Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 61. Senjata Rahasia


__ADS_3

Wu Sheng yang turun ke Kota Chan sendirian setelah tidak melihat keberadaan Yan Duxing dan saran dari Wu Long pun menemukan tempat yang dicarinya.


“Orang-orang di Kota berkata jika Toko ini adalah tempat yang memiliki senjata terbaik!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang serius.


Wu Sheng yang melihat isi Toko Senjata Terbaik di Kota Chan selama beberapa waktu menyadari bahwa dirinya tidak menemukan Senjata Rahasia yang diinginkannya.


“Hah! Sia-sia aku datang kemari!” gumam Wu Sheng sambil menarik nafas panjang sambil berjalan menuju ke luar Toko.


Wu Sheng yang kecewa tiba-tiba melihat Gruxiao keluar dalam pakaiannya dan berlari ke sebuah kotak kosong yang dipenuhi batu hitam dengan ukuran kecil.


Wu Sheng yang penasaran pun melihat ke arah yang ditunjukkan Gruxiao sambil meletakkan Gruxiao kembali ke dalam pakaiannya.


“Si Kecil itu sangat pintar! Batu itu mungkin terlihat tidak berguna karena akan sulit untuk ditempa menjadi senjata tapi Batu itu sangat berguna bagimu!” ucap Wu Long dengan senyum yang licik.


Wu Sheng yang memahami maksud Wu Long pun bertanya kepada Penjaga yang ada di Toko tersebut.


“Apakah Batu ini dijual?” tanya Wu Sheng dengan wajah yang penasaran sambil mengarah ke Batu Hitam Kecil yang ada di sampingnya.


“Batu itu adalah sampah yang tidak bisa digunakan. Jika kau maka kau bisa mengambilnya!” ucap Penjaga dengan wajah yang malas lalu pergi meninggalkan Wu Sheng sendirian.


Wu Sheng yang merasa menemukan keuntungan yang sangat bagus menjadi sangat senang dan menyimpan semua Batu tersebut ke dalam Cincin Penyimpanannya.


Wu Sheng yang telah mendapatkan bahan baku untuk membuat Senjata Rahasia miliknya pun kembali ke kamarnya.


“Batu ini cukup banyak dan mungkin jumlahnya ada sekitar 25 buah. Itu artinya aku bisa membuat satu senjata rahasia pada setiap batu!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.


Wu Sheng yang tau jika dirinya tidak memiliki poin lagi yang cukup untuk menyewa Ruang Pelatihan pun memutuskan untuk turun Gurung dan menemukan Goa yang aman.


“Aku tidak bisa menggunakan Pelahap Api untuk membuat Senjata Rahasia di dalam kamar ini karena akan menyebabkan masalah nantinya!” gumam Wu Sheng sambil berpikir dengan keras.


“Hah! Aku harus keluar dari Sekte Langit dan mencari tempat yang aman untuk bisa membuat Senjata Rahasia itu!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.

__ADS_1


Wu Sheng yang terus masuk ke dalam Hutan di bawah Gunung di malam hari tidak sengaja bertemu dengan Hewan Buas yang tidak diharapkannya.


“Sial! Sepertinya ini adalah hari yang buruk bagiku! Bagaimana bisa aku bertemu dengan Serigala Merah tepat setelah aku menuruni Gunung!” gumam Wu Sheng dengan wajah yang kesal dengan tangan yang terkepal erat.


Wu Sheng yang menyadari bahwa Serigala Merah hidup berkelompok menjadi terburu-buru untuk mengalahkan Serigala Merah sendirian yang ada di depannya.


“Tinju Kilatan Petir!” teriak Wu Sheng dengan suara yang lantang dengan sebuah kilatan muncul setelah tinju yang ditunjukkan Wu Sheng ke arah Serigala Merah.


Serigala Merah yang memiliki refleks yang sangat bagus ternyata berhasil menghindari serangan Wu Sheng dengan sangat cepat.


Serigala Merah yang menyadari bahwa hidupnya dalam bahaya pun melompat ke atas dan melonglong sangat keras yang membuat Serigala Merah yang lain berada tak jauh darinya ikut menyahut.


Wu Sheng yang menyadari bahaya yang akan datang pun mengaktifkan Langkah Awan lalu berlari dengan sangat kencang mencari tempat persembunyian.


"Sial! Sekelompok Serigala Merah itu sungguh merepotkan. Aku tidak punya banyak waktu untuk menghadapi semuanya semalaman!" gumam Wu sheng dengan wajah yang kesal.


Wu Sheng yang terus melarikan diri dari kejaran Serigala Merah secara tak terduga tersandung dan Wu sheng yang tidak bisa mengendalikan kecepatannya pun bersiap untuk tabrakan.


