Married With The Badboy

Married With The Badboy
40. Asin tapi manis


__ADS_3

Sesampainya di rumah Allisya, sangat kebetulan sekali ada Selena dan beberapa tante-tante arisan yang asik bergosip ria.


Terutama saat Allisya turun dari motor Aris. Semua itu tak luput dari perhatian Selena dan teman tante-tantenya.


"Itu siapanya Allisya? Pacarnya kan?"


"Ganteng e pean le." (Ganteng banget kamu 'le' untuk panggilan anak laki-laki).


"Itu calon suaminya Allisya," ucap Selena memperkenalkan calon mantunya itu.


"Kapan nikah?"


"Setelah Allisya lulus, doain aja semuanya berjalan dengan lancar," wajah Selena terpancar kebahagiaan, apalagi Aris sudah di ketahui teman arisannya.


"Aaamiinn semoga lancar."


"Kita doain yang terbaik aja deh Sel."


"Mama, aku pulang," Allisya salim pada sang mama.


"Pingin deh mama cepet-cepet ya punya cu-"


"Mama! Aku masih sekolah. Bukan kebelet nikah," sela Allisya kesal, selalu saja mamanya itu menginginkan seorang cucu.


"Nak Aris, mampir dulu dong. Kangen nih," goda Selena mengedipkan kedua matanya, mumpung tak ada Allister kalau sudah pulang dan kepergok ketauan mungkin uang belanjaan di potong.


"Ya boleh kok. Aku juga kangen sama om Allister apalagi kalau udah ngobrol tentang pekerjaan sambil ngopi."


"Oh, tenang aja. Bentar lagi bakalan pulang kok. Allisya, kamu sama Aris masuk aja ke dalam ya? Mama mau beli jajan sama kopi sachetan dulu. Jeng gak pulang nih?" Selena beralih menatap 3 teman arisannya.


"Kita pamit pulang dulu ya jeng?"


"Pasti di cariin nih aku sama suamiku. Jangan lama-lama kalau arisan."


"Haha sama, nanti kangen berat."


Selena menghubungi Allister, menyuruhnya pulang lebih cepat karena ada Aris.


"Ya, ini mau pulang kok ma. Hampir selesai meeting-nya. Aris nunggu aku gak lama kan? Baru nyampai atau daritadi?"


"Baru aja sih. Ya udah aku mau beli camilan dulu buat Aris."


Di ruang tamu, Aris menunggu Allisya selesai mengganti seragamnya dengan baju santai.


Ting!


Sebuah notifikasi pesan dari ayah, Aris membacanya sekilas.


Ayah


Kamu kok lama? Kemana aja sih, kita sekarang bertemu dengan investor dari Amerika. Jangan menunda-nunda sebelum mereka membatalkannya. Ayah gak mau rugi besar apalagi menyia-nyiakannya.


02:00 pm

__ADS_1


Aris menghela nafasnya, kenapa lagi-lagi waktunya tersita?


Apa yang harus ia katakan kepada Allisya? Padahal hari ini juga, Aris ingin meluangkan waktu lebih banyak dengan Allisya dan calon mertuanya itu.


"Kenapa ayah gak pernah ngertiin aku?" tanya Aris, hatinya merasa lelah menuruti semua keinginan sang ayah. Bahkan sampai berani berbohong kepada Allisya demi pekerjaan melulu.


"Kak Aris maaf ya lama dikit. Habis sisir rambut dulu," Allisya tersenyum kikuk, sebenarnya masih banyak selain menyisir rambut, Allisya juga memakai lipstik milik mamanya diam-diam. Tidak terlalu mencolok seperti darah segar bukan.


Aris mendongak, Allisya berdandan?


"Udah pinter dandan nih?" tanya Aris menggoda. "Kalau dandan di rumah aja ya? Jangan pas mau keluar. Aku gak mau berbagi kecantikan calon istriku pada laki-laki lain."


Allisya di buat baper seketika, Aris se-manis ini. "Kak Aris gombal ah," Allisya membuang muka menyembunyikan semburat merah muda di pipinya.


"Allisya?" panggil Aris serius.


"Iya kak?" Allisya menatap Aris, menunggu apa yang di sampaikan cowok itu.


"Maaf ya, aku-"


"Oh, ya udah. Aku mau belajar aja kalau gitu," Allisya melangkah pergi ke kamarnya tanpa mendengarkan ucapan Aris seutuhnya. Allisya tau pasti ada alasan lagi di balik kata 'maaf'.


"Allisya! Dengerin aku dulu! Allisya!" Aris menyusul langkah Allisya, mengetuk pintu kamar cewek itu. "Kamu jangan marah dulu sya, aku belum selesai ngomong," pinta Aris memelas, nadanya terdengar putus asa. Masa bodoh dengan pekerjaannya di kantor, Aris lebih baik di omeli oleh sang ayah daripada melihat Allisya kembali marah seperti ini.


Allisya yang terduduk di balik pintu itu hanya terisak.


"Kayaknya kak Aris udah gak mementingkan aku lagi. Kenapa kak? Apa kak Aris udah mulai bosen sama aku? Apa kak Aris merasa keberatan menemani aku?"


Ponsel Aris berdering, dari sang ayah.


