Mantan Jomblo

Mantan Jomblo
Pura-pura Bahagia aja lagi


__ADS_3

Sebagai penebus kemarin gagal up karena kelamaan review jadi hari ini aku udah tiga kali up ya sama yang ini.


Kalau mengikuti cerita ini dari kawin gantung atau mungkin lupa siapa dan bagaimana hubungan Dodit dengan Dina silahkan di cek part bagian belok 🤭


Selamat menikmati kebahagiaan Dodit-Dina versi othor. 😂


******


Entah apa yang ada di dalam benak pria yang baru saja mengucap ijab qobul untuk ku. Bagaimana dia bisa ada di kamar rawat babeh? Seperti nya Bu Sobariah yang merupakan ibu dari pasien di sebelah bilik ruang kamar babeh tidak pernah mengenalkan dia sebagai sanak keluarganya deh.


Hm, mana dia kini datang tanpa perlu suguhan kemenyan pula.


Si al. Aku tahu kini di dalam hatinya pasti sedang memaki nasib si al yang tiba-tiba menghampirinya dengan menikahi aku.


Konyolnya dia bahkan sampai pingsan saat di tanya keseriusannya menikahi ku oleh Babeh. Belum sempat aku menyeretnya untuk keluar dari kamar rawat inap dan memarahi sikapnya yang begitu lancang masuk kamar ini begitu saja. Kenapa bukan kabur aja sih? Lemah banget jadi cowok!


Aku pusing melihat bagaimana Ibu Sobariah bak pengganti Mama yang wara Wiri menghubungi sana sini dan menyiapkan segala keperluan pernikahan ini dengan bantuan dokter Emran yang ternyata adalah keponakannya dan praktek di rumah sakit ini.


Proses lobi sana sini itu begitu hebat menghadirkan sebuah acara akad nikah sederhana namun masih sempat memikirkan hal esensial untuk syarat sah pernikahan. Ah iya, suami Bu Sobariah kan penghulu ya pantesan terampil banget menyiapkan semuanya.

__ADS_1


Sayangnya baik aku maupun dia sama-sama tidak mampu berbohong kalau tidak ada rasa cinta di antara kami. Ya iya lah Malih, terakhir ketemu aja abad sebelum Masehi itu juga dia masih pacaran sama si Rosa gebetan sejuta umat. Cewek yang menurut ku gak cantik tapi katanya mampu membuat suasana ceria siapapun. Ck.


"Hayuk atuh mempelai perempuan nya cium tangannya suami. Udah SAH sekarang." Ucap pak penghulu yang memang sejak tadi begitu gencar menggoda.


Aku terpaksa menuruti ucapan nya dengan senyum penuh keterpaksaan. Wajah itu pun terlihat datar tak seperti biasanya. Ah, iya terakhir aku melihatnya kan saat wisuda kelulusan SMA. Alamat bakalan geger dunia per Lambean SMA Bunga Bangsa nantinya kalau sampai mereka tahu kabar pernikahan ini. Tidak akan aku biarkan!


"Sekarang neng Dina bisa berbagi semua keluh kesahnya sama suami jangan di bawa mewek sendiri," seloroh Ibu Sobariah.


Hm, sabar Din. Pasang senyum semanis mungkin siapa tahu laku jadi bisa selebgram.


Semua penghuni ruangan ini terlihat begitu bahagia menjadi saksi pernikahan kilat tak terduga aku dan dirinya.


Duh, dia udah putus belum ya sama Rosa? Males aja kalo pake war segala, mana posisi ku salah besar lagi ini main seenaknya nyeret dia ucap ijab qobul. Huh! Itu biar jadi urusan belakangan aja deh.


"Iya Bu," terpaksa Aku mengiyakan saja daripada jadi rame. Biarlah setelah ini akan aku kembalikan lagi uang ini kepada pemiliknya.


Babeh terlihat begitu cerah ceria tak seperti biasanya. Senyum dan canda tawa pun begitu menghiasi wajahnya. Tak terasa air mata ini menetes melihatnya.


"Ini lap air mata loe," ucap Dodit sambil memberikan tisu tanpa memandang ke arah Dina.

__ADS_1


Dodit risih melihat Dina sejak tadi hanya menangis saja, ya walaupun mungkin orang lain menganggap Dina menangis karena terharu sebagai pengantin baru yang melepas status single.


"Thanks." Dina menerimanya lalu ia seka air matanya pelan-pelan, khawatir makeup nya luntur.


"Tuh kan manis bener kek gulali baru mewek terharu aja udah ada yang kasih tisu. Manten baru emang bikin iri dah ah." Sobariah kembali mengganggu pasangan pengantin baru itu.


"Ma, udah yuk kita pulang. Aku masih belum fit banget." Safe'i sang anak yang baru sembuh dari DBD mengajak Sobariah pulang.


"Iya Ma, jangan di godain mulu nanti kita kepengen lagi. Hehehe." ucap Ramli, suami Sobariah.


"Kepengen apa?" Sobariah menaikkan satu alisnya.


"Kepengen ngulang ijab qobul lagi. Gemeter gimana gitu tadi liatnya. Hehehe." Ramli menimpali.


"Weh, itu mah cukup sekali aja jangan ampe ketagihan," protes Sobariah.


"Hahaha siapa tahu mereka nanti gelar acara lagi lebih besar mah gak apa-apa, Ma," sahut Ramli.


"Pak Ramli... Tolong bantu ya agar pernikahan anak saya sah juga di mata hukum." Rojali meminta bantuan Ramli.

__ADS_1


"Beres dah kebetulan itu lurah tempat tinggal mantu bapak Rojali juga sohib ane jadi gampang urus surat keterangan numpang nikahnya. Nanti tinggal ane ajuin ke KUA." Ramli menunjukkan jempolnya ke atas.


"Nak Dodit, jangan kaku ya." Ramli masih sempat menepuk bahu Dodit sebelum berlalu meninggalkan ruangan itu.


__ADS_2