Namun tabrakan yang diharapkan Wu sheng tidak terjadi dan dirinya bahkan berpindah tempat saat ini.


Wu Sheng yang penasaran dengan isi di dalam Goa pun menyadari bahwa Goa tersebut cukup dalam dan tak memiliki apapun di dalamnya.


"Hmmmm, aku kira akan ada Harta Karun di dalamnya karena Goa ini kelihatannya tersembunyi tapi ternyata Goa biasa yang tak memiliki keistimewaan apapun!" gumam Wu sheng dengan pandangan ke segala arah di dalam Goa.


“Tmpat ini sepertinya cukup aman karena bisa disembunyikan di balik semak-semak!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang lebar sambil melihat Semak-semak berduri di depannya.


Wu sheng yang mengetahui bahwa waktu malam telah semakin larut pun tak menunda lagi dan proses pembuatan senjata.


"Di masa lalu aku bisa membuat senjata apapun yang aku inginkan dengan Api Hitam yang diberikan Guru meskipun banyak sekali kegagalan di dalam prosesnya!" gumam Wu sheng dengan tatapan mata tajam ke depan ke arah Batu Hitam yang telah ada di depannya.


"Sekarang aku memiliki Api Pelahap dan aku pun memiliki pengalamannya terlebih dulu jadi aku rasa prosesnya akan berjalan lebih lancar dan cepat." ucap Wu Sheng dengan percaya diri.

__ADS_1


Wu sheng yang meletakkan Batu Hitam di atas sebuah batu besar pun mengeluarkan Api Pelahap dan memulai prosesnya.


Batu Hitam kecil yang terkena Api langsung berubah warna menjadi merah dan menjadi lentur hingga sangat mudah dibentuk menjadi Senjata apapun.


"Batu ini berukuran kecil sehingga hanya bisa dijadikan pisau kecil sebagai senjata tersembunyi!" ucap Wu sheng dengan ekspresi wajah yang serius.


Wu Sheng yang memulai proses itu berulang-ulang hingga semua Batu Hitam habis tidak menyadari bahwa dirinya telah menghabiskan waktu selama lima hari.


“Aku berhasil! Aku sekarang telah memiliki 25 buah Senjata Rahasia dan sudah saatnya bagiku kembali!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang lebar.


Wu Sheng yang melihat matahari telah tinggi pun kembali ke Sekte Langit dan melihat Yan Duxing telah menunggunya.


“Saudara Wu! Senang melihatmu lagi! Akhirnya kau kembali juga!” ucap Yan Duxing dengan senyum yang tulus.


“Terima kasih. Ada apa Saudara Yan? Kenapa kau menungguku di sini?” tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang penasaran.


“Aku ingin memberikanmu ini!” ucap Yan Duxing sambil memberikan beberapa lembaran kertas tebal kepada Wu Sheng.


“Lembaran itu berisi tentang informasi orang-orang yang kemungkinan akan memasuki Dimensi Panlong jadi saat di dalam kita bisa berhati-hati agar tidak menyinggung orang kuat di dalam karena jika kita mati atau terluka maka Sekte tidak akan bertanggung jawab!” ucap Yan Duxing dengan ekspresi wajah yang serius.


Wu Sheng yang mendengar perkataan Yan Duxing pun membuka lembara-lembaran kertas tersebut dan membacanya satu per satu.


“Di sini hanya tertulis tentang orang terkuat nomor tiga di Sekte Langit yang akan memasuki Dimensi Panlong lalu bagaimana dengan orang terkuat nomor satu dan dua?” tanya Wu Sheng dengan rasa penasaran yang tinggi.


“Aku mendengar kabar bahwa keduanya tidak akan ikut karena sedang menjalankan misi rahasia dan melakukan pelatihan tertutup di luar Sekte!” ucap Yan Duxing dengan percaya diri.


Wu Sheng yang mendengar penjelasan Yan Duxing pun mengerti dan menyadari bahwa orang terkuat ketiga di Sekte Langit yang tercatat di Batu Kekuatan adalah Mo Sanlang.


“Mo Sanlang memiliki dendam padaku karena aku menyelamatkan Nona Zhixia dan aku yakin di dalam Dimensi Panlong dia pasti akan mencari masalah denganku!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.


“Sepertinya persiapanku harus ditingkatkan lagi sebelum Dimensi Panlong benar-benar dibuka!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang tajam.

__ADS_1


#Bersambung#


Apa yang akan terjadi pada Wu Sheng selanjutnya? Apa rencana Mo Sanlang untuk menghancurkan Wu Sheng? Tebak jawabannya di kolom komentar ya..


__ADS_2