
Setelah melalui ujian dan kepala pusing tak kunjung sembuh, Aris mengajak Allisya dan kedua sahabatnya itu berkumpul di warung belakang sekolah. Jangan lupakan mantan anggota geng Death Night ikut serta.
"Emang kak Aris mau ngomong apa? Kok ngajak kita kumpul semua disini?" tanya Allisya.
"Ujian kan udah selesai nih. Wisuda juga masih kurang lima hari lagi. Kita liburan sebentar aja di pantai gimana?"
Aqila menatap Kaila horor. "Terus yang cewek cuman kita aja kak?" bisa jadi repot urusannya tinggal satu kamar dengan Kaila.
Aris mengangguk. "Emang ada lagi? Kalau mau ngajak satu lagi juga gak papa. Biar rame sekalian," tapi yang membuatnya tak sabar adalah ketika pesta BBQ dengan Allisya dengan lagu romantis yang sudah ia siapkan.
"Ada kok. Ria sama Dia itu. Boleh gak?" meskipun bukan bagian dari geng, tapi Ria dan Dia sudah banyak membantunya.
"Boleh kok sya. Jangan lupa izin sama orang tua kamu ya?"
Allisya mengangguk. "Jadi, besok kumpul dimana? Rumahnya siapa?"
"Rumah kamu aja sya. Biar Javas bawa mobil Alphard-nya sama yang lain. Semoga aja cukup. Oh ya, bawa makanan juga ya?"
"Siap!" seru semuanya kompak.
...🍒🍒🍒...
"Ma! Ayah!" dengan wajah ceria dan bahagia, Allisya menuruni tangga mencari kedua orang tuanya.
"Apa sya?" sahut Allister, pandangannya beralih menatap wajah riang Allisya. Hatinya ikut menghangat melihatnya. Kebahagiaan apa yang menghiasi putri kecilnya ini?
"Aku mau berlibur ke pantai besok. Boleh gak? Tapi ada Aqila sama Kaila kok," seperti biasa, Allisya akan membujuk sang ayah agar mendapatkan izin dengan mudah.
Allister mengangguk. "Asalkan kamu sama Aris aja ayah bolehin. Berapa lama kesana?" Allister mengusap surai Allisya, ia sangat menyayanginya.
"Bentar kok yah. Kan lima hari lagi pembagian rapot sama wisuda. Boleh kan ya?" mata Allisya berbinar, meskipun ada Aris tapi di izinkan menginap pun rasanya senang juga.
"Iya boleh sayang. Hati-hati aja ya. Mama siapkan jajan sama pakaiannya," Selena beranjak dari duduknya, kebutuhan Allisya saat berpergian itu banyak. Biasalah namanya juga cewek. Ya kayak aku.
"Ayah cuman mengingatkan aja, hati-hati disana ya? Jangan keluyuran kalau gak sama Aris. Dia bakal jagain kamu," Allister mencium kening Allisya.
"Siap yah!" Allisya mengembangkan senyum sabitnya.
...🍒🍒🍒...
...Kaila telah mengubah nama grup cewek cantik menjadi 3 mama cerwewet27...
Aqila
Kaila! Kok di ubah sih? Ganti gak! Ganti!
7:50 pm
^^^Anda^^^
^^^Haha, biarin aja deh la. Kaila gabut kayaknya. Ya gak @kaila?^^^
^^^7:51 pm^^^
Kaila
Hooh, gue gabut. Gak ada yang chat. Huhu sepi banget hp gue.
7:52 pm
Aqila
Makannya cari doi sana! Hp gue selalu rame sama grup cogan tuh.
7:53 pm
^^^Anda^^^
^^^Kan masih ada grup kita ini. Kalau sepi, spam aja. Biar seneng ada notifikasi pas di buka eh bukan chat dari dia. Haha, gak lucu. ^^^
^^^7:54 pm^^^
Kaila
Sudahi galaumu. Mari berlibur ke pantai besok. Intinya gak boleh ada yang sedih disana. Okey?
