
Meeting intern pagi ini berlangsung alot mengingat agenda acaranya adalah mengenai peluncuran produk makanan sereal yang akan dilakukan bulan depan. Produksi nya sendiri baru akan di mulai minggu depan.
"Setelah meeting hari ini kami dari bagian produksi akan langsung mulai memproduksi makanan sereal ini." Jelas Tedjo, kepala produksi perusahaan Anti Gagal.
"Tunggu, kenapa harus terburu-buru untuk kita produksi?" Sela Dodit santai.
"Maaf, Pak, kita tidak bisa menunda waktu agar tidak ada kendala ke depannya." Tedjo tetap dengan pendiriannya.
"Sejauh ini sudah berapa banyak yang diproduksi?" Tanya Dodit dengan memegangi dagunya.
"Untuk saat ini bagian produksi baru membuat sampel yang akan kita gunakan saat promo bulan depan." Lapor Tedjo.
"Hm, oke biar tidak ada kendala ke depannya mulai besok kita semua wajib sarapan menggunakan makanan sereal produk baru kita." Ucap Dodit penuh ketegasan sambil menatap seluruh peserta meeting yang ada di ruangan.
"Pak, ke kenapa harus kita yang..." Tedjo memucat wajahnya.
"Lho, kenapa kamu ketakutan seperti itu? ini produk baru kita dan jika nantinya sukses tentu akan mengangkat nama baik perusahaan kita." Ucap Dodit dengan ekspresi datar.
"Ta tapi..." Tedjo kesulitan mengeluarkan kata-kata nya.
"Apa ada kendala di bagian produksi, Pak Tedjo yang terhormat?" Andri ikut bicara karena merasakan ada keanehan dalam sikap Tedjo.
Semenjak Andri menjadi asisten pribadi Dodit di perusahaan memang ia lebih menakutkan daripada bos besar nya sendiri karena selain tak bisa berbasa-basi ia juga langsung bertindak tegas, tentu nya dengan lebih dahulu berunding bersama Dodit.
__ADS_1
"Ti tidak..." Tedjo gugup.
"Ada baiknya bapak mengaku saja dalam meeting kita ini apa yang membuat anda keberatan dengan usulan Direktur kita?" Desak Andri dengan tatapan mata elangnya yang terasa menusuk bagi Tedjo.
"Dri, tolong telepon bagian produksi untuk membawa sampel makanan sereal yang sudah ada untuk kita makan bersama sekarang." Dodit memerintahkan Andri agar bertindak.
"Pak..." Tedjo menggelengkan kepalanya.
Dua puluh menit kemudian datang lah salah satu karyawan bagian produksi untuk membawakan sampel makanan sereal produk terbaru.
Andri bergerak cepat dengan mengambil mangkuk yang telah disiapkan sebelumnya oleh petugas pantry. Setelah itu satu persatu ia berikan sereal pada setiap mangkuk nya.
"Hum, ini produksi baru atau tahun lalu, Pak Tedjo? warna nya beda dan bau nya tengik." Dengus Dodit sambil mencium sereal yang diberikan oleh Andri tanpa ada niat sedikitpun untuk mencoba memakannya.
Dodit memukul meja dengan keras lantaran kesal tidak mendapatkan jawaban apapun dari Tedjo. Sebenarnya melalui cctv yang selalu dilaporkan oleh Andri dirinya sudah mengetahui adanya indikasi kecurangan dengan mencampurkan bahan makanan yang tak seharusnya di campur dengan bahan makanan tersebut.
Setelah mengamati lebih jelas dan melakukan penyelidikan secara tersembunyi akhirnya diketahui bahwa Tedjo dan team penyusup nya telah sengaja memasukkan campuran BHA (Butylated hydroxyasinole) dan BHT (Butylated hydroxtoluene) yang berfungsi untuk mencegah minyak dalam makanan teroksidasi sehingga warnanya berubah dan rasanya menjadi tengik.
Efek samping penggunaan BHA dan BHT adalah dapat meningkatkan resiko sakit kanker, berdampak buruk bagi sistem saraf otak, hingga menghambat pertumbuhan.
Andri berjalan menuju pintu ruangan tersebut lalu masuk lah beberapa aparat penegak hukum masuk ke dalam ruangan. Salah seorang di antara mereka memberi salam dan meminta izin atas laporan Dodit untuk menangkap Tedjo dan teamnya.
"Pak, pak ini tidak bisa seperti ini... saya hanya menjalankan tugas..." Tedjo panik dan hendak mengindari untuk di borgol tangan nya.
__ADS_1
"Untuk itu lebih jelasnya lebih baik Pak Tedjo jelaskan nanti di kantor polisi karena tadi Pak Dodit tanya bapak tidak menjawab." Ucap Andri sambil mempersilahkan aparat penegak hukum untuk menangkap Tedjo.
Akibatnya meeting terpaksa dibubarkan karena Dodit dan Andri lebih memilih untuk menyelesaikan masalah ini terlebih dahulu ketimbang terburu meluncurkan produk terbarunya.
Berita penangkapan Tedjo kini telah sampai di telinga Panji dan Bambang dan mereka langsung meradang di sertai geraman kesal.
"Panji, bagaimana bisa terjadi kejadian seperti ini?" Bambang meluapkan emosinya melalui sambungan telepon dengan Panji.
"Um, Panji sudah bayar mahal dia jadi semoga saja dia tidak menyebutkan nama kita." Panji memelankan suaranya mengingat dirinya kini sedang bersama Yola di rumah utama keluarga Eyang Soeroso.
"Semoga kamu bilang! tidak boleh ada semoga tapi dia harus tidak menyebutkan nama kita!" Bentak Bambang yang terdengar menyeramkan.
Wajah Panji berubah kecut dan melirik salah tingkah ke arah Yola yang duduk dihadapannya. Raut wajah itu jelas saja mengundang pertanyaan bagi Yola untuk bertanya.
"Mas Panji kenapa?" Yola bertanya lembut.
"Heh, kamu sedang bersama Yola?! anak tidak tahu diri pantas saja rencana kita selalu gagal karena kamu sibuk pacaran daripada bekerja!" Maki Bambang.
"Pak, sa saya sudah mau kembali lagi ke kantor." Ucap Panji yang tak ingin berlarut mendapatkan omelan dari Bambang.
"Dasar anak tidak berguna! Selesaikan masalah ini sebelum Soeroso menghukum kita!" Bentak Bambang sebelum setelah nya dia menutup sambungan telepon nya.
"Mas, kamu kena marah Pakdhe lagi ya?" tebak Yola yang merasa bersalah telah menjadi penyebab Panji mendapatkan omelan.
__ADS_1
"Dek, mas ke kantor lagi ya?" Panji yang biasanya menenangkan Yola seraya berkata bahwa semuanya bukanlah kesalahan Yola kini malah langsung pamit pergi meninggalkan Yola dengan rasa bersalah nya.