
Yan Duxing yang tidak bisa melihat ada orang yang tidak bersalah ditindas hingga terluka di hadapannya pun datang menolong.
"Dasar br*ngsek! Siapa kau? Beraninya kau ikut campur urusan orang lain!" teriak Mo Guo dengan suara yang lantang dengan wajah yang emosi.
"Aku adalah Yan Duxing dan aku tidak bisa diam saja saat melihat ada orang yang ditindas di hadapanku!"" ucap Yan Duxing dengan suara yang lantang sambil mengangkat pedangnya ke arah Mo Guo.
Mo Guo yang merasa seolah mendapatkan tantangan dari orang yang dikenalnya pun menjadi sangat marah terutama saat melihat Su Zhulan dan Su Jing menghilang dari hadapannya.
Mo Guo dan Yan Duxing yang telah pindah untuk bertarung di depan Restoran tidak membuat Wu Sheng menghentikan makannya dan membantu Yan Duxing.
“Hmmm, kenapa dia harus ikut campur urusan orang lain? Apa yang akan didapatkannya setelah ini? Hah! Sungguh merepotkan!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang malas sambil meminum arak miliknya.
Sementara itu, Mo Guo yang tidak senang jika ada orang yang mengganggunya pun mengeluarkan Energi Qi yang telah dialirkannya ke Pedang miliknya lalu mengarahkan Energi tersebut ke arah Yan Duxing.
“Br*ngsek! Jika hari ini aku tidak membuatmu menjadi cacat maka namaku bukan Mo Guo!” teriak Mo Guo dengan suara yang lantang dengan wajah yang marah.
“Jangan hanya bicara saja! Kemari dan serang aku!” ucap Yan Duxing dengan percaya diri lalu melakukan serangan balasan yang sama.
Kedua Energi Qi yang sama bertabrakan pun membuat sebuah ledakan yang sangat besar dan juga asap yang sangat tebal.
Mo Guo yang tidak terpengaruh dengan asap tersebut pun tersu menyerang Yan Duxing lalu saat Mo Guo sadar jika dirinya akan mengalami kerugian besar jika bertarung dengan cara yang adil pun mengeluarkan pisau beracun ke arah Yan Duxing.
Yan Duxing yang ternyata tidak bisa menghindari pisau yang datang ke arahnya sepenuhnya pun membuat lengan Yan Duxing tergores.
Racun yang tidak berwarna dan berbau itu ternyata memiliki efek untuk membuat tubuh seseorang tidak bisa mengeluarkan Energi Qi sama sekali selama satu jam ke depan.
Tak hanya itu ternyata racun yang dikeluarkan Mo Guo pun bisa menghilangkan fungsi tubuh selama satu hari lalu perlahan membuat orang tersebut meninggal tanpa dapat dideteksi.
Mo Guo yang tidak akan melepaskan kesempatan bagus untuk menghajar Yan Duxing yang tidