Mantan Jomblo

Mantan Jomblo
Surprise


__ADS_3

Penat seharian bekerja tak membuat Dodit melupakan istrinya yang menyambut kedatangan nya di ruang tamu. Sosok itu bahkan sudah terlelap di sofa dan menurut si mbok Darmi sejak sholat isya Dina tetap setia menunggu kepulangannya di tempat itu.


Hatinya menghangat mendapatkan perhatian sedemikan rupa dari istrinya. Dodit mendekati Dina lalu mengecup lembut keningnya. Lama ia pandangi wajah Dina yang semakin cantik di matanya. Ketika Dodit hendak menggendong istrinya itu malah terkejut dan mendadak bangun dari tidur lelapnya.


"Hngh, Beib... kamu udah pulang?" Sapa Dina begitu memastikan sosok yang menggendongnya kini adalah suaminya.


Mendengar panggilan Beib yang terucap dari bibir mungil istrinya membuat senyum Dodit melebar hingga menampilkan senyuman yang tak pernah ia perlihatkan kepada orang lain.


"A aku bisa jalan sendiri kok... kasian ah kamu baru pulang kan pasti capek." Dina bermaksud untuk melepaskan dirinya agar di beri kesempatan untuk berjalan sendiri.


"Sstt... aku lagi mau ngasih kamu hadiah gendongan spesial suami ganteng buat istri yang setia menunggu aku pulang." Dodit mengeratkan genggamannya agar upaya Dina untuk turun dan berjalan sendiri urung dilakukan.


"Hmm, cheesy banget sih kamu..." Ucap Dina sambil mencubit pipi Dodit.


"Aw, sakit, bee..." Dodit meringis setelah mendapatkan cubitan kecil di pipinya.


"Kayaknya pipi kamu sebelumnya gak sekecil ini deh." Dina memfokuskan matanya melihat pipi Dodit seraya mengusap lembut.


"Hnghhhh... bee... Jan bangunin ade aku dong..." Dodit menggeram menahan rasa panas yang tiba-tiba menyerang tubuhnya.


"Ih, aku cuman elus pipi kamu doang kok." Sungut Dina mengerucutkan bibirnya.


BRAAAKKKK


Dodit menutup pintu kamarnya menggunakan kakinya dengan kencang karena sudah tidak kuat terlalu lama menahan hasratnya.


"Aaahhh... aku gak mau kalo kamu gak mandi dulu..." Dina memukuli lengan Dodit.


"Kelamaan, bee..." Protes Dodit.


"Ya udah aku gak mau." Dina langsung melipat kedua tangannya.

__ADS_1


"Bee, dosa tau gak nolak keinginan suami..." Dodit memelas.


"Kalo kamu mau mandi nanti aku yang bakalan di atas kamu tinggal terima enak, gimana?" Tawar Dina.


Mata Dodit membola seketika mendapatkan penawaran yang tidak pernah diberikan oleh istrinya itu. Tanpa membuang waktu ia langsung bergegas mandi membersihkan diri lalu kembali ke arena war.


Sesuai ucapannya tadi Dina membuktikan kemampuannya dalam bergoyang dan menaklukkan suaminya yang tak berdaya di buat meringis merem melek. Ah, terusin aja ya seperti imajinasi kalian soalnya pegel kalo ngetik bagian nganu.


Satu jam pertarungan uji kemampuan Dina pun sukses membuat suaminya tersenyum bahagia. Anehnya Dina malah tersipu malu ketika menyadari kekhilafan nya terlalu aktif war barusan.


"Bee, makasih ya..." Ucap Dodit setelah ia bisa mengatur nafasnya yang memburu.


"Ugh, malu ih..." Dina menutup wajahnya menggunakan selimut.


"Ahahaha... bee, kenapa malu? kamu harusnya bangga tadi keren banget aksi kamu..." Ledek Dodit.


"Pamali ih, ngomongin gituan..." Dina menyumpal mulut suaminya agar tidak semakin membuatnya gerah dan malu.


"Kantor? ih, di kasur kok bahas kantor? Umm, aku punya surprise buat kamu." Dina teringat sesuatu.


"Maaf, bee... please, jangan marah dong...," Dodit mengira Dina marah kepadanya.


"Aku enggak marah tapi mau kasih unjuk sesuatu sama kamu." Sanggah Dina.


"Besok pagi aja deh sekarang kita bobo aja yuk?" Ajak Dodit seraya memeluk tubuh istrinya dari belakang.


"Bentaran doang, please... kamu bakalan nyesel nanti kalo aku gak kasih tahu." Ucap Dina.


"Hmm, bentaran doang ya, janji?" Dodit mengajak istrinya untuk saling menautkan jari kelingkingnya bak anak kecil yang saling berjanji.


Dina menuruti kemauan suaminya itu lalu berjalan perlahan menuju nakas dan mengambil sebuah kotak kecil yang langsung diberikan suaminya.

__ADS_1


"Apaan ini, bee?" Tanya Dodit setelah mengambil kotak kecil yang diberikan istrinya.


"Buka aja sendiri pelan-pelan..." Ucap Dina yang dalam hatinya berdebar menunggu reaksi apa yang akan dia terima nantinya.


Dodit mengocok kotak kecil itu berharap akan mendapatkan petunjuk mengenai apa isinya. Kertas kado yang menutupi bagian kotak kecil tersebut pun mulai dilepaskan oleh Dodit.


Wajah Dodit menunjukkan ekspresi lucu dimana ia begitu terperangah membuka lebar mulutnya setelah membaca keterangan pada alat itu. Ada garis dua tertera dalam testpack digital yang diberikan oleh Dina.


"Ka kamu... hamil?" Tanya Dodit tetap dalam ekspresi wajah terkejut.


"Iya sebenarnya aku pengen banget ngajakin kamu cek kandungan tapi kan kamu sibuk terus..." Aku Dina yang kembali duduk disebelah suaminya.


"Besok pagi kita cek kandungan. Aku bakalan nyuruh Andri handle semua urusan kantor." Ucap Dodit yang langsung terpikirkan untuk melimpahkan pekerjaan nya kepada Andri.


"Beneran? asyikkkk..." Dina berseru kegirangan.


"Iya, sayang ku, cinta ku, ibu dari anak-anakku..." Gombal Dodit sambik menghujani ciuman di setiap jengkal wajah istrinya.


"Umm, kamu ada keinginan pengen punya anak laki atau perempuan?" Tanya Dina ingin memancing reaksi Dodit.


"Apa aja dong sayang... aku dapat anak aja udah senang banget jadi aku gak mau ngatur mau anak laki aja atau anak perempuan aja... pokoknya yang penting kamu dan calon anak kita wajib sehat." Dodit memeluk erat tubuh istrinya.


"Makasih... tadi nya aku kira karena kamu udah jadi bos besar jadi kepengen anak laki aja.." Dina terharu mendengar ucapan Dodit.


"Lho, kok nangis? Apa bagian dari kata-kata ku yang nyakitin kamu?" Tanya Dodit.


"A aku nangis bahagia..." Aku Dina yang langsung mendapatkan pelukan hangat dari suaminya.


"I love you to the moon and back.' Ucap Dodit mesra dan sukses membuat Dina kembali terperangah.


*****

__ADS_1


Met istirahat semuanya. Monmaap kemaleman update cerita ini


__ADS_2