
Wu Sheng dan Zhixia yang melihat beberapa bongkahan Kristal Energi yang tersisa di dalam Goa Batu pun memutuskan untuk membaginya sama rata dan keluar dari dalam Goa tersebut.
“Nona Xia, ayo kita keluar sekarang! Sudah tak ada lagi Harta Karun di sini!” ucap Wu Sheng dengan tatapan mata yang melihat ke sekeliling tempat.
“Kau benar! Sebaiknya kita keluar karena khawatir akan ada orang lain yang datang dan menyebabkan masalah nantinya!” ucap Zhixia yang menganggukkan kepalanya sebagai tanda persetujuan.
Wu Sheng yang melihat Rubah Ekor Sembilan yang telah terpanggang dengan Api Pelahapnya pun menyimpan sisanya ke dalam Cincin Penyimpanan sebagai bekal makanan mereka.
Keduanya yang memutuskan untuk menjelajahi Dimensi Panlong bersama pun pergi mencari Yan Duxing dan Su Jing bersama.
Zhixia yang memiliki keahlian menemukan orang ternyata tak membutuhkan waktu lama hingga menemukan keberadaan Yan Duxing dan Su Jing yang berada di tempat yang sama.
“Apakah itu suara orang yang sedang bertarung?” tanya Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang penasaran.
“Benar dan suara pertarungan itu berasal dari arah kedua temanmu itu berada!” ucap Zhixia dengan percaya diri.
Wu Sheng yang cemas pun dengan cepat mengaktifkan Langkah Angin dan meninggalkan Zhixia sendirian.
“Hah! Apakah dia tidak memiliki kesadaran untuk tidak pernah meninggalkan seorang wanita sendirian?” sindir Zhixia dengan wajah yang kesal lalu mengerahkan kemampuannya mengejar Wu Sheng.
Sementara itu, Yan Duxing dan Su Jing yang memiliki kemampuan yang rendah menjadi sangat kesal karena berada di posisi yang sulit.
“Apa yang kalian lakukan? Apakah kalian tidak malu mencuri Harta yang ditemukan oleh teman kalian sendiri?” sindir Yan Duxing dengan wajah yang kesal.
“Kami duluan yang menemukan Pohon ini jadi buah yang ada pada Pohon ini milik kami!” ucap Su Jing dengan tangan terkepal erat.
Murid-Murid lain yang juga Murid Luar secara tak terduga bekerjasama untuk mengambil Buah yang ditemukan oleh Yan Duxing dan Su Jing.
“Apa maksudnya Buah itu milik kalian? Apakah di Buah tersebut tertulis nama kalian?”
“Hahahaa.....”
“Ini adalah Dimensi Panlong dan bukan Sekte Langit. Di sini semua orang bebas melakukan apapun dan tidak terikat dengan aturan Sekte!”
__ADS_1
“Buah itu menjadi milik siapapun yang bisa mempertahankannya dan hanya orang yang kuat yang bisa memilikinya!”
Su Jing yang mendengar perkataan orang-orang tidak tau malu yang hanya mementingkan diri mereka sendiri di hadapannya itu menjadi sangat marah.
“Br*ngsek! Dasar Pengecut! Beraninya kalian menyerang secara berkelompok!” ucap Su Jing dengan suara yang lantang dengan wajah yang kesal.
Orang-orang yang merasa terhina dengan ucapan dari Su Jing pun menjadi tidak sungkan dan menyerang Su Jing dan Yan Duxing bersama-sama.
Su Jing dan Yan Duxing yang kalah baik segi jumlah orang maupun kekuatan terpaksa mundur dan menelan kekalahannya.
“Apa yang harus kita lakukan Tuan Muda Yan? Apakah kita harus menyerahkan buah itu kepada mereka?” tanya Su Jing dengan wajah yang frustasi yang membuat Yan Duxing menjadi sangat tertekan.
Wu Sheng yang melihat Yan Duxing dan Su Jing sedang terkepung di antara Murid Sekte lainnya yang juga mengincar Harta yang dimiliki keduanya pun datang membantu.
“Apa yang kau katakan Tuan Muda Su? Jika kau yang menemukannya terlebih dahulu, bukankah sebaiknya kau mempertahankannya hingga akhir!” ucap Wu Sheng dengan suara yang lantang.
Yan Duxing dan Su Jing yang mendengar dan melihat Wu Sheng datang membantunya menjadi sangat senang.
Wu Sheng yang tidak senang melihat ada orang yang mengganggu temannya pun memberikan mereka semua pelajaran berharga.
