
Foto pernikahan yang dipamerkan Dodit di gc mantan jomblo tentu saja akan membuat para anggotanya terkedjoed luar biasa. Berikut ini hasil investigasi dadakan othor ke rumah masing-masing anggota mantan jomblo.
Kediaman Jodi dan Rara
Tring
Bunyi notifikasi chat masuk di ponsel milik Jodi yang baru selesai membuat susu formula untuk anaknya. Jodi yang kebetulan menyimpan ponselnya di saku sedikit penasaran akan isi dari chat yang masuk sehingga membuatnya membuka gc mantan jomblo. Dan, ia mengerjapkan kedua matanya berulang kali demi memastikan bahwa foto yang baru saja ia lihat adalah nyata adanya.
"Ya Allah... kamu di tungguin sama anaknya yang mau nyusu ini kenapa malah... kamu abisin ya susunya?!" Pekik Rara tak mengira akan kelakuan aneh suaminya ini. Ya, sedari tadi ternyata Jodi tanpa sadar telah menenggak habis susu formula anaknya!
"Sayang, kamu kenapa sih? Kok mukanya pengo gitu?" Rara makin kesal melihat ekspresi wajah Jodi yang tak memberikan respon apapun akan tegurannya barusan.
"Ih, ngeselin deh. Kamu lagi lihat apaan sih di hape? Aku ngomong malah di cue..." Rara melanjutkan omelannya namun terhenti ketika matanya tanpa sengaja melihat foto pernikahan Dodit dan Dina.
"Ja jadi yang kemarin mereka berdua itu beneran ada hubungan spesial? Ke kenapa bisa sampai nikah?" Rara bingung.
"Aku juga gak nyangka ini bocah dua bisa jodoh gini." Jodi menggelengkan kepalanya.
"Kamu gak jealous kan? mantan terindah..." Pandangan Rara berubah tajam dan tiba-tiba berubah mode menjadi singa betina yang siap menerkam Jodi bila salah menjawab.
"Gak ada istilah mantan terindah karena kalau yang terindah bagiku itu ya kamu, istriku nyang bohay, hwaaattt. Muaacchhh." Untunglah dalam situasi seperti ini mode gombal Jodi cukup menolongnya dari ancaman huru-hara istri yang cemburu.
"Yakin tuh? Dina sekarang kayaknya lebih cantik karena terawat dan masih perawan daripada aku." Rara masih senang memancing dalam air keruh.
"Astaghfirullah aladzim... sayang, mau artis paling tenar sedunia lewat depan Abang kagak bakalan Abang ladenin." Jodi mengukuhkan dirinya sebagai raja gombal bagi Rara seorang.
"Bener ye cuman aye atu-atu nye bini Abang seumur hidup." Rara setengah mengancam.
"Pastinya Sayung kuuuhhh..." Jodi hendak mengecup kening istrinya.
"Susuuuu..." Teriak Rani, putri mereka yang sejak tadi kehausan.
"Waduh!" Jodi menepuk dahinya karena susu buatan nya untuk Rani malah ia habiskan langsung dari botol susunya. Ck.
Kediaman Samudra dan Rosa
"Aduh, Sam, itu kenapa hape kamu sampai jatuh segala sih?" Maki Jamilah melihat putranya hanya terdiam ketika ponselnya terjatuh dari genggamannya.
"A, ini Jodi telepon ke hape kamu katanya gak aktif ya?" Rosa dari arah kamar menghampiri suaminya.
"Tahu nih suami kamu kenapa kok mendadak jadi patung gitu." Jamilah geram melihat Samudra berdiri bak manekin di ruang tamu.
"Aa... Kamu kenapa sayang?" Rosa menghamburkan pelukannya khawatir Samudra mendadak sawan.
"Sa, woyyy..." Teriak Jodi dari seberang. Iya, sedari tadi Jodi yang di dera rasa penasaran akan kebenaran foto pernikahan Dodit dan Dina menjadi kesal karena sang tersangka tak kunjung menjawab telepon darinya sehingga ia terpaksa menelepon satu persatu sahabat mantan jomblo nya.
"I iya Di... hiks hiks hiks..." Rosa malah menangis.
__ADS_1
"Heh, ngapa nangis loe, Sa? Sorry gue gak maksud marah sama elo..." Jodi yang tadi kesal mendadak menyesal karena mengira Rosa menangis karena ia bentak barusan.
"Hiks hiks hiks... laki gue ngapa ini dah? Masa masa dia mendadak jadi patung gini? kalo manusia salju mah ketauan ulah si Elsa tapi ini masa jadi manekin. Huaaaa hiks hiks hiks..." Tangisan Rosa meledak.
Jamilah terperangah melihat kelakuan anak dan mantunya itu. Ini kenapa bukan makin benar malah edun? Anak gue jadi patung terus bini nya cuma mewek gak jelas doang? Gak beres nih kudu panggil Mbah Jambrong. Gumam Jamilah sambil menekan keyboard di ponselnya untuk menghubungi Mbah Jambrong agar menyembur anak dan mantunya.
Kediaman Rafli dan Hilda
Kehamilan Hilda yang sudah melewati semester kedua masih sering merasakan mual yang begitu hebat tak mengenal waktu. Untuk itu lah Rafli sebagai suami siaga sudah menyediakan air perasan jeruk lemon di tumbler yang ia simpan di kulkas. Namun karena stok air perasan jeruk lemon itu sudah habis maka Rafli kini di dapur sedang membuat kembali.
