Mantan Jomblo

Mantan Jomblo
Berantem


__ADS_3

Orang bilang katanya ilmu pengetahuan lahir karena adanya rasa ingin tahu


Tapi gue saranin jangan serba mau tahu deh


Salah-salah nasib loe di paksa nikah sama si Kunti kek gue gini


~ Dodit ~


Resmi jadi mantan jomblo tapi terpaksa


Rencana kepulangan Dodit ke kampung halamannya akhirnya di undur seminggu kemudian. Ia tak mungkin pulang ke rumah dengan mengenalkan Dina sebagai istrinya tanpa membawa buku nikah jadi terpaksa lah ia menunggu Ramli menyelesaikan semua persyaratan hingga selesainya buku nikah Dodit dan Dina.


Dodit sengaja ingin menunjukkan status pernikahan nya di kampung karena ia mulai curiga siaga satu keluarganya akan memaksa ia menikah.


Cukup sekali ia dipaksa nikah tanpa cinta. Lagian ia merasa tak memiliki kemampuan untuk beristri lebih dari satu. Tak perduli apa kata Om Ahmad Dhani yang nyanyi 'senangnya dalam hati kalau beristri dua'


Dina sendiri sebenarnya malas mengikuti keinginan Dodit yang mengajaknya pulang kampung tapi kalau Rojali sudah berbicara maka Dina tak bisa mengelak.


"Nak Dodit terimakasih ya sudah mau menjadi menantu babeh." Rojali tak henti mengucap syukur memiliki menantu seperti Dodit.


Sikap Dina yang sangat manja walaupun sudah jauh lebih mandiri dibanding saat ia masih SMA. Namun tetap saja membutuhkan kesabaran ekstra untuk menghadapinya.


Seperti saat ini Dodit sudah meminta Dina untuk mengepak pakaiannya ke dalam koper tetapi ia malah asyik menonton drama Korea di kamar.


Sampah plastik beraneka camilan serta tisu bekas berserakan di lantai. Wajah Dina juga bengkak lantaran menangisi tokoh drama yang ia sedang tonton.


Dodit yang tak mau di cap suami tukang perintah akhirnya mengambil koper hijau milik Dina. Satu persatu ia masukkan pakaian, sweater hingga perabotan pribadi Dina yang baru diketahui pemiliknya setelah ia selesai menyelesaikan maraton menonton drama Korea.

__ADS_1


"Eh, ngapain loe pegang-pegang itu gue?" Dina terkejut melihat Dodit tampak tenang melipat semua perabotan pribadinya ke dalam koper.


"Jangan pura-pura gak tahu deh kalo gue udah minta loe packing baju. Nanti sore kita pulang kampung." Dodit tak ingin berbasa-basi.


"Ups, sorry." Dina memasang wajah tak bersalah.


"Selama disana jaga sikap loe. Jangan tunjukkin kelakuan loe kek gini. Keluarga besar gue masih menjunjung tinggi tradisi. Ikutin aja tanpa banyak tanya alasannya kenapa begini kenapa begitu. Ucap Dodit sambil meninggalkan Dina yang masih bengong.


Sejak awal Dodit di paksa mengucapkan kalimat ijab qobul ia memang mendapatkan kesempatan mendapatkan pahala berlimpah lantaran sikap egois Dina yang ia kenal sejak dulu.


#FLASHBACK ON#


Dodit tertunduk lesu setelah Rosa memutuskan hubungan mereka hanya karena gosip gagal paham yang dihembuskan oleh Dina. Si Kunti itu memang begitu heboh menyebarkan kabar dusta itu hingga semua orang bahkan cicak-cicak di dinding pun tahu mengenai tragedi belok di kamar mandi sekolah.


Perutnya lapar tapi Dodit tak berselera sedikitpun menyantap nasi uduk sebagai menu sarapan menjelang siang nya hari ini. Ia sengaja memilih sendiri dan menjauh dari para sahabat mantan jomblo nya yang malah asyik menertawakan nasibnya. Mereka mengira seorang Dodit tidak serius menjalani hubungan dengan Rosa.


"Ck, Kunti." Decak Dodit semakin tak berselera makan dan ingin meninggalkan kantin jika saja ia tidak ingat nasihat si mbok di kampung yang melarang dirinya membuang makanan.


Sesuap demi sesuap ia paksakan untuk menelan makanannya. Dina yang melihat Dodit seperti itu malah bersemangat untuk memancing emosinya dengan sengaja duduk disebelah Dodit.


"Din, kenapa loe malah duduk disini?" Tanya Wina.


"Iya disitu kan masih kosong buat kita duduk." Sindi sependapat dengan Wina untuk memilih duduk di bangku yang terletak di belakang Dodit.


"Bentar doang gue cuman mau say hai sama cowok belok. Hehehe." Dina tertawa.


"Cowok belok? Kayaknya ada yang nantangin gue nih buat Test Drive." Sinis Dodit yang telah menghabiskan makanannya.

__ADS_1


"Hahaha... emang situ mampu? Palingan belum apa-apa udah keok sebelum bertempur." Dina tertawa jumawa.


"Oke deal nanti pulang sekolah gue tunggu ya di Horizon." Tantang Dodit


"Hah! Emang kantong loe mampu nantangin gue kesana?" Dina pongah.


"Terus mau loe gimana? Hmm, kayaknya UKS kosong kalau lagi istirahat gini. Hayuk kita test drive kesana!" Dodit menarik tangan Dina.


"Eh, apaan sih loe?! Lepasin!" Bentak Dina. Perlahan ia mulai takut akan ancaman Dodit yang tampak terlihat frustasi. Hell! Orang frustasi bisa melakukan hal konyol apapun kan? Otak Dina mencerna.


"Mau gue gendong model apa nih? mau ala kangguru, karung beras apa ala ala bridal style?" Dodit kini merasa di atas angin melihat wajah pucat pasi Dina yang ketakutan.


"Loe jangan macam-macam ya gue aduin sama Jodi nanti! Inget dia bakalan marah kalau loe berani sama gue!" Ancam Dina.


"Hahaha... Jodi sibuk sama Rara jadi gak bakalan dia Inget sama loe, Kunti. Kuy lah sini gue gendong." Dodit ingin membuktikan ucapannya.


Terjadilah baku hantam antara mereka yang hanya bisa disaksikan oleh sisa penghuni kantin terakhir menjelang berakhirnya waktu istirahat sekolah. Dodit memang sengaja tidak bertindak kasar karena ia memang hanya ingin menyumpal mulut Dina agar tidak sembarangan menyebarkan gosip kalau dirinya belok.



Dodit: Thor, hari ini triple up kayak kemarin?


Author: Kagak, kemarin triple up sepi yang like and komen jadi males


Dodit: Hm, padahal gue kepo gimana nasib gue berikutnya


Author: Ciyeee

__ADS_1


__ADS_2