Married With The Badboy

Married With The Badboy
29. Hanya karena cemburu


__ADS_3

Malam hari, Daniel hanya bisa memandangi foto Allisya dengan teman-temannya. Apalagi Aris yang mengusap sudut bibir Allisya. Hati Daniel sakit melihatnya.


"Sya, jauhi Aris. Mending sama aku aja. Aris itu gak cinta sama kamu sya," Daniel berbicara pada foto itu, dulu senyum itu miliknya tapi sekarang Aris yang punya.


"Meskipun sekarang kamu mencintai Aris. Tapi aku bisa mengambilmu dari dia. Ingat sya, aku udah gila. Gila karena jatuh cinta sama kamu sya," racau Daniel, rambutnya tak tertata rapi, mandi pun tidak.


Prank!!


Daniel melempar vas bunga dengan kasar.


"Kamu hanya milikku Allisya!" teriak Daniel berang, wajahnya memerah. Setelah melihat foto itu, ia sangat emosi.


...🍒🍒🍒...


Setelah seminggu usai ujian berlalu, saatnya kenaikan kelas serta wisuda bagi kelas 12.


Acaranya berlangsung lama, dan wisuda acara paling akhir.


Selena dan Inez masih mengobrol di kantin. Pengambilan rapot selesai.


"Allisya juara berapa len?" tanya Inez setelah meneguk es teh dinginnya, pagi-pagi suka yang dingin dan menyegarkan.


"Allisya gak juara," Selena menggeleng. "Peringkat sepuluh," jawabnya.


"Masa sih?" Inez tak percaya. "Kepikiran Aris kali ya? Jadi gak konsen belajarnya," ucap Inez mengembangkan senyumnya.


"Kayaknya gak sabar Allisya mau nikah sama Aris. Duh, kurang setahun lagi nez. Berasa kayak bertahun-tahun," Selena juga tak sabar Allisya menikah dengan pilihannya, Aris.


"Gak papa len. Lagian Aris juga kuliah kok. Dia juga nerusin bisnis ayahnya juga," Inez percaya Aris bisa menggantikan Andra.


"Allisya datang kesini gak? Aris kan lagi wisuda sekarang," Inez juga merindukan gadis penyuka pedas itu.


Selena mengangguk. "Datang kok nez. Bahkan Allisya aja udah siap, Aris pagi-pagi ke rumah tadi. Di ajak sarapan bareng gak mau, katanya kenyang habis makan angin," membayangkannya saja Selena gemas.


Inez terkekeh. "Bukan makan angin lagi itu len, tapi cinta."


Sedangkan Allisya dan Aris berkumpul foto bersama. Lagi. Semua ini usul dari Dia.


Berbagai pose bebas, formal, hingga berjejer dengan couple-nya. Kecuali Arif dan Kaila yang tak mau dan ogah-ogahan.


"Ayo kai, kak Arif. Masa kalian aja yang gak mau foto berdua? Siapa tau kan nanti fotonya di pajang undangan pernikahan. Amiinn setuju gak?" ucap Aqila dengan semangat, giliran ceng-in Kaila senang berkali-kali lipat. Aqila suka Kaila menderita sedikit karena cinta.

__ADS_1


"Setuju!" seru semuanya kompak, bahkan panitia pun ikutan mendukungnya.


Daniel yang tak jauh dari keramaian heboh itu pun mendapatkan ide cemerlangnya.


"Luna sayang. Sini!" Daniel memanggil Luna sedikit melangtangkan suaranya ia menjadi pusat perhatian. Dan Allisya pun menoleh. Berhasil!


Luna yang tadinya mengobrol dengan Raya dan Fia pun merasa senang.


"Eh, gue ke Daniel dulu ya? Siapa tau penting. Duh, doain gue sama dia langgeng deh," ucap Luna malu-malu.


Raya dan Fia mengangguk menyetujui. Semoga.


"Apa?" dengan wajah ceria dan senyum yang tak bisa pudar, hati Luna sudah berbunga-bunga.


Cup.


Daniel mencium pipi Luna.


"I LOVE YOU LUNA UNCONDITIONALLY!" Daniel melantangkan ungkapan hatinya itu. (Aku mencintaimu Luna tanpa syarat).


Luna terkejut. Tubuhnya hampir pingsan jika ia harus sadar bahwa ini nyata. Kemarin Daniel memang mencintai Allisya, tapi dengan cepatnya roda berputar berbalik ke arahnya. Sungguh ini adalah keajaiban!