7:55 pm
Aqila
^2
^^^Anda^^^
^^^^3^^^
Allisya memandangi wallpaper ponselnya. Foto Aris yang ia ambil diam-diam melalui Instagram.
"Aku harap kak Aris selalu ada di sisiku. Hehe, iya jelas dong. Kak Aris kan mau nikahin aku," Allisya tersenyum. Beginilah jika sudah termakan janji manis tapi yang di tepati. So sad girl.
...🍒🍒🍒...
__ADS_1
Allisya duduk di ayunan, koper berukuran sedang itu sudah siap. Di tambah lagi tas sekolah yang Allisya sampirkan di bahunya. Tas itu berisi camilan, bedak, pembersih wajah, sabun wajah, skincare, sisir, liptint, lip balm, parfum, penjepit bulu mata dan lain sebagainya.
"Kak Aris kok lama banget ya?" Allisya menghubungi Aris, saat panggilan tersambung terdengar omelan Kaila dan Aqila masalah make up.
"Kaila! Itu punya gue udah ada namanya. Masa lo gak tau sih? Makannya mata itu untuk di lihat! Bukan buat menangisi dia!" serunya menusuk ke hati bagi yang galau. Hm.
"Waw! Aqila lo lagi bikin quotes apa nyindir nih?" tanya Javas menggoda Aqila, seketika cewek itu diam. Duh kadang mulut keceplosan gara-gara galau.
"Maaf ya sya. Rame banget, ini aku lagi nyetir mau ke rumah kamu. Semuanya udah lengkap kok," Aris fokus menyetir.
"Iya. Aku tunggu kak," Allisya menghirup udara pagi yang segar.
Tin tin!
Suara klakson mobil dan teriakan Kaila mengalihkan pandangan Allisya dari tanaman hias halamannya.
"Allisya! Gue datang! Gue mampir! Gue jalan! Gue main! Gue hidup! Gue-"
"Berisik!" Aqila membungkam mulut bawel Kaila.
"Allisya!" Alvian melambai, akhirnya keluar dari goa setelah sekian lama tak muncul di beberapa bab sebelumnya.
Allisya memeluk Alvian. Tak menyangka ada sahabat masa kecilnya.
"Kamu itu ngilang kemana sih? Aku kangen tau!" Allisya memukul dada Alvian pelan. "Kemana?" tanya Allisya menuntut.
"Habis dari rumah nenek sya. Kakekku meninggal, maaf ya udah gak ngabarin?"
"Ehem!! Anda berada di zoba berbahaya!" Arif berdeham. "Allisya udah ada yang punya!" serunya lagi menggebu.
Alvian menjauh. "Maaf. Udah ada pawangnya. Tenang aja rif, gue cuman sahabat aja. Gak lebih," ucap Alvian meyakinkan.
"Berangkat yuk sya. Kak Aris udah nungguin tuh," Kaila menunjuk Aris yang fokus dengan ponselnya.
"Yuk!"
Di dalam mobil, Kaila siap dengan bantal pisangnya. Berjaga-jaga kalau mengantuk.
Aqila siap membaca novel digitan di ponselnya.
Allisya mengobrol dengan Ria dan Dia di belakang.
"Tumben dua cewek ini diam. Biasanya suka berantem. Kenapa?" tanya Ria kepo.
"Pada sibuk Ri, kalau berantem ya makanan, cogan, kadang make up," Allisya menceritakan Aqila dan Kaila.
"Kalau berantem sama aku?" tiba-tiba Alvian menyahut dari belakang.
Allisya tak menyahut.
"Sya?" panggil Alvian, ia melihat Allisya yang tertidur pulas dengan Ria dan Dia.
"Udah tidur. Cepet banget, bukannya tadi ngobrol?"
"Males dengerin suara lo!" jawab Aris ketus.
"Sabar. Kenapa Allisya betah sama Aris ya?" tanya Alvian lirih.
