Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 107. Bai Hong terluka


__ADS_3

Bai Hong yang mendapatkan kabar ada serangan Hewan Buas di wilayah Tambang Kristal Energi milik Keluarga Bai memutuskan untuk bergegas pergi mencari tau.


“Apa kau bilang? Bagaimana bisa ada Griffin dan Ular Raksasa di Tambang itu?” teriak Bai Hong yang langsung berdiri dari tempat duduknya.


“Aku tidak tau Ayah tapi saat ini banyak pekerja kita yang terluka parah akibat pertarungan dua Hewan Buas itu!” ucap Bai Xiu dengan ekspresi wajah yang cemas.


“Sial! Ini tidak boleh dibiarkan. Jika tidak maka Keluarga Bai akan menderita kerugian besar tahun ini!” ucap Bai Hong yang dengan cepat memberi perintah kepada Bai Xiu untuk ikut dengannya menuju Tambang Keluarga Bai.


Bai Hong dan Bai Xiu yang baru saja sampai di sekitar Tambang menjadi sangat terkejut dan takut di saat bersamaan yang disebabkan oleh pertabrakan dua kekuatan yang sangat besar.


“Aku tidak menyangka jika skala dari Pertarungan ini akan begitu besar. Setengah dari Hutan yang menutupi Tambang telah hancur karena serangan kedua Hewan Buas ini!” ucap Bai Hong dengan ekspresi wajah yang mengeras.


“Apa yang harus kita lakukan Ayah? Kita tidak bisa diam saja melihat mereka bertarung. Hutan ini bisa saja hancur dan Tambang pun akan terkubur dalam di bawah tanah karena mereka!” ucap Bai Xiu dengan tatapan mata yang tajam.


“Tidak ada cara lain. Kita harus mengalahkan kedua Hewan Buas itu!” ucap Bai Hong dengan ekpsresi wajah yang serius.


Bai Hong yang tidak bisa menunggu pun melakukan serangan tiba-tiba ke arah Griffin sementara Bai Xiu dan beberapa Prajurit Keluarga Bai menyerang Ular Raksasa.


Bai Hong yang berada di tingkat Surgawi Akhir Tahap Satu ternyata tak memiliki masalah berarti saat melawan Griffin sehingga dapat melukai Griffin dan membuatnya pergi meninggalkan tempat tersebut.


“Aku tidak akan pernah memaafkanmu! Beraninya kau mengacau di Wilayah Keluarga Bai! Hanya kematian yang dapat menghapus dosamu itu!” ucap Bai Hong yang dengan cepat mengayunkan Pedang tingkat Langitnya hingga memotong salah satu sayap Griffin.


Namun pertarungan lain melawan Ular Raksasa berlangsung sangat sengit hingga menimbulkan korban yang tak sedikit di pihak Keluarga Bai.


“Sial! Rasakan ini ular br*ngsek!” ucap Bai Xiu yang mengayunkan tombaknya ke arah kepala Ular Raksasa tapi gagal karena ekor Ular Raksasa dapat lebih dulu menyentuh tubuh Bai Xiu.

__ADS_1


“Aaaarrrggghhhh!” teriak Bai Xiu dengan suara yang lantang yang terpukul mundur hingga tertabrak pohon besar dan memuntahkan darah segar dari mulutnya.


Ular Raksasa yang tidak berhenti sampai disana bergegas maju sambil membuka mulutnya yang lebar dengan niat menelan Bai Xiu hidup-hidup.


Bai Hong yang baru saja selesai dengan Griffin langsung berlari menolong Bai Xiu yang terluka.


“Tidak! Xiao Xiu!” teriak Bai Hong dengan suara yang lantang lalu mengayunkan pedangnya kembali dan menyebabkan hembusan angin yang sangat keras lalu memukul mundur Ular Raksasa.


Bai Hong yang melihat Bai Xiu terluka parah menjadi sangat marah dan menyerang Ular Raksasa dengan pedangnya tapi tidak disangka jika Ular tersebut menyimpan racun pada taringnya.


Kulit tangan Bai Hong yang tidak sengaja bersentuhan dengan taring itu berubah warna menjadi biru dan menyebabkan satu tangan Bai Hong tidak dapat digerakkan.


“Aaarrggghhh! Kau sungguh telah meminta kematianmu ular br*ngsek!” ucap Bai Hong yang menggunakan sisa kekuatannya lalu memotong kepala Ular Raksasa.


