
Wu Sheng yang telah memasuki Dimensi Panlong bersama yang lain tidak menyangka jika ada peraturan lain yang telah menanti.
“Hmmm, ternyata kita akan terpisah di tempat yang berbeda saat kita ada di dalam Dimensi ini meskipun kita masuk secara bersamaan!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang datar.
Wu Sheng yang menyadari hal itu pun memutuskan untuk melanjutkan perjalanannya di dalam Dimensi Panlong sendirian.
Gruxiao yang memiliki insting yang kuat untuk menemukan Harta Karun tanpa diminta ternyata langsung keluar dari dalam pakaian Wu Sheng.
“Gruxiao!” teriak Wu Sheng yang terkejut dengan suara yang naik dengan mata yang terbuka lebar.
“Grrruuuu! Gggrruuuu!” ucap Gruxiao dengan suara yang sedikit naik dengan penuh semangat.
“Tu-Tunggu! Apakah kau merasakan ada Harta Karun di sekitar sini?” tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang penasaran yang dibalas dengan anggukan kepala oleh Gruxiao.
“Baiklah. Tunjukkan jalannya tapi kau harus berhati-hati karena tempat ini jauh berbeda dengan tempat asal kita!” ucap Wu Sheng yang memberikan peringatan penting.
Gruxiao yang berjalan lebih awal pun menuntun Wu Sheng menuju tempat dimana banyak sekali Tanaman Obat tersimpan.
Wu Sheng yang melihat begitu banyak Tanaman Obat di tempat yang ditunjukkan Gruxiao sangat ingin berlari dan memanen semua Tanaman Obat tersebut.
Namun Wu Sheng yang merasakan bahaya pun mencoba melihat ke sekeliling dan melihat Singa Api yang sedang tertidur di dekat Tanaman Obat tersebut.
“Sial! Aku menemukan keberuntungan besar saat sampai di dalam Dimensi Panlong namun tanpa terduga aku pun menemukan Hewan Buas yang menjaga semua Tanaman Obat itu!” gumam Wu Sheng yang bersembunyi di atas Pohon dengan wajah yang kesal.
“Energi Qi Murni di dalam Dimensi ini jauh lebih besar daripada di tempatku. Oleh karena itu, Tanaman Obat ini bisa tumbuh dengan sangat subur!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
“Namun tak hanya Tanaman Obat yang menjadi semakin subuh tapi Singa Api itu ternyata lebih kuat dari Singa Api yang ada di Daratan Yuan!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang serius.
Wu Sheng yang tidak bisa melespakan semua Tanaman Obat yang telah ada di depan matanya pun memutuskan untuk menyerang Singa Api.
“Singa Api adalah Hewan Buas dengan atribut Api maka hanya Api yang bisa mengalahkannya!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang licik.
Wu Sheng yang memutuska melawan Api dengan Api pun mengeluarkan Api Pelahap ukuran kecil di kedua tangannya dan mengarahkan Api tersebut ke Singa Api.
Wu Sheng yang berpikir jika Singa Api akan terkena serangannya tidak menyangka jika Singa Api di Dimensi Panlong memiliki kepekaan yang sangat tinggi.
Singa Api yang merasakan bahaya segera bangun dan mengeluarkan Api Hitam miliknya dari dalam mulut sehingga menyebabkan ledakan yang sangat besar saat Api Pelahap dan Api Hitam bertemu.
“Rooooaaaarrrrr!” teriak Singa Api yang telah terjaga dan marah di saat bersamaan karena diserang secara mendadak.
Singa Api yang sangat marah saat melihat Wu Sheng berdiri di hadapannya langsung melompat dari tempatnya dan berniat menerkam Wu Sheng.
Wu Sheng yang memiliki Langkah Awan ternyata dapat menghindari serangan mendadak itu dengan sangat cepat dan mengeluarkan serangan balasan.
“Dasar Singa jelek! Kau pikir Apimu jauh lebih hebat dari Apiku karena kau bisa menghentikannya tadi maka sekarang terimalah Api Pelahapku yang sebenarnya!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang bahagia.
Wu Sheng yang mengeluarkan serangan balasan pun mengeluarkan Api Pelahap dengan ukuran yang cukup besar ke telapan tangannya dan mengarahkannya ke Singa Api.
Singa Api yang tidak bisa memprediksi serangan itu pun akhirnya terkena Api Pelahap di atas punggungnya.
“Roooooaaarrrrr!” teriak Singa Api yang kesakitan dengan sisa Api Pelahap yang tidak padam di atas punggung Singa Api.
__ADS_1
“Tinju Kilatan Petir!” teriak Wu Sheng yang mengarahkan tinjunya yang menyebabkan Energi Qi dengan kilatan petir menyerang Singa Api.
Singa Api yang tidak bisa menerima serangan Wu Sheng pun pingsan dengan Api Pelahap yang menghilang karena diserap kembali oleh Wu Sheng.
“Aku tidak berniat membunuhmu karena kau bukanlah targetku. Aku hanya menginginkan Tanaman Obat yang berumur lebih dari Seribu Tahun jadi jangan khawatir aku tidak akan mengambil semuanya!” ucap Wu Sheng yang menyadari nilai dari Tanaman Obat yang ada di depannya.
Wu Sheng yang tidak ingin berhadapan dengan Singa Api lagi pun bergegas memanen Tanaman Obat yang telah menjadi incarannya dan menyimpannya ke dalam Cincin Penyimpanan.
Namun secara tak terduga Wu Sheng mendengar suara orang yang sedang berkelahi tak jauh darinya dan menjadi penasaran.
“Apakah itu suara orang yang sedang melawan Hewan Buas? Hmmm, sebaiknya aku mencari tau siapa kira jika aku akan bertemu dengan Saudara Yan dan Tuan Muda Su!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.
Wu Sheng yang tidak ingin Gruxiao diketahui oleh orang lain pun mengangkat Gruxiao dan memasukkannya kembali ke dalam pakaiannya lalu pergi ke sumber suara.
Wu Sheng yang bersembunyi di balik pohon tidak menyangka akan melihat Zhixia sedang dalam keadaan yang tidak diuntungkan saat melawan Sekelompok Serigala Merah.
“Kau sungguh tidak beruntung Nona Zhixia! Bagaimana bisa kau memprovokasi Sekelompok Serigala Merah?” gumam Wu Sheng dengan tatapan mata yang tajam.
“Melawan Seekor Serigala Merah di Dimensi itu sudah cukup merepotkan dan kau justru harus melawan lima ekor Serigala Merah bersamaan!” ucap Wu Sheng dengan nada suara yang terdengar dingin.
Wu Sheng yang tetap bersembunyi di balik pohon sambil menilai situasi apakah akan turun membantu atau menonton saja lalu mengambil keuntungan di saat Zhixia kalah secara tak terduga melihat sesuatu yang berharga tepat setelah Gruxiao memberinya petunjuk.
#Bersambung#
Harta Karun apa yang dilihat Wu Sheng dan diincar oleh Zhixia? Akankah Wu Sheng akan membantu atau hanya melihat Zhixia bertarung? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...
__ADS_1