Married With The Badboy

Married With The Badboy
49. Perasaan Alvian


__ADS_3

Selama perjalanan, Allisya hanya diam. Ia tak berani memulai obrolan, aura mencekam dalam mobil itu membuatnya tercekat. Aris masih marah dan kesal.


"Apa masih perih lukanya?" tanya Aris membuyarkan lamunan Allisya.


"Gak kak, nanti juga sembuh sendiri," Allisya bisa menahan rasa sakitnya, di rumah nanti juga di obati oleh Aris.


"Meskipun hari ini aku seharusnya balik ke kampus, tapi aku gak tega ngeliat kaki kamu masih luka sya," Aris akan berusaha selalu berada di sisi Allisya di tengah-tengah kesibukannya.


Allisya hanya diam tak menyahut, Aris begitu perhatian padanya. Rasa senang juga bahagia menyelimuti hatinya. Aris begitu romantis.


Saat sampai di rumah, Aris membawa Allisya ke kamarnya.


Selena yang melihat Allisya di bawa ke kamar pun hanya mengekori saja. Entah hal apa yang terjadi pada putrinya itu.


"Allisya kenapa?" tanya Selena setelah berada di dalam kamar Allisya.


Aris menoleh. "Kakinya terkilir ma. Ini juga mau aku pijetin."


"Tapi sakit kak," Allisya menggeleng lemah. Apalagi terkilir begini, mulutnya pasti akan berteriak kesakitan.


"Gak kok sya. Kamu mau besok gak bisa jalan ke sekolah? Emang siapa yang bakalan gendong kamu?"


"Iya deh, kak Aris yang pijetin."


Selena yang melihat keromantisan itu tersenyum, keduanya sudah sama-sama saling mencintai berbeda dari sebelumnya yang masih cuek dan sangat menolak perjodohan ini.


...🍒🍒🍒...


Selesai di pijat, Aris berpamitan pada Selena.


"Cepet banget kak pulangnya? Gak mau kesini lebih lama gitu?" Allisya tidak rela Aris pamit pulang, ia masih kangen dengan Aris.


"Satu jam lagi ada kelas sya. Aku juga mau fokus sama kuliah. Besok aja ya? Janji deh mau kemana aja aku iyain," Aris mengulurkan jari kelingkingnya.


Allisya mengangguk. "Janji. Hati-hati ya kak."


Setelah Aris pergi, Allisya kembali sendiri. Pikirannya berkelana tentang Zahra, anak baru di sekolahnya.


"Zahra jahat, dia gak boleh pacaran sama Alvian. Aku tau Zahra suka sama Al. Tapi dia bukan wanita yang tepat buat Al," karena menurutnya, Alvian itu baik meskipun ada sifat cueknya. Alvian juga mempunyai perhatian pada orang-orang terdekatnya.


"Tapi gimana caranya ngasih tau Al kalau Zahra itu jahat?" inilah yang Allisya bingungkan, harus pakai cara apa agar Alvian langsung percaya.


"Minta bantuan Aqila sama Kaila? Oh ya! Mereka berdua kan pinter," Allisya tersenyum puas. Tangannya mengambil ponsel yang tergelatak di meja belajar. Tangannya bergerak lincah memulai chat di grup pribadi yang hanya terdiri atas 3 ekor manusia.


Grup (Cewek Emang Cantiklah)


^^^Anda^^^


^^^@aqila @kaila aku minta bantuan sama kalian. ^^^


Kaila


Apa sya? Kayaknya serius banget.


^^^Anda^^^


^^^Pas kalian udah pulang, Zahra dorong aku kai. Sampai kaki aku terkilir, sakit banget. Terus Zahra bilang dan ngancam jangan ngadu sama Al. Jahat gak?^^^

__ADS_1


Aqila


Itu keterlaluan sya. Masa dorong kamu sampe jatuh gitu. Emang dari awal ya, huh gue gak sreg sama tuh cewek. Dari wajahnya aja udah keliatan judes.


^^^Anda^^^


^^^Sekarang udah mendingan kok. Kak Aris yang pijetin kakinya. So sweet banget ah. Kalian jangan iri ya hehe. ^^^


Kaila


Siapa juga yang ngiri? Mau gue sakit atau sehat mah gak ada yang peduli.


Aqila


Jangan gitu kai, kan orang tua lo masih peduli melebihi apapun kasih sayang sama perhatiannya. Gitu kai.


Kaila


Malah ceramah lo. Terus bantuan apaan nih?


^^^Anda^^^


^^^Kayaknya Zahra suka sama Alvian. Sejak pertama kali kan Zahra pingin ke kantin bareng sama Al. Tapi di tolak, terus akhirnya mau dan merasa terpaksa. ^^^


Aqila


Iya lah, kalau ada lo mah beda sya.


