Married With The Badboy

Married With The Badboy
17. Kencan dengan Daniel


__ADS_3

   Daniel ingin menghubungi Allisya. Tapi ragu, apakah gadis itu tengah belajar?


"Chat aja deh. Takutnya ganggu," ujar Daniel.


...Allisya mantan❤...


^^^Anda^^^


^^^Sya? Kamu lagi belajar? Aku ganggu ya?^^^


^^^6:00 pm^^^


Tak lama Allisya membalasnya.


Allisya mantan❤


Aku baru selesai belajar. Kenapa? Tumben banget chat


6:01 pm


^^^Anda^^^


^^^Ayo ke restoran Jepang yang baru aja buka. Mau coba gak? Aku aja penasaran loh.^^^


^^^6:01 pm^^^


Allisya mantan❤


Mau banget nih. Kebetulan pas laper😆


6:02pm


Daniel tersenyum simpul. Malam ini ia ingin memperbaiki semuanya. Allisya itu mantan terindahnya. Mengapa ia bisa menyia-nyiakan gadis baik seperti Allisya?


Setelah lima menit menyulap diri menjadi rapi dan tampan, Daniel menatap pantulan dirinya di cermin.


"Allisya gak mungkin nolak. Hehe, pede banget sih gue. Hah, Daniel Daniel. Percaya diri banget," Daniel terkekeh. Memang ganteng, akan selalu ganteng.


Sedangkan Allisya membereskan buku tulisnya ke meja belajar.


"Mendadak banget. Mana pakai baju biasa lagi," Allisya membuka lemarinya. Bingung memilih baju apa.


Tatapannya terjatuh dengan casual wear se-lutut. Warna biru laut. Kesukaannya.


"Gak usah dandan deh. Daniel kan bukan siapa-siapaku lagi," niatnya Allisya ingin memoleskan liptint tapi urung.


"Untung aja mama lagi arisan. Aku chat ayah dulu aja," daripada di cari lalu di omeli bukan?


...My Ayah❤...


^^^Anda^^^


^^^Aku mau pergi sama Aqila yah. Pulang jam delapan kok. Janji 😟^^^


^^^6:30 pm^^^


My Ayah❤


Oke. Hati-hati. Jangan lupa minum sama makan.


6:31 pm


Allisya segera keluar rumah. Suara deru motor Daniel sudah di depan mata.


Daniel menunggu Allisya.

__ADS_1


"Tuan putri Allisya lama banget ya," tapi Daniel melihat Allisya menutup pintu rumahnya. Berlari kecil menghampirinya.


"Maaf ya. Lama?"


Allisya tampak cantik dengan casual wear-nya. Rambut yang di jepit sebelah.


"Ayo naik,"


Dalam perjalanan, Daniel mengajak Allisya berbicara dari yang tidak manfaat sampai Allisya curhat tentang keinginannya membeli lightstick BTS.


"Beli dimana tuh sya? Toko? Atau supermarket? Warung? Mall? Pameran? Apa di penjual yang ada di terminal itu?" tanya Daniel beruntun.


Allisya cemberut. "Kok disitu sih. Kan bisa beli online," jawab Allisya kesal.


"Nanti aku beliin. Sekarang kita cobain menu makanan Jepang dulu. Kamu pasti nambah dan bakalan bawa pulang tuh,"


Allisya memukul bahu Daniel. "Apaan sih gak!"


Keduanya sudah sampai. Namanya Wagyu Restaurant.


"Disini aja. Biar kedengeran musik Jepangnya," Daniel memilih tempat duduk pojokan, dekat dengan si pemain musik.


Daniel membuka buku menu. "Kamu suka apa?"


"Apa aja disitu?"


"Ada Beef Werinton, Roast beef, Rossini steak, Sirloin steak, Grilled White Fish with herbs, Salmon steak, Tofu steak. Yang mana?"


Allisya menguap bosan. "Banyak banget. Roast beef aja deh. Minumannya?"


"Mango parfait, Cafelatte, Melon soda, Black coffe. Kamu jangan minum soda, mending Mango Parfait. Kamu kan suka buah-buahan," saran Daniel. Udah mantan masih perhatian.


"Iya bawel," Allisya menurut saja.


Daniel memanggil seorang writers. Menyebutkan pesanannya dengan Allisya.


Daniel meraih tangan Allisya yang bebas. Ya, gadis itu bermain ponselnya.


"Aku mau ngomong serius sama kamu sya,"


Allisya mengalihkan tatapannya. Hal apakah?


"Sebenarnya keputusan aku yang mau putus dari kamu karena emosi. Maaf," Daniel menunduk, menyesali perbuatannya.


Allisya mengernyit. Apa? Maaf? Mengatakan Putus hanya karena emosi? Atau bosan saja?


"Maaf kamu bilang?" Allisya menghela nafasnya. Mendadak mafsu makannya hilang. "Niel, perasaan aku ke kamu udah hilang. Terus, kamu mau memperbaiki hubungan kita? Dengan cara balikan?" tebak Allisya, selalu begitu. Merasa paling bersalah lalu memohon maaf. Tidak merasa di rugikan dengan pihak yang telah tersakiti.


Daniel mengangguk. "Kita mulai dari awal ya? Aku janji gak bakalan terbawa emosi lagi. Aku akan berusaha sabar sama kamu. Lebih mengerti dan gak nuntut kamu," tutur Daniel sangat yakin agar Allisya 'Mau' balikan dengannya lagi.


