
Kamu tahu hal yang paling menyebalkan tetapi sering terjadi dalam kehidupan sehari-hari itu apa?
Basa-basi
Ada sebagian orang yang menyukai aktivitas itu. Namun, ada pula sebagian orang pula yang amat sangat membenci aktivitas itu.
Salah satunya aku.
Interaksi memang sangat dibutuhkan, tetapi untuk berbasa-basi apalagi untuk hal yang tidak perlu dipertanyakan sebenarnya sedikit annoying.
Contoh pertanyaan awam yang sering ditanyakan kepada makhluk penyendiri alias jomblo akut seperti dirinya adalah kapan punya pacar?
Setelah punya pacar, yang ditanyakan adalah kapan menikah? Lalu setelah menikah yang ditanyakan adalah kapan punya anak?
Kenapa gak sekalian nanya kapan mati?
Aku akui saat ini tengah berada dalam fase terendah dalam hidup ku dimana satu-satunya perempuan calon masa depan ku, Rosa menikah dengan sahabat baikku, Samudra. Jelas saja aku masih sulit untuk bangkit dan menata hati ini agar bisa kembali pulih dan tidak merasakan terluka saat melihat mereka bahagia. Tetapi serangkaian pertanyaan dan perjodohan dengan alasan agar aku bisa move on hampir ditanyakan setiap hari oleh setiap berbagai macam jenis manusia.
Hidup itu berproses, banyak orang tidak tahu mungkin saja pertanyaan basa-basi seperti itu mampu menyakiti hati orang lain.
"Loe kenapa sih Dit mempersulit keadaan kita berdua aja? Kalau loe mau pedekate sama Kak Sandra kan status jomblo loe lenyap dan kita bisa nikah masal biar seru hidup kita." Andri mengerahkan seluruh kemampuannya untuk membujuk Dodit agar tergerak hatinya mendekati Sandra.
__ADS_1
"Kenapa bukan loe aja yang pedekate sama Sandra? Keren tahu nanti loe bisa viral terus bikin deh judul sinetron ikan terbang aku nikah sama Kakak beradik cantik." Sinis Dodit. Ia sudah lelah menanggapi ocehan Andri yang semakin bawel kala membujuk dirinya menyelesaikan solusi pribadinya
"Ck, gila aja loe perasaan gak bisa loe atur seenaknya." Andri menolak ide absurd Dodit.
"Nah loe tahu itu." Sahut Dodit membalas ucapan Andri sebelumnya yang tak berperasaan.
"Emang apa sih hebatnya Rosa? Cantik sih tapi masih jauh cantik Siska." Andri membandingkan kekasihnya dengan Rosa.
"Cih, bucin." Dengus Dodit.
"Sah aja lah daripada loe bucin sama bini orang." Ketus Andri seperti biasanya.
"Huft, seandainya perasaan tuh bisa di remot gue mau banget beli tuh remot biar gue delete nama dia disini. Sakit, Dri." Curhat Dodit seraya menunjukkan dadanya dengan lebay.
Sudah tiga bulan terakhir ini mereka saling curhat dan lebih dekat daripada ketiga sahabatnya yang sudah berkeluarga dan sibuk dengan urusannya masing-masing.
Andri seusai bekerja di kantor memilih menghabiskan waktunya di basecamp mereka, bengkel mantan jomblo bersama Dodit yang juga kini membuka lapak berjualan roti di tempat yang sama dengan menggunakan mobil inventaris bengkel mantan jomblo. Jodi Samudra dan Rafli setiap hari rutin memaksa Dodit untuk menitipkan sebagian roti kangen mantan miliknya untuk kemudian di titipkan ke kantin kantor mereka masing-masing.
"Bang, mau beli roti kangen mantan nya dong." Seru seorang perempuan paruh baya mengenakan hijab serta masker diwajahnya.
"Eh Bu haji udah pulang umroh ya?" Sahut Dodit berusaha ramah dengan pelanggan nya.
__ADS_1
"Kagak bang." Suara sang Ibu pembeli itu terdengar lirih.
"Eh iya ya di tipi kan lagi rame di bahas." Dodit mengiyakan ucapan pelanggannya.
"Iya mana anak saya udah nabung tujuh tahun biar bisa ajak saya sama mertuanya dia umroh bareng sama cucu saya segala." Sang ibu menyambung curhatannya.
"Sabar ya Bu. Semoga secepatnya bisa melanjutkan rencana umroh nya sekeluarga." Dodit menenangkan pembelinya.
"Makasih doanya, bang." Ucap sang ibu.
"Jadi mau beli roti kangen mantan nya berapa Bu?"
Semuanya aja deh biar sekalian saya mau sedekah ke masjid." Sang Ibu memborong semua sisa dagangan Dodit.
"Subhanallah... baik bener si ibu. Saya diskon deh biar kecipratan pahalanya." Dodit menawarkan diskon untuk pembelian rotinya.
"Alhamdulillah... makasih ya bang. Saya doakan semoga Abang lekas dapat jodoh biar gak kangen mantan terus." Doa sang ibu yang begitu mengena di hati Dodit.
Duh, ngapa bahas jodoh? Dodit menghela nafasnya kasar.
*****
__ADS_1
**Up tipis-tipis
Jan lupa bahagia biar imun terjaga**