"Daniel? K-kamu mencintai aku?" Luna masih tak percaya. Ia masih ragu, apalagi hati Daniel masih ada nama Allisya di dalamnya. Sangat sulit menggeser posisi cewek polos itu.


'Bahkan aku gak pernah mendapatkan ciuman tulus dari kamu niel. Kenapa harus Luna? Kenapa gak aku aja? Bisakah waktu di ulang kembali? Dan aku menjadi Luna di posisi itu?' batin Allisya penuh dilema. Cintanya masih abu-abu.


Aris meraih tangan Allisya yang dingin. Sepertinya gugup.


"Allisya? Kamu baik-baik aja kan?" tanya Aris lirih. Bahkan terdengar bisikan halus.


Allisya tak mendengarnya. Saat ini, orbitnya hanya berpusat pada Daniel.


Daniel melirik dari sudut matanya, ternyata berhasil. Allisya masih cemburu. Itu artinya Allisya masih ada rasa cinta sedikit kepadanya.


Daniel mengangguk. "Iya, aku cinta sama kamu Luna. Jangan meragukan cintaku ini. Karena yang benar-benar tulus dan serius itu belum tentu bisa datang untuk kedua kalinya," ucapnya menyindir Allisya. Mungkin kemarin hatinya tak ada komitmen dan plin-plan dengan perasaan, tapi sekarang ia ingin sedikit bermain-main dengan cinta. Biar Allisya ikut merasakan betapa sakitnya di tinggalkan begitu saja tanpa mengatakan alasannya dengan baik-baik.


Ria menarik seragam Alvian, cowok itu malah asyik ketawa-ketiwi dengan teman barunya.


"Apa?" Alvian merasa terganggu.


Ria berdecak kesal. "Lo gak liat drama barusan apa? Atau telinga lo budek?" ketus Ria emosi, apa Alvian tak tau kondisi Allisya sekarang?

__ADS_1


Alvian dengan santainya menggeleng dan berkata 'tidak'.


"Hih gue cakar aja deh lo! Gemes gue! Tuh liat!" Ria mengarahkan pandangan Alvian pada Daniel dan Luna yang saling memandang dengan binar cintanya.


"Sinting! Allisya mana?" Alvian mulai emosi. Ia yakin sahabatnya itu sekarang menahan tangisannya. Allisya terlalu berpura-pura kuat.


"Itu Allisya-loh? Kok gak ada?" Ria heran, tadinya Allisya dengan Aris. Tapi dua couple otw nikah itu tidak ada hanya Aqila, Kaila dan Dia yang masih gosip melirik Daniel dan Luna tak suka.


Alvian bertanya pada Kaila dan Aqila.


"Gak tau," Kaila menggeleng.


Jawab Aqila santai. "Tapi sama kak Aris kok. Tenang aja, pasti aman."


Tapi Alvian ingin memastikan keadaan Allisya.


Di Rooftop, Allisya menangis di sandaran Aris.


"Sya? Lupain Daniel, udah ada aku. Dia itu bukan cowok yang baik buat kamu. Daniel juga udah berani marah-marah sama kamu. Sekarang-" Aris menangkup wajah Allisya, menghapus air mata yang mengalir dari si empunya. "Fokus sama sekolah kamu ya? Udah kelas 12. Semangat belajar buat kuliah nanti. Hanya aku, yang juga bisa mencintaimu tanpa syarat."


Allisya mengangguk. Aris benar, sekarang ia harus fokus pada sekolah. Selangkah lagi ia akan meneruskan ke universitas favorit.


"Allisya!" Alvian datang dengan nafas tersengal. Ia lari kesetanan mencari Allisya dari berbagai sudut sekolah bahkan kolong meja sekali pun.


Alvian menghampiri Allisya. "Sya? Kamu-"


Allisya tersenyum. "Tenang aja Al, aku bahagia kok. Dan yang bikin aku bahagia sekarang ada di samping aku. Kak Aris."


Alvian bernafas lega. Syukurlah.


"Lupain aja sya. Atau gak anggap aja tadi Arif yang nembak Kaila," ucap Alvian sedikit bercanda, memangnya akan terjadi? Tidak.


Allisya terkekeh. "Aamiinn. Siapa tau ucapan kamu itu bener Al."


"Ya udah, sekarang kita ke halaman sekolah. Acara wisudanya bakal di mulai," Aris menggenggam tangan Allisya, cewek itu tak sendirian ada Alvian juga di belakangnya siap mengomeli cowok yang berani mengusik Allisya.


...🍒🍒🍒...


...Penulis lagi makan ketan hitam....


...10:11 am....

__ADS_1


《《 Sampai jumpa bab selanjutnya 》》


__ADS_2