silakan sayang...." membungkukan badannya dan mengayunkan tangan kanannya dengan sopan.


"Terima kasih mas...."


"Ia sayang...."


Zea pun memulai solatnya.


..........................


"Tadi kenapa mas ngga bangunin aku?" protes Zea setelah sesai solat.


"Mas ngga tega buat bangunin sayang, kayanya sayang kelelahan sampai-sampai tidurnya merintih...."

__ADS_1


"Ia kah...."


"Ia sayang, maka dari itu mas ngga tega untuk banguninnya....."


__ADS_2