
... Backsound cocok for Kaila ~Saranghandago...
...♡♡♡...
Allisya, Aqila dan Kaila duduk di depan kelas. Kursi panjang seperti di taman itu membuat nyaman para siswa yang ingin cari angin sejuk.
Aqila terkikik geli. "Kai, maafin gue ya? Kemarin emang kak Javas ajak gue ke kantin,"
Kaila berpaling. "Permintaan maafmu di tolak! Ke kantin gak bilang-bilang," wajah Kaila berubah sedih. "Kenapa gue salalu sendiri? Gak ada gitu yang mau nemenin gue ke kantin?"
Kebetulan beberapa cowok yang lewat dengan serempak dan semangat '45 menjawab. "OGAH!"
Allisya dan Aqila tertawa lepas. Inilah derita Kaila.
"Kenapa? Gue cantik, putih, modelis, fashionabel, anggun, populer, bule,"
Di kelas 12 Mipa 1, Luna selalu di cuekin oleh Daniel.
"Niel. Kamu dengerin aku gak sih?" tanya Luna kesal, mengguncangkan lengan Daniel yang sibuk mengetikkan pesan entah untuk siapa.
"Chat sama siapa sih?" Luna kepo mengintip.
Daniel langsung beranjak dan memasukkan ponselnya ke dalam saku.
"Gak usah sok tau," langkah Daniel pergi.
Luna mengejarnya. "Niel! Kamu mau kemana?"
'Kelas Allisya,' jawabnya dalam hati. Masih ada perasaan dengan cewek pecinta pedas sambalado itu.
Hati Daniel merasa hangat melihat Allisya tertawa lepas dengan kedua sahabatnya itu.
Dengan langkah percaya dirinya, Daniel menyapa Allisya.
"Allisya. Apa kabar?" Daniel menyapa ragu-ragu. Ia menjaga jarak sedikit, berjaga-jaga Kaila mengamuk sewaktu-waktu.
"Sakit hati!" sahut Kaila dengan kemarahan gunung merapi.
Luna meraih tangan Daniel. "Niel, ke kantin aja yuk. Aku laper nih," rengeknya manja. Kaila yang mendengar itu sontak mual-mual.
"Biasa aja dong! Gak usah sok jijik!" Luna marah, Kaila terlalu membencinya.
"Sya, udah dibaca belum?"
Kedua alis Allisya menaut. "Apanya?"
"Chat dari aku,"
Kemana saja Daniel? Kemarin sewaktu jatuh saja Daniel tidak ada niatan untuk menolong.
"Eh, lo gak usah sok perhatian deh sama Allisya. Udah ada kak Aris!" dengan beraninya Kaila memarahi Daniel. Dan respon cowok itu hanya mengangguk patuh. Tumben, tidak ada awan, angin dan jemuran.
"Aku masih sayang sama kamu sya. Balikan yuk," semudah membalik gorengan Daniel mengajak hal sakral bagi para galaunet.
Allisya menggeleng. "Gak. Lagian kamu sendiri yang mau putus dari aku. Balikan juga percuma,"
__ADS_1
"Tuh! Telinganya di pasang! Denger kan?!" Kaila emosinya ke puncak gunung, membenci Daniel si penyebab galaunya nyonya Allisya.
"Kasih aku kesempatan sekali lagi ya sya? Aku janji gak bakalan marah-marah kayak kemarin," Daniel mengacungkan jari kelingkingnya. Anehnya Luna yang menautkan jarinya, membalas ucap janji suci itu.
"Janji? Ke Luna?" tanya Kaila terkekeh. "Sya, gak usah deh. Cowok kayak Daniel gak usah di kasih kesempatan. Gue gak mau ya lo nangis kejer cuman gara-gara buaya samudra kayak dia," tunjuk Kaila langsung tepat di wajah Daniel, Luna menepis tangannya. "Daniel bukan buaya samudra!" teriak Luna tak terima.
"Ayo guys kita migrasi dan hirbernasi imigrasi dan transmigrasi ke emm-" mulut Kaila di bungkam oleh Aqila. Sangat menyebalkan.
Allisya, Daniel dan Luna terkekeh. Kaila tampak lucu.
"Ayo sya kita pergi," ajak Aqila menarik tangan Allisya dan Kaila.
"Allisya kok kaku ya? Beda sama Kaila," pantas saja Daniel menyukai Allisya, batin Luna.
"Makannya, aku suka sama Allisya," ucap Daniel tanpa memikirkan perasaan Luna yang pecah seketika seperti gelas.
"Terus sama aku?!" dengan percaya dirinya Luna melontarlan pertanyaan itu.
Daniel menoleh dengan senyum smirk-nya. "Gak!" Daniel berlalu begitu saja.
"Daniel! Ih! Tungguin aku!"
