
Saat tengah asyik bersantai di kamar, Agnese terlunjak kaget tatkala merasa getaran di tempat tidur. Ia segera mengambil ponsel untuk melihat siapa yang telah mengganggu ketenangannya. Ia mengernyit saat melihat sebuah pesan yang dikirim oleh rekan kerjanya. Padahal sekarang hari Minggu, di mana ia tidak pergi bersekolah. Hanya menunggu malam tiba untuk pergi bekerja.
Jonah:
Hei! Bisakah kau datang sekarang? Alexa mendadak sakit dan kau diminta menggantikannya sementara. Kalau kau datang, katanya kau boleh beristirahat untuk pekerjaan malam.
Agnese menghela napas panjang lalu tersenyum. Tidak apa jika akhir pekan ini ia bekerja, setidaknya malam nanti ia tidak perlu bertemu dengan pria-pria yang menghabiskan malam dengan alkohol dan perempuan sewaan. Ia segera bangkit, kemudian memilih untuk membersihkan tubuh terlebih dahulu. Apalagi ia akan bertemu dengan berbagai macam orang yang ingin menyantap makanan di sana.
Jadi, ia harus menjaga penampilan agar selera makan para pengunjung tidak berkurang bahkan hilang tatkala mencium aroma tidak sedap yang ditimbulkan oleh para pekerja. Sebagai antisipasi, ia selalu membawa parfum setiap bekerja.
Setelah mandi, Agnese segera mengambil baju kaos lengan panjang warna hitam serta celana jeans. Saat sibuk bersiap, ia mendengar dentingan ponsel yang membuat fokusnya sedikit buyar. Ia memutuskan untuk membalas pesan Jonah agar dapat bersiap dengan cepat.
__ADS_1
^^^Agnese:^^^
^^^Baiklah, aku akan datang.^^^
Selepas bersiap, Agnese tak lupa menyiapkan obat untuk Briza sebelum pergi ke tempat kerjanya yang cerdas memanipulasi seperti bunglon. Saat pagi hingga malam, tempat itu akan menjadi sebuah restoran. Namun, jika sepertiga malam akan menyambut, tempat itu berubah menjadi tempat yang menyimpan berbagai macam dosa.
Sama seperti hari-hari sebelumnya, Agnese memilih berjalan kaki guna menghemat pengeluaran. Namun, saat melihat sebuah bus berhenti di halte yang dekat dengannya, ia langsung naik karena tak ingin membuang waktu. Ia tidak ingin terlambat dan membuat kepercayaan Manager tempat itu semakin berkurang.
Saat tiba di sana, Agnese tersenyum senang tatkala melihat banyak pelanggan. Itu berarti, ia memiliki banyak waktu untuk melakukan pekerjaan yang normal. Setidaknya dalam beberapa hari, sampai Alexa sembuh. Ia berjalan menuju ruangan khusus karyawan, lalu mengambil seragam khusus, rok hitam, serta apron.
Apalagi Agnese hampir menjadi korban pelecehan salah satu pengunjung kelab malam. Untung saja ia memiliki rekan kerja yang baik hati sehingga dapat mempertahankan apa yang seharusnya dijaga dengan baik. Semenjak saat itu, ia mengalami trauma. Namun, bukan Agnese namanya jika tak pandai menyembunyikan masalah.
__ADS_1
Setelah memberi tahu pesanan pada koki yang berada di dapur, Agnese segera kembali ke depan untuk melayani pelanggan yang lain. Saat melihat salah satu pengunjung mengangkat tangan, ia segera menghampiri.
"Agnese, apa kau bisa membantuku?" tanya Jonah ketika berpapasan dengan Agnese yang ingin menghampiri salah satu pengunjung.
Agnese mengangguk. "Apa yang harus aku lakukan?"
Jonah menunjuk pengunjung yang tengah duduk di sudut ruangan sembari fokus melihat layar laptop. "Tolong kau layani pengunjung itu."
Agnese terlihat menyipitkan mata agar dapat melihat dengan jelas pengunjung yang dimaksud oleh Jonah. Setelah itu, ia tersenyum. "Baiklah."
"Terima kasih, Agnese," ujar Jonah sembari menepuk bahu Agnese sebelum kembali bekerja.
__ADS_1
Agnese menghela napas panjang lalu menghampiri pengunjung yang dimaksud oleh Jonah. “Permisi, apakah Anda ingin memesan sesuatu?”
Pengunjung itu mendongak, lalu tersenyum jahil. “Bagaimana kalau aku memesanmu?”