
Seorang lelaki sedang menyemangati istrinya di ruang persalinan.
"Kamu bisa sayang...." bisiknya di telinga sang istri.
Sang istri menganggukkan kepalanya seraya tersenyum. Senyum yang begitu manis. Mampu menghipnotis siapa saja yang melihatnya.
"Dihitungan ketiga mengejan ya bu..." ucap dokter yang menangani.
"Ia dok..."
" 1 2 3...."
Dengan tiga kali mengejan, akhirnya bayi berjenis kelamin laki-laki berhasil di lahirkan oleh Zea tanpa kurang suatu apapun.
Air matanya kebahagiaan mengalir membasahi pipinya. Angannya melayang jauh kesaat dirinya sedang hamil 4 bulan.
Saat itu kondisi ekonominya sedang kacau balau. Bahkan ia sempat tidak memegang uang sepeserpun hingga satu minggu. Bahkan mobil milik Arka harus dijual untuk memenuhi kebutuhan keluarganya.
Tokonya terkena guna-guna dari seseorang yang tak menyukainya. Barang-barang yang baru datang keesokan harinya akan membusuk. Toko yang kelihatan petang, padahal lampunya menyala 24 jam. Dan toko itu terlihat selalu tutup, padahal setiap hari selalu buka. Pada akhirnya Zea dan Arka memilih untuk menutup total toko itu hingga kondisi kondusif.
Bahkan butik milik Zea kemalingan. Uang berjumlah ratusan juta raib dalam sekejab.
Namun Allah begitu baik padanya. Pada saat dirinya dan sang suami terpuruk. Allah memberikan jalan. Zea yang pintar membuat beraneka jajan pasar dan gorengan, iseng-iseng mengunggah setiap hasil masakannya ke sosial medianya. Alhamdulillah respon mereka begitu baik.
Dari yang awalnya hanya pesan sepuluh buah, menjadi 50 dan seterusnya. Bahkan setiap harinya Zea menerima pesanan tak kurang dari 300 box jajan pasar dan gorengannya.
Alhamdulillah, kondisi ekonomi mereka mulai membaik.
"Terima kasih sayang....." ucap Arka, membuyarkan lamunan Zea.
"Sama-sama mas...."
__ADS_1
Setelah di bersihkan, bayi kecil itu di taruh diatas tubuh sang ibu. Bayi kecil itu bergerak kesana kemari, mencari air sumber kehidupannya.
Arka tersenyum, melihat bayinya yang begitu kuat *e*y*u*u.
"Papah... huhuhuhu....." tangis Aira yang datang bersama mba Airin.
"Hai sayang...." sapa Arka yang langsung membopong gadis kecilnya.
Arka tau, bahwa sang gadis kecil sedang merasa cemburu terhadap adek bayinya. Lumrah. Anak kecil memang begitu.
.............................
Setelah dirawat dua hari dirumah sakit, hari ini Zea beserta bayinya sudah di perbolehkan pulang.
Arka menenteng dua tas yang berisi pakaian, di kedua tangannya. Sementara itu, dengan langkah tertatihnya Zea berjalan di sampingnya, sembari mengemban bayi mereka.
Tak jarang Zea meringis, menahan sakit di area jalan lahirnya.
"Ia mas, mas tenang saja...." terus melangkah.
Hufttt, Arka menghela nafas. Kemudian ia kembali melanjutkan langkahnya, menyusul sang istri.
.....................
Tiba di rumah, mereka langsung disambut oleh orang rumah, yang sudah menunggu. Bu Aminah segera mengambil alih bayi Zea. Menimangnya dengan penuh kasih sayang.
Mba Airin segera membantu Zea turun dari mobil, lalu menuntunya ke kamar.
"Terima kasih mba...."
"Sama-sama, selamat bergadang...." gurau mba Airin sebelum meninggalkan Zea.
__ADS_1
Zea hanya tersenyum.
......................................
Sudah tujuh hari, sejak baby AZ lahir. Dan hari ini akan diadakan acara akikah dan sekaligus pemberian nama untuk baby AZ.
Suasana di rumah itu begitu ramai dipenuhi oleh orang anak-anak yatim, tetangga sekitar, dan orang yang membutuhkan. Sengaja Arka mengundang mereka untuk mendo'akan baby AZ.
Satu persatu, acara telah dimulai. Dan kini sampai di acara inti. Yaitu pencukuran rambut sekaligus peresmian nama untuk baby AZ.
Azka Midaq Mu'tashim. Nama yang indah, seindah artinya: laki-laki yang bersih dan jujur yang mampu menjauhi perbuatan dosa.
"Semoga kamu tumbuh sebagai anak soleh ya sayang. Dan semoga akhlakmu juga seperti namamu" bisik Zea di telinga sang anak, yang masih dapat di dengar Arka, yang duduk di dekatnya.
"Amin, semoga Allah mengabulkan do'a kita ya sayang...." balas Arka, sembari mengecup kening Zea.
"Amin, ia mas, semoga juga mba Ai jadi anak yang solehah ya sayang...." menoel pipi Aira.
"Amin..."
Mereka pun berpelukan.
SELESAI..........
............................ ................
Terima kasih yang sudah selalu dukung cerita saya ini.
Mohon maaf, cerita ini masih banyak kekurangannya. Saya selaku pengarang cerita sangat sadar akan tulisan saya ini yang masih banyak salahnya. Maka dari itu saya memutuskan untuk menyelesaikan cerita ini. Dan insyaallah jika ada kesempatan, saya akan menulis ulang cerita ini dalam kalimat yang lebih baik lagi. Terima kasih semua......
Jangan lupa juga mampir di ceritaku yang berjudul 'Kisah Cahaya'.
__ADS_1
SAYA MENYATAKAN CERITA PERTAMA SAYA INI (MAMAH UNTUK AIRA) TELAH SLESAI PADA HARI SENIN 3 JULI 2023.