Drrrttt
Drrrttt
Drrrttt
Rafli yang baru saja memotong beberapa buah jeruk lemon terpaksa mengangkat panggilan telepon dari sahabatnya, Jodi dengan tangan kiri sementara tangan kanannya masih memegang beberapa potong jeruk lemon.
"Assalamualaikum Pak Haji..." Sapa Jodi.
"Walaikum salam Pak Haji." Jawab Rafli.
"Loe udah liat GC?" Tanya Jodi tanpa basa-basi.
"Belum, ini gue lagi bikinin mu sweet heart air perasan jeruk lemon biar gak mual doi." Pamer Rafli.
"Emang ngapa dah?' Tanya Rafli yang belum mengetahui kabar membagongkan.
"Cek aja deh kalo gue jelasin ngeri bakalan ada tragedi, ujung-ujungnya gue nyang puyeng." Jodi yang baru saja kesulitan menenangkan Rosa yang menangis tanpa henti sementara Jamilah bersikeras memanggil Mbah Jambrong untuk menyembur anak dan mantunya sungguh membuat Jodi lelah.
"Paan sih? Loe mah bikin gue kepo doang tapi gak tanggung jawab." Rafli terlanjur penasaran akan ucapan Jodi.
"Bismillah dulu ya sebelum buka gc." Jodi memberi saran.
"Wah, loe kirim apaan nih di gc? Bentar gue cek sendiri dah... hmm..." Rafli mulai senam jempol mencari informasi apa yang ada di gc mantan jomblo.
"Raf, Raf...!" Panggil Jodi tanpa mendapatkan respon dari Rafli yang tanpa sadar mengunyah buah lemon tanpa rasa asam sedikitpun terlihat di wajahnya.
"Oke, fix ini udah kena sirep aji foto pengantin si Dodit. Wassalamu'alaikum warahmatullahi wabarokatuh." Jodi menutup sambungan telepon nya dengan Rafli lalu mengambil kesimpulan tanpa menunggu respon balasan dari Rafli. Jodi pun berinisiatif untuk menelepon Hilda agar menyadarkan suaminya, Rafli.
Kediaman Jomblo baru, Andri
Ada yang sakit tapi bukan terinfeksi virus yang baru saja viral kala itu, melainkan potek patah hati yang dihempaskan oleh sosok yang sudah begitu jumawa ia anggap sebagai calon istri.
Drrrttt
Drrrttt
__ADS_1
Andri mendiamkan panggilan telepon dari Jodi. Ia memang menghindari benda pipih itu semenjak Siska menghempaskan dirinya begitu saja melalui perantaraan benda itu. Lama ia berfikir tetapi ingatannya melayang ketika tanpa sadar ia mengangkat panggilan telepon dan ternyata ia tanpa sadar telah membantu Dodit dalam mengatasi rem blong di mobilnya. Ah, siapa tahu Jodi pun kali ini memang membutuhkan bantuan darinya.
"Assalamualaikum..." Jodi mengucap salam begitu mendengar nada ponselnya telah di angkat oleh sang penerima telepon, Andri.
"Walaikum salam." Jawab Andri dengan nada malas.
"Mm, Dri, loe lagi dimana?" Jodi agak hati-hati dalam berbicara kepada jomblo baru yang sedang sensitif sensitif nya itu.
"Kamar." Jawab Andri.
"Loe sama siapa?" Tanya Jodi lagi.
"Cepetan, ada maksud apa loe telepon?" Andri enggan berbasa-basi.
"Loe udah... baca gc?" Jodi agak ngeri mengucapkan pertanyaan itu.
"Males." Sahut Andri singkat.
"Oh, syukur deh." Ceplos Jodi merasakan kelegaan luar biasa. Mungkin setelah ini Jodi akan meminta Dodit untuk menghapus foto tersebut agar tidak menyakiti hati jomblo baru ini.
"Maksudnya apa?" Andri malah penasaran mendengar ucapan Jodi.
"Ah kagak ngapa-ngapa kok. Suwer deh..." Jodi berkelit.
"Siska nyebar undangan? Si al gue cuman jadi mainan." Maki Andri.
"Eits, tenang bro. Gue gak tau dan gak mau tau kabar apapun tentang doi." Solidaritas sesama sahabat mantan jomblo membuat Jodi juga merasakan kesal dan amarah juga untuk Siska sehingga enggan mengetahui hal apapun mengenai Siska.
"terus ada apaan di gc?" Cecar Andri.
"A em... nganu..." Jodi kalang kabut untuk menjelaskan.
"Basi loe." Umpat Andri.
"Dri, di sekitar loe gak ada benda tajam apapun kan? posisi loe juga pastikan di kasur aja ya bro. relaks, kalem aja bro anggap aja lagi di pantuy." Jodi ingin memastikan keselamatan sahabatnya itu dengan memberikan sugesti positif.
"Ba cot." Andri kesal mendengar nya karena ia sudah menebak kalau Jodi dalam kondisi ingin menyampaikan kabar buruk baginya.
Perlahan jemari kekar itu membuka aplikasi chat gc mantan jomblo seraya mengucapkan bismillah dan menarik nafasnya kasar.
Daaannn...
Andri yang melihat foto kiriman Dodit itu langsung meringkuk di pojokan kamarnya bak anak perawan patah arang.
******
Sekian dan terima gajih
__ADS_1