Mantan Jomblo

Mantan Jomblo
Lamaran


__ADS_3

Seusai menghadiri upacara bendera versi keinginan ibu hamil muda, mereka semua menghabiskan waktu untuk makan siang menjelang petang di kantin sekolah. Rupanya sejak tadi pagi Dina sudah mengajukan izin kepada kepala sekolah dan dewan guru dengan di bantu oleh Bu Lala, guru BK yang dulu menjadi teman curhat Dina kala ia masih memakai seragam putih abu-abu.


Ternyata Dina juga berteman akrab dengan anak sulung Bu Lala semasa kuliah di universitas yang sama. Komunikasi keduanya tetap terjalin erat karena Dina menemukan sosok Mama dalam diri Bu Lala. Karena itu, mengetahui Dina ternyata sudah menikah dengan Dodit jelas merupakan suatu kejutan luar biasa mengingat bagaimana drama mereka dulu semasa sekolah.


"Duh, kalian ini kayaknya cocok jadi pemain sinetron ikatan hati sejak SMA." Ledek Bu Lala.


"Bu, nama saya bukan Andin, tapi Dina." Sahut Dina.


"Semoga gak ada Elsa ya di kehidupan pernikahan kalian." Doa Bu Lala.


"Amiin... makasih doanya Bu." Ucap Dina.


"Dit, kamu kenapa diam saja? gak senang ya silaturahmi kesini?" Tegur Bu Lala melihat Dodit hanya terdiam sejak dia datang.


"Maklum Bu, calon bapak jadi banyak pikiran." Sahut Andri.


"Eh, Andri... tumben kamu nyaut... ada perkembangan ya kamu gak terlalu pendiam banget kayak dulu." Ucap Bu Lala yang masih mengingat tabiat anak muridnya yang sudah menjadi alumni.


"Ada pawang nya Bu sekarang..." Sindir Dina.


"Pawang?" Ulang Bu Lala.


Dina tidak bersuara tetapi gerak matanya mengarahkan Bu Lala ke tempat duduk Siska.


"Eh Masya Allah... ternyata jodoh kalian pada sesama alumni ya... reuni mulu sih... Hehehe..." Gurau Bu Lala sambil tertawa.


"Iya Bu, untunglah reuni nya pas status masih sama-sama singel jadi masih aman gak ada yang marah." Seloroh Dina.


"Nah iya bener... Ibu kira tadi nya tuh kamu jodoh sama anak Ibu, si Reza." Ceplos Bu Lala.


Dodit yang sejak tadi mematung kini melirik penuh cemburu ke arah istrinya. Siapa tuh Reza? baru denger... Gumam Dodit.


"Ah, Ibu kalo Bang Reza mah kebanyakan syuting jadi sibuk." Canda Dina.


"Ya maklum lah namanya juga kameramen film indie jadi gak jelas kapan dia jam kerja nya." Aku Bu Lala.


"Iya jodoh emang rahasia gak ada yang tahu." Ucap Bu Lala sambil menganggukkan kepalanya.


Puas berbicara dan temu kangen dengan Bu Lala dan semua guru yang sempat mengajar mereka saat masih sekolah akhirnya mereka berpamitan.


Mereka pun berpamitan dan ketika hendak memasuki mobil, Andri berucap,


"Ekhem, sorry ganggu waktunya sebentar. Jujur kita gak ada yang pernah nyangka kalo hari ini bisa kumpul disini..." Andri tampak gugup


"Muter aja loe mau ngomong apaan?" Potong Dodit yang sedang malas.


"Humm, gue mau minta bantuan loe sama Dina buat bantu lamarin Siska." Pinta Andri to the point.


"Hah? serius? selamat ya Sis..." Pekik Dina kegirangan dan langsung memeluk Siska yang sedang salah tingkah.


"Beib, kamu kenapa sih dari tadi diam aja? gak ikhlas banget sih ngelakuin ini buat aku." Sungut Dina sambil melipat kedua tangannya di da da.

__ADS_1


"Huft, bee... aku tuh sempat mikir hal buruk yang menimpa kamu tahu gak..." Keluh Dodit.


"Maksudnya gimana?" Dina penasaran dengan ucapan suaminya.


"Kacau laki loe tuh ampe bonyok sepupunya di kira loe hilang di culik orang."


"Serius? duh, jadi terharu aku ngerasa di anggap penting sama kamu." Dina bergelayut manja dengan suaminya.


"Woyyy... jadi pada mau bantuin gue gak?" Pekik Andri yang kepanasan melihat kemesraan pasutri tak tahu malu dihadapannya.


"Kamu beneran mau lamar aku?" Tanya Siska dengan wajah memerah.


"Seribu persen aku yakin." Jawab Andri penuh keyakinan.


"Anjaaaayyy... keren bener calon suami nya Siska." Ledek Dina diiringi tawa berderai-derai.


"Bee, inget baby ah jangan kelewatan ketawanya." Dodit mengingatkan.


"Amit-amit ya dek, jangan mirip Mama kamu." Siska mengusap-usap perut Dina.


"Wah, loe mau sukseskan gak nih lamarannya?" Tantang Dina sengaja menggoda Siska.


"Ih, jangan bawa-bawa lamaran dong..." Ucap Siska malu-malu.


"Ck, kalo emang loe mau sama Andri kenapa tempo hari loe putusin?" Cerca Dodit.


"Beib, Siska itu uji ketahanan malangan si Andri." Sahut Dina.


"Iya terus apa bedanya sama sekarang? Mpok loe juga belum nikah kan?" Cecar Dodit tak ingin sahabatnya terluka kembali.


"Gue... gue kali ini akan perjuangkan hubungan gue sama Andri..." Ucap Siska yang mendapatkan tatapan penuh cinta dari Andri.