...🍒🍒🍒...
Akhirnya sampai juga di pantai.
Allisya, Kaila, Aqila, Ria dan Dia bermain pasir. Mereka kejar-kejaran. Kaila selalu jadi sasarannya.
"Gak bisa gitu! Masa gue yang jadi sih?" Kaila juga mengejar Allisya yang larinya sangat gesit.
"Ada penginapan gak disini?" tanya Alvian, ia membantu Aris mengeluarkan koper dari mobil.
Javas mengangguk. "Ada kok. Tuh, baca," Javas menunjuk hotel yang dekat, hanya menyebrang saja.
"Iya juga sih. Ya udah, pesan kamar aja dulu sana. Gue disini jagain mereka," bukan berarti ia modus ingin pdkt Allisya. Tapi ikut bermain saja.
"Ok," Aris mengangguk. "Yuk, bawa semua kopernya ya!" titah Aris pada Javas dan Arif. Yang lainnya membawa koper dan barang pribadinya sendiri.
...🍒🍒🍒...
Aris dan Javas membuat api unggun. BBQ yang sudah Aris siapkan dari rumah. Jangan lupakan gitar yang ada di pangkuannya.
"Bagi yang cewek-cewek bisa masak. Nih, bantuin Javas," ucap Arif bosan, tangannya pegal.
"Allisya. Sini," Aris mengajak Allisya duduk di sebelahnya.
"Aku mau bantu kak Javas juga," tapi Aris melarangnya. "Disini aja sama aku ya?"
Allisya mengangguk.
Aris mulai memetik gitarnya. Menyanyikan sebuah lagu sebagai perwakilan perasaannya saat ini.
Terasa kini
Pesonamu hadir debarkan hari
__ADS_1
T'lah kau datangkan hayal nyata janji
Kedalam sukmaku
Menuai rinduku
Harum tubuhmu
Buai lelapku
Sirnakan segala resahku
Semuanya menghentikan aktifitasnya. Mendengarkan suara Aris yang mengalun merdu itu dengan heran.
Sedalam dalam cintamu kuselami
Warna warna terindah yang ada di bumi
Terlukis di jiwa t'lah membelai kalbu
Sedalam cintamu tercipta untukku
Allisya tak bisa berkata-kata, apakah ini isi hati Aris?
Ketika hati
Tak kuasa pergi menyepi sendiri
T'lah kau yakinkan setia yang teruji
Dibatas waktuku
Menggapai cintaku
Aura hatimu
Sentuh hatiku
Sinari ruang asaku
Sedalam dalam cintamu kuselami
Warna warna terindah yang ada di bumi
Terlukis di jiwa t'lah membelai kalbu
Sedalam cintamu tercipta untukku
T'lah kusadari (t'lah kusadari)
Cinta tak terbatas
Rona masa yang berganti
Ikuti hati
Kaulah bisikan naluri
Ho-oo-oo
Sedalam dalam cintamu kuselami (kuselami)
Warna warna terindah yang ada di bumi
Terlukis di jiwa t'lah membelai kalbu
Sedalam cintamu oh, tercipta untukku ho-oo
Sedalam dalam cintamu kuselami
Warna warna terindah yang ada di bumi
Terlukis di jiwa t'lah membelai kalbu
Sedalam cintamu (sedalam cintamu) tercipta untukku, oh
Kaila tak ingin melewatkan moment ini, ia melakukan video siaran langsung Instagram. Banjir views dan komentar.
"Nih guys, so sweet banget kan? Ingat ya, kalau emang sama-sama sayang itu perasannya di jaga mata jaga-"
"Hati!" sahut Arif ngegas.
"Apa sih! Ganggu aja!" Kaila menjauhkan wajah Arif yang hampir mencium pipinya.
Semuanya tertawa melihat tingkah Arif mengganggu Kaila.
...🍒🍒🍒...
...11: 49 pm ...
...Time alone, time writers, time cry. ...
__ADS_1
...See you next part.....