...🍒 🍒 🍒...
Saat pulang sekolah pun, Daniel keluar dari kelasnya pertama kali. Aris sampai curiga.
"Mau kemana sih Daniel? Buru-buru amat," celetuk Arif menyampirkan tasnya di bahu.
"Kayaknya pulang deh," tambah Arif mengusap dagu lancipnya itu.
Tapi Aris tidak percaya semudah itu.
"Aris ikut-ikutan juga," Arif menggeleng heran.
"Biarin, urusan cewek kayaknya," sahut Javas mengemasi buku-bukunya.
...🍒 🍒 🍒...
Daniel mencegah langkah Allisya saat cewek itu mau menyetop sebuah ojekan.
"Bareng aku aja ya sya?"
Allisya menoleh ke belakang. "Ngomong sama siapa?" tanyanya tak suka. Terganggu dengan kehadiran Daniel.
"Kamu sayang. Masa sama semut," jawab Daniel sok gula manis aren cutton candy punya.
Allisya terpaku. 'Sayang? Ini gak lagi di kayangan kan?' batin Allisya terkejut. Ia menepuk kedua pipinya. Sejak dulu, Daniel jarang memanggilnya sayang.
"Ulang. Tadi manggil aku apa?" Allisya memastikan Daniel tidak mengalami sleep walking.
"Sayang. Gak boleh ya?" Daniel seperti di sambar angin malam.
"Gak usah. Urus aja Luna," Allisya menyetop Go-Jek. Meninggalkan Daniel dengan hati yang hampa itu.
Aris tertawa. "Gimana rasanya? Enak kan di sia-siakan?" tangan Aris menepuk bahu Daniel. "Jangan ganggu Allisya lagi. Dia udah nyaman sama gue," tangan Aris mencengkeram bahu Daniel, kata-kata penuh penekanan itu menyadarkan Daniel.
__ADS_1
Daniel menatap Aris sengit. "Gak usah ikut campur! Allisya akan tetap jadi milik gue!" tegas Daniel seenak kaki, dulu di sia-siakan karena Luna, sekarang tiba-tiba sayang.
"Gak akan gue biarin. Mending urus dulu tuh Luna,"
Daniel menghela nafasnya. Semua ini karena Luna, mengacaukan kisah cintanya yang masih ada manis-manisnya.
...🍒 🍒 🍒...
Daniel
Syg? Udh tidur ya?
09.15 pm
Allisya yang asyik membalas chat dari sahabatnya pun merasa terganggu setelah pop-up pesan dari Daniel.
^^^Anda^^^
^^^Blm^^^
^^^09.15 pm^^^
Daniel
Boleh gak aku vc sekarang?
09.16 pm
^^^Anda^^^
^^^? Ngpain sih^^^
^^^09.16 pm^^^
Daniel calling...
Saat itu juga, bersamaan dengan panggilan dari Kaila. Allisya menggeser ikon hijau.
Dan Daniel menatap hampa foto Allisya yang tersenyum tipis dengan dua coklat darinya. Tepat di hari Valentine tahun kemarin. Senyum itu benar-benar ceria.
"Kamu malah berada di panggilan lain sya. Sekarang aku gak penting lagi buat kamu?" kedua mata Daniel berkaca-kaca. Akhir-akhir ini sikapnya berubah, dari yang romantis, cuek, sampai memarahi Allisya tanpa sebab dan mengabaikan Allisya saat cewek itu terjatuh.
"Daniel? Mama boleh masuk gak?" Karin mengetuk pintu kamar Daniel.
Dengam cepat-cepat Daniel menghapus air matanya itu sebelum mamanya khawatir.
Karin tersenyum. "Kenapa gak tidur? Udah selesai ya belajarnya? Capek? Mana? Sini biar mama pijetin," begitu perhatian dan lemah lembutnya sifat mamanya ini. Daniel bersyukur memiliki satu orang tua yang sangat menyayanginya.
Daniel menggeleng pelan. "Gak kok mah. Daniel gak capek. Mama tidur aja,"
Karin mengangguk. "Jangan begadang. Nanti kepalamu pusing lagi,"
Ya, Karin khawatir Daniel sakit. Hanya dia, putra satu-satunya yang akan menemaninya sampai ajal menjemput. Daniel persis seperti Aldebaran, mudah lelah, pekerja keras dan tak kenal lelah.
"Udah dulu ya sya. Ngantuk nih," Kaila menguap, wajah bantal guling kasur tercetak jelas di wajah ayu Kaila.
__ADS_1
"Ok. Jangan begadang kai. Apalagi lanjut liat drakor," nasehat Allisya. Kaila kuat melek sampai jam 3 pagi demi marathon drama romansa yang di gilai para remaja sekarang.
...🍒 🍒 🍒...