"Anjaaaayyy... dalem bener tatapan nya, bang!" Pekik Dina melihat keduanya.


Andri tersadar lalu berucap, "Oke, sekarang gue anter Siska pulang dulu ya biar nanti bada isya kita kesana? kalo emang di terima baru nyokap sama Ade gue di kampung gue ajak buat lamaran resmi nya." Ungkap Andri lugas.


"Asiyaaaap akang gendang..." Seru Dina.


"Bee..." Protes Dodit.


Dina menghambur ke dalam pelukan suaminya karena tak ingin mendapatkan teguran lagi.


Akhirnya mereka menjalankan rencana sesuai keinginan Andri. Acara lamaran sederhana itu pun mendapatkan dukungan dari Rojali dan Jaka yang ikut senang dapat makan gratis.


Singkatnya, bada isya para pendukung Andri yang di sponsori oleh pasutri gaje Dodit dan Dina berhasil mengajak serta para mantan jomblo untuk datang meramaikan rumah Siska.


"Mak, itu rame banget nyang kemari? Sis, kata loe cuman Andri sama temennya?" Sandra terperangah melihat jejeran mobil yang memasuki halaman rumahnya bahkan ada yang numpang parkir di rumah tetangga yang memiliki halaman luas.


"Iya itu semua temannya Andri sama gue, Kak." Ucap Siska.


"Hah? gi la pada ngeleseh dong... tiker kurang nih..." Sandra panik karena tamu tak diundang nya melebihi kapasitas perkiraannya.

__ADS_1


"Assalamualaikum..." Dodit dan Dina mengungkapkan salam.


"Walaikum salam... eh, Masya Allah... banyak bener ini katanya belum resmi mau lamaran tapi banyak bener rombongannya." Kali ini Rohana, Emak dari Siska yang keheranan.


"Iya Bu sengaja biar di terima lamarannya." Gurau Dina sambil memasang senyuman nya.


"Eh, aduh maaf ya ini anu seadanya tempat ini." Rohana dan Sandra panik.


" Santai aja Bu... kita biasa standing party jadi gak masalah kok berdiri." Ucap Jodi dengan sungkan.


"Wah, beneran gak enak ini saya..." Rohana basa-basi.


Para tamu tak di undang itu pun sadar diri dan tidak menuntut untuk bisa duduk karena tujuannya bukan numpang duduk melainkan agar menunjukkan support besar mereka untuk jomblo terakhir di keluarga besar mantan jomblo, Andri dan Siska.


"Ekhem, jadi tujuan kite semua ini seperti yang sudah diketahui semuanya ingin melamar pujaan hati sahabat menantu saya, Andri yaitu Nak Siska untuk dijadikan istrinya yang akan menjadi pendamping hidupnya." Ucap Rojali selalu orang yang paling di tua kan dalam rombongan Andri. Sebelumnya dia telah berpanjang lebar berbasa-basi membuka obrolan dengan tuan rumah.


"Duh, saya berterima kasih nih atas kedatangan semua keluarga besar Andri yang saya tidak sangka serius ingin menjalin hubungan dengan anak saya. Huft, jujur ya saya tidak keberatan sama sekali dengan maksud nak Andri yang ingin meminta anak saya sebagai istrinya. Tapi... saya... saya..." Rohana enggan mengutarakan isi hatinya karena takut menyinggung perasaan Sandra.


"Mak, Sandra gak keberatan kok kalo Siska duluan yang nikah." Ucap Sandra tulus.


"Ta tapi... loe cewek... emak kagak mau..." Rohana kurang sependapat dengan Sandra.


"Saya bersedia menerima nikah dan kawinnya Sandra binti Sueb dengan mas kawin batu Akiko cincin yang saya pakai." Ucap Jaka yang sejak tadi memang terkesima memandangi satu-satunya perempuan yang mampu menggetarkan hatinya.


"Heh! inget ya kamu itu murid saya di tempat les jadi gak mungkin saya mau sama kamu!" Hardik Sandra yang spontan menolak Jaka


"San..." Rohana menepuk lutut anaknya agar tidak sembarangan berbicara.


"Maaf tapi emang saya jatuh cinta dari dulu sama Miss Sandra. Belah lah da da ku yang hanya terukir nama mu seorang..." Jaka menyodorkan da da nya ke arah Sandra


"Apa sih bocah!" Sentak Sandra


"Kamu serius, nak? kalian kan beda usia..." Tanya Rohana.


"Usia tidak menjamin kedewasaan, Bun." Tegas Jaka yang membuat semuanya terbelalak.


"Jak, ini ngapa babeh jadi loe paksa ngelamar anak orang tanpa persiapan?" Bisik Rojali yang kebingungan dengan kelakuan putranya.


"Beh, aye cuman mau nikah sama Miss Sandra. Apapun akan aye lakukan demi bisa jodoh sama cinta aye..." Rengek Jaka.


"Hmm, oke deh emak kasih waktu setahun nak Jaka buat buktikan kesungguhan niatnya sama anak pertama saya, Sandra." Di luar dugaan Rohana malahan memberikan kesempatan kepada Jaka untuk mendekati putri pertamanya.


"Mak..." Sandra tak terima keputusan Rohana.


"Makasih emak mertua." Jaka langsung mencium punggung tangan Rohana.


"Ini sebenarnya siapa mau ngelamar siapa?" Tanya Dina kepada semua orang.


"Jadi intinya saya terima lamaran nak Andri untuk menikahi Siska dan menerima niat baik nak Jaka untuk menunjukkan keseriusan nya mendekati Sandra." Rohana memberikan keputusan.


"Gimana saksi?" Tanya Dina.

__ADS_1


"Sah... sah..." Sahut semua orang yang hadir.


__ADS_2