Di saat bersamaan, Wu Sheng dan yang lainnya yang telah sampai di Ibukota melihat hidupnya jalanan dengan banyaknya orang-orang yang lulu-lalang menjadi sangat terkejut.


“Kau benar dan disini akan semakin ramai karena Pertandingan terbesar Dinasi Yuan akan segera dilaksanakn dalam beberapa hari lagi!” ucap Master Luo dengan tatapan mata yang lurus ke depan.


Master Luo dan Zhixia yang tidak berniat berjalan-jalan memilih pergi mencari penginapan dan beristirahat disana.


“Aku dan Zhixia akan mencari Penginapan dan kami akan menghubungi kalian melalui burung ini!” ucap Master Luo sambil mengangkat burung kecil yang ada di jarinya.


“Tu-tunggu! Aku ikut Master Luo dan Nona Zhixia. Sejujurnya aku merasa kurang sehat setelah perjalanan menggunakan Formasi Teleportasi selama dua hari berturut-turut tanpa henti!” ucap Hua Nan lagi dengan wajah yang pucat seolah ingin muntah.


“Kalau begitu kami akan jalan-jalan sebentar disini lalu kembali ke Penginapan!” ucap Yan Duxing dengan wajah yang gembira sambil merangkul pundak Wu Sheng dan dibalas dengan anggukan persetujuan oleh Nanggong Xuenli.

__ADS_1


Ketiganya yang merasa sangat tertarik dengan Ibukota yang sangat ramai terutama Wu Sheng yang sangat tidak sabar mencari informasi tentang Guang Yao yang dibawa oleh Keluarga Bai.


“Aku akan mencaritau tentang Yaoyao dan menemukan cara untuk bertemu dengannya!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang telah bulat.


Yan Duxing yang terpikat dengan keindahan Ibukota tidak bisa melepaskan pandangan matanya pada tempat-tempat yang ada di sekitarnya begitu pula dengan wanita muda yang berjalan di sepanjang jalan.


“Ternyata Ibukota jauh lebih hidup dari Kota lainnya! Wanita-wanita disini bahkan sangat cantik!” ucap Yan Duxing yang berkomentar dengan mata yang terbuka lebar.


“Perhatikan langkahmu! Jangan sampai kau terjatuh karena matamu terlalu fokus pada wanita cantik!” sindir Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang meremehkan.


“Hmmm, aku tidak akan seperti itu. Jangan khawatir!” ucap Yan Duxing dengan percaya diri sambil berjalan mundur dan secara tidak sengaja menabrak seseorang.


Yan Duxing yang menabrak sekelompok orang hingga menumpahkan makanan di pakaiannya membuat rekan dari orang yang ditabrak marah.


“Hei! Apakah kau buta? Apa yang kau lakukan pada Kakak Seperguruanku? Kenapa kau berjalan mundur seperti itu?” teriak seorang pria dengan wajah yang marah dengan sikap yang angkuh.


“Tenanglah, Saudara Xiusong! Ini hanyalah noda kecil dan akan hilang jika dibersihkan!” ucap pria muda dengan wajah yang tampan dan suara yang lembut bicara.


Yan Duxing yang menyadari kesalahannya segera meminta maaf dan mengulurkan niat baik untuk memberikan ganti rugi tapi tidak disangka niat baik itu dimanfaatkan oleh orang lain.


“Maaf! Maafkan aku! Aku sungguh minta maaf. Aku tidak sengaja menabrakmu! Izinkan aku menggantinya sebagai permintaan maafku!” ucap Yan Duxing dengan sikap yang bijaksana.


“Maaf dan kompensasi kecil tidak akan cukup untuk membayar semuanya! Apa kau tidak tau siapa kami?" sindir Xiusong dengan ekspresi wajah yang angkuh.


"Kami adalah Murid dari Sekte Murni yang akan mengikuti Pertandingan Dinasti Yuan jadi lebih baik bagimu untuk berlutut mencium kakiku dan menyerahkan semua yang kalian miliki!" ucap Xiusong dengan tatapan mata yang merendahkan.

__ADS_1


#Bersambung#


Bagaimana nasib Bai Hong? Akankah dia selamat dari racun ular? Lalu apakah Wu Sheng dan yang lainnya akan menyerahkan yang mereka miliki begitu saja? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2