“Tinju Kilatan Petir!” teriak Wu Sheng yang mengarahkan tinjunya ke tanah di hadapan Murid Sekte yang mengincar Harta milik Yan Duxing dan Su Jing yang secara tak terduga memunculkan sebuah lubang raksasa di tanah.
Orang-orang yang terkejut melihat kekuatan yang dimiliki Wu Sheng pun menjadi sangat takut dan dengan cepat meninggalkan tempat tersebut.
Yan Duxing dan Su Jing yang merasa sangat bersyukur karena mendapatkan pertolongan dari Wu Sheng pun mengucapkan terima kasih.
“Saudara Wu, terima kasih untuk bantuanmu!” ucap Yan Duxing dengan suara yang tulus dan senyum yang lebar.
“Benar. Jika bukan karena bantuan Tuan Muda Wu maka saat ini mungkin kami pasti terluka parah dan Buah itu telah menjadi milik mereka!” ucap Su Jing dengan wajah yang senang.
“Tidak perlu berterima kasih. Aku hanya melakukan hal yang menurutku benar!” ucap Wu Sheng dengan senyum yang lembut.
“Sebaiknya sekarang kalian menyerap Energi Buah tersebut dan menaikkan kekuatan kalian agar kejadian ini tidak terulang lagi!” ucap Wu Sheng yang mengalihkan padangannya pada dua buah Persik Perak yang tergantung di atas pohon.
__ADS_1
Su Jing yang bingung pun menatap Yan Duxing yang dengan cepat menganggukkan kepalanya dan meyakinkan Su Jing untuk melakukan seperti yang disarankan oleh Wu Sheng.
Keduanya yang telah memakan Buah Persik Perak pun duduk bersila dan melakukan kultivasi dengan Wu Sheng duduk di atas pohon menjaga keduanya.
Sementara itu, Mo Sanlong yang ternyata tidak bisa menghilangkan kebenciannya pada Wu Sheng pun memiliki rencana untuk menghancurkan Wu Sheng.
“Aku tidak bisa membiarkan orang berbakat yang tidak bisa aku kendalikan berkembang. Aku harus membuat mereka layu dan mati sehingga tidak menjadi ancaman bagiku di masa depan!” ucap Mo Sanlang dengan ekspresi wajah yang dingin dan tatapan mata yang tajam.
Mo Sanlang yang ingat jika Wu Sheng pernah mencelakai Adiknya pun ingin memberikan Wu Sheng perjalanan yang berharga.
“Bos! Apa yang ingin anda ingin kami lakukan?” ucap salah seorang anak buah Mo Sanlang yang dijuluki Tiga Serangkai Gong, Song, dan Rong.
“Aku ingin kalian menemui Wu Sheng dan menaburkan obat ini padanya dan ingat jangan sampai kalian ketahuan olehnya!” ucap Mo Sanlang yang memberikan perintah dan peringatan di saat bersamaan.
“Jangan khawatir, Bos! Kami pasti akan melakukan tugas dengan sangat baik!” ucap Song dengan ekspresi wajah yang percaya diri.
Setelah menerima dan menyimpan obat yang diberikan oleh Mo Sanlang pun bergegas pergi mencari tempat keberadaan Wu Sheng dan menyusun rencana untuk menjebak Wu Sheng.
Wu Sheng yang melihat Yan Duxing dan Su Jing telah selesai menyerap Buah Persik Perak pun melanjutkan perjalanannya menemukan Harta Karun lainnya dengan waktu yang tersisa bersama dengan Zhixia.
“Nona Zhixia, senang bisa bertemu denganmu dan menjadi teman perjalananmu!” ucap Yan Duxing yang ternyata lemah akan wanita cantik tapi justru diabaikan oleh Zhixia yang ternyata hanya fokus kepada Wu Sheng.
Keempatnya pun berjalan bersama menjelajahi Dimensi Panlong dan secara tak terduga mendengar teriakan minta tolong yang sangat keras tak jauh dari arah keduanya.
“Siapa itu yang meminta tolong?” ucap Su Jing yang menghentikan langkahnya dengan wajah yang penasaran.
“Aku tidak tau dan karena hanya ada Murid Sekte Langit di dalam Dimensi Panlong maka dapat dipastikan bahwa yang berteriak minta tolong itu adalah salah satu Murid dari Sekte Langit!” ucap Wu Sheng dengan suara yang datar.
“Kalau begitu kenapa kita diam saja di sini? Ayo kita bergerak dan membantu mereka!” ucap Yan Duxing yang memiliki rasa kepedulian yang tinggi.
#Bersambung#
Siapakah orang yang meminta tolong itu? Akankah Wu Sheng dan Zhixia ikut menolong? Apa rencana Tiga Serangkai untuk menjebak Wu Sheng? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...
__ADS_1