Kaila


Gimana kalau kita rencanain Alvian ke perpustakaan nih. Dan lo sya, ajak Zahra juga kesana. Biar masalah Alvian kita yang urus. Setuju gak?


^^^Anda^^^


Aqila


Apa Alvian gak bakalan marah nih?


^^^Anda^^^


^^^Tenang aja. Aku tau kok biar Al gak marah sama aku. ^^^


Kaila


Ok deh.


Allisya tak sabar menunggu hari esok. Biarlah Alvian tau kalau Zahra menyukainya terlebih dahulu, untuk kelicikan Zahra urusan belakangan.


...🍒🍒🍒...


Jam istirahat ini, Aqila mengajak Alvian ke perpustakaan. Awalnya cowok itu menolak karena lebih memilih ke kantin dengan Allisya.


"Gak liat apa? Allisya bawa bekal sendiri tuh. Ayolah, ajarin gue tugas matematika yang tadi ihh. Gak faham tau," Aqila menarik-narik tangan Alvian. Jika kalian bertanya Zahra kemana sudah di bawa oleh Kaila, memang rencananya di luar pikiran. Seharusnya Allisya yang membawa Zahra.


Alvian berdecak kesal. "Iya ayo ke perpus. Lama-lama telinga gue budeg dengerin ocehan lo terus."


Aqila tersenyum senang. "Nah gitu dong."

__ADS_1


"Sya, kamu gak apa-apa kan aku tinggal disini?"


Allisya tersenyum tipis. "Gak apa-apa. Aku laper hehe, mau habisin ini."


"Aku duluan ya sama Aqila. See you Allisya," Alvian melambaikan tangannya, seperti akan berpisah saja.


"Hih alay banget pake dadah segala. Allisya gak bakalan kemana-mana," cibir Aqila, memang jika dengan Alvian kurang akur.


"Bilang aja lo pingin gue dadahin kan?"


"Males. Ogah!" Aqila melirik Alvian malas.


"Ya udah gue balik aja ke kelas kalau gitu. Lo aja kayak males sama gue," Alvian melangkah balik tapi Aqila dengan teganya menarik seragamnya seperti menyeret kenyataan yang tersembunyi.


"Iya deh bawel banget sih."


Sedangkan di perpustakaan, Zahra merasa bingung kenapa tiba-tiba Kaila mengajaknya ke perpustakaan.


"Lo kok sok kenal banget sih sama gue?" tanya Zahra sedikit sewot.


Kaila berdecak kesal, sebenarnya ia ogah satu oksigen dengan Zahra. Tapi ini kemauan Allisya untuk membuktikan bahwa Zahra itu jahat.


"Emangnya salah gitu ngajak anak baru kenalan?"


"Oh, emangnya lo punya apa? Pasti miskin kan?"


Kaila menyiapkan ponselnya, biasalah merekam apa saja siapa tau Zahra bisa keceplosan. Lebih bagus lagi ini buat bukti akurat.


"Emang gue miskin. Allisya aja gak mempermasalahkan itu. Dia itu baik, semuanya berteman sama Allisya. Lo? Cuman di kelilingi cowok-cowok genit aja bangga."


Zahra bangkit dari duduknya. "Gue cantik, makannya banyak yang suka. Lo gak usah iri deh. Asalkan lo tau aja, kemarin gue udah dorong Allisya sampe jatuh biar tau rasa. Enak aja minta di beliin barang-barang mahal sama gue. Gak punya duit apa?"


"Oh, jadi bener kan dugaan gue kalau yang nyelakain Allisya itu lo?"


Tiba-tiba Alvian datang dengan Aqila yang sudah tersenyum senang melihat aksi pengakuan jujur ini.


Zahra gelagapan. "Gak Alvian, mana mungkin aku nyelakain Allisya. Dia kan udah bilang jatuh-"


"Gue cantik, makannya banyak yang suka. Lo gak usah iri deh. Asalkan lo tau aja, kemarin gue udah dorong Allisya sampe jatuh biar tau rasa. Enak aja minta di beliin barang-barang mahal sama gue. Gak punya duit apa?"


Rekaman itu terputar jelas.


"Gue suka sama lo Alvian."


"Tapi gue gak suka sama lo. Perasaan gue tetep Allisya yang ada di hati gue sampai kapan pun gak ada yang bisa gantiin posisi dia," Alvian berlalu pergi.


"Bye bye Jahra!" Kaila melambai manja pada Zahra dengan tatapan jijiknya.


"Heh! Nama gue Zahra! Bukan Jahra!" teriak Zahra merasa tak terima namanya di ubah-ubah.


"Itu yang di belakang jangan ribut!" tegur sang penjaga perpustakaan.


Dan Zahra hanya diam terkicep tak bersuara.


...🍒🍒🍒...


Udah mulai fit, saatnya update lagi.

__ADS_1


8:00 am.


See you-,


__ADS_2