Di tatap serius seperti itu, membuat Allisya membisu. Sepertinya Daniel bersungguh-sungguh.


Hati Allisya merasa tersentuh dengan janji manis Daniel. Ada kesungguhan disana. Tak ada salahnya memberikan kesempatan untuk Daniel, siapa tau ada perubahan.


Allisya mengangguk. "Iya, aku mau balikan sama kamu," jawabnya serius.


Daniel menyunggingkan senyumnya. "Di habisin ya sayang,"


Allisya tak terpikirkan dengan perasaan Aris. Mungkin belum siap, lebih tepaptnya tidak asa perasaan lebih dari cowok itu. Ia saja baru mengenalnya.


Sampai Allisya melupakan satu hal, di hari sebelumnya Aris pernah mengajaknya membeli cincin untuk pertunangan nanti.


Tapi kesungguhan Daniel membuat hati Allisya goyah.


...🍒 🍒 🍒...

__ADS_1


"Niel, disini aja deh. Nanti ketauan sama mama,"


"Oke. Selamat malam Allisya Lesham Shanette. Semoga mimpi indah. Mimpiin aku juga ya? Siapa tau kita ketemu disana," ujar Daniel dengan senyum yang merekah.


"Apaan sih. Gak lah. Aku aja sering mimpi hantu," keluh Allisya kesal. Entahlah, sejak kecil selalu bermimpi beragam hantu lokal yang berniat mengejarnya.


"Oh. Doa dulu kalau mau tidur,"


Melihat wajah Allisya ketakutan seperti itu, membuat Daniel ingin memeluknya.


"Sana-sana pergi," usir Allisya galak. Nanti mamanya bisa datang tiba-tiba.


Sebelum pergi, Daniel mengucapkan. "Good Night Honey," dengan cium jauh membuat Allisya membuang pandangan ke sembarang arah.


"Kalau cewek lain, udah pingsan di tempat. Huh, capek juga," Allisya berjalan kaki. Jarak rumahnya lumayan dekat.


Sampai di rumah, Allisya terdiam. Pintu utama itu terbuka lebar. Memangnya ada siapa di dalam?


"Iya. Tadi Allisya pergi ke rumah Aqila gitu ris," ujar Allister menjawab pertanyaan Aris.


"Oh gitu ya om. Mungkin Allisya akan pulang sebentar lagi," ucap Aris dengan senyuamnnya. Niatnya ingin mengajak makan malam tapi batal.


Allister menatap Allisya yang berdiri di ambang pintu. "Ini Allisya udah pulang. Kamu di tungguin Aris tuh,"


Allisya tersenyum kikuk. "Kak Aris? Hehe, maaf ya jadi nunggu,"


"Sya, keluar bentar yuk. Om kita bakal pulang jam delapan kok. Deket darisini soalnya," izin Aris salim pada Allister.


Allister mengiyakan saja. "Hati-hati,"


"Mau kemana kak?"


Aris mengajaknya jalan kaki.


"Makan di warung sate tuh. Kamu kan baru aja pulang. Niatnya sih aku mau ngajak kamu ke restoran dari temen papaku. Sekalian kamu kenal sama papa,"


Allisya jadi tak enak hati. Tapi Daniel mengajaknya dan memperbaiki hubungannya.


"Kita udah sampai. Sini," Aris mendapatkan tempat duduk andalannya, tengah-tengah.


'Mau nolak, tapi gak enak sama kak Aris yang mau ngajakin aku makan,' batin Allisya bimbang. Tak enak hati jika menolaknya.


"Sate berapa tusuk? Duaratus?" tanya Aris bercanda. Jadi ingat mbak kunti di film-film. Sekali lahap habis bersama pancinya.


"Sepuluh aja. Ya kali kalau duaratus tusuk. Emang perutku karet?" tanya Allisya dengan nada jengkel.


Aris terkekeh. "Mau gendut apa kurus, aku tetap cinta sama kamu sya," jujur Aris to the point. Entah gombal atau serius.


Selama makan, Allisya sangat lahap. Ada saus kacang di sudut bibirnya. Di film romantis ala cinta-cinta remaja, Aris mengusap sudut bibir Allisya dengan ibu jarinya.


Allisya menatap Aris. Tatapan teduh itu, memberikan ketenangan di hatinya. Apakah ia salah menerima Daniel kembali?


"E-kak. Aku mau pulang. Udah ngantuk hehe," Allisya membuyarkan pandangan Aris.


"Oh iya. Ayo,"


Sampai di rumah, Aris mengucapkan selamat tidur, mimpi indah dan gombalan seperti biasanya.


"Hari ini kamu tambah cantik sya," puji Aris. Entah mengapa cowok suka gombal.


"Kak Aris gombal! Udah ah, aku ngantuk," Allisya melangkah memasuki rumahnya. Menyembunyikan semburat merah di pipinya.


"Emang kamu cantik sya. Kan cewek, masa ganteng," gumam Aris terkekeh sendiri. Benar bukan? Tak ada yang salah kan?


...🍒 🍒 🍒...

__ADS_1


Sedikit bocoran tentang ceritaku ini. Jumlah bab-nya 100 yang udah aku rencanain dan tersusun rapi di buku besarku entah ada tambahan part atau gak. So, tunggu konflik-konflik selanjutnya yah 😄


__ADS_2