Allisya yang mendengar itu hanya diam. Ingin tau pembicaraan Aris dengan ayahnya.


"Kalau ayah terus-terusan mengatur aku, lebih baik aku berhenti aja dari perusahaan ayah. Aku akan fokus sama Allisya dan kuliahku," Aris mematikan sambungan teleponnya. Sudah cukup sampai disini, hidupnya adalah pilihannya sendiri sekarang. Ia berhak bahagia, terutama mempertahankan Allisya-nya.


"Kak Aris? Sampai rela meninggalkan kerjaannya? Aku kira kak Aris bakalan pergi gitu aja. T-tapi setelah aku tau kak Aris kesal dan marah, aku jadi merasa bersalah karena gak mau dengerin kak Aris dulu," Allisya berdiri dan membukakan pintunya. Aris menatapnya dengan teduh.


Allisya memeluk Aris. "Maafin aku kak, seharusnya aku gak langsung marah. Kak Aris jangaj meninggalkan pekerjaan gitu aja. Pasti ayah kak Aris sangat kecewa disana."


Allisya benar, ini sangat keterlaluan.


"Nanti malam, aku mau ajak kamu jalan-"


"Hey welcome back! Mama datang nih! Gak di sapa gitu?" Selena yang baru saja pulang dari membeli jajanan di warung akhirnya sampai juga ke rumah.


"Allisya, ayo masak. Belajar dulu biar nanti pas udah nikah sama Aris udah jago banget masaknya master chef deh."


"Iya ma. Kak Aris jadi sendirian dong gak ada yang ngajak ngobrol?"


"Ayah pulang, mana nih Aris?" Allister celingak-celinguk mencari sosok Aris. "Oh ya! Ternyata kamu ada disitu ris, enaknya sambil ngopi atau teh manis nih," Allister duduk di single sofa.


"Biar Allisya aja yang bikinin," Selena melempar kedipan mata pada Allisya, tapi anaknya itu tidak peka. 'Sabar, gitu aja gak faham sya,' batinnya kesal.


Allisya dan Selena sibuk memasak. Aris dan Allister mengobrol tentang sepak bola euro yang sedang berlangsung sampai saat ini.

__ADS_1


"Kadang nonton bola di marahin sama istri, di suruh tidurlah, jangan begadang. Padahal lagi seru-serunya tuh," Allister membuka percakapan, selalu saja dirinya. Aris hanya menanggapi saja.


"Limapuluh satu pertandingan dalam sebulan. Tapi, nontonnya setengah-setengah. Kalau kamu ris?"


Aris menggeleng. "Saya gak sempat om nonton bola. Jam sembilan udah tidur, besoknya ke kampus jam tujuh pagi. Daripada ngantuk di kelas. Yang ada gak kosentrasi hehe."


"Tenang aja, kamu gak usah khawatir. Ayah kamu udah tau kok kalau sekarang kamu disini," Allister tau dari Selena, pastinya Andra tak akan mudah mengizinkan Aris kelayapan gak jelas.


"Makasih banget om. Aku sempat bingung mau ke kantor apa nemenin Allisya," Aris dilanda dilema, tapi semuanya sudah teratasi berkat Allister.


"Sekarang gak perlu bingung. Ayah kamu udah mengerti kok kalau anaknya lagi bucin ke calon istrinya."


Aris hanya tersenyum kikuk. "Om bisa aja. Gak bucin kok," elaknya.


"Makanan udah siap. Ayo kesini kumpul ke ruang makan. Allisya yang masak semuanya nih!" suara Selena yang membahana itu menggema di seluruh ruangan.


"Yuk makan," ajak Allister.


Aris mengangguk.


Suasana makan berlangsung dengan damai tanpa ada pembicaraan.


"Gimana? Udah pas belum asinnya? Tadi gak bisa nyobain, lagi sariawan," ucap Selena sekaligus curhat. "Cuman Allisya yang ngicipin makanannya tadi."


Aris yang sedang mengunyah nasi goreng itu pun ingin berkata masih asin.


Sama halnya dengan Allister. Hanya bisa diam tak berkata-kata.


Allisya menyendokkan satu suapan nasi goreng ke dalam mulutnya. Dan...


"Asin? Ma, aku tadi ngasih garamnya kebanyakan. Maaf, jangan di makan deh kalau asin," Allisya melarang ayahnya dan juga Aris.


"Kalau gak dimakan terus dibuang gitu? Mubadzir sya. Gak apa-apa kok kalau makannya sambil liat kamu terasa manis di lidah," gombal Aris langsung membuat Allisya baper.


"Kak Aris! Masa liat aku langsung manis? Emangnya gula?" tanya Allisya sedikit kesal.


"Sama kayak ayah, liatin mama aja manisnya kebangetan sampai diabetes," Allistert ikut-ikutan menggombal.


2 perempuan itu sama-sama baper.


"Kak Aris!"


"Ayah!"


Seru keduanya kompak.


Aris dan Allister hanya tertawa melihat keduanya kesal tapi menyembunyikan kebaperannya.


...🍒🍒🍒...


Kamu bilang, di bawelin sama aku aja pegelnya udah hilang. Termasuk gombal kah?


6:47 malam

__ADS_1


See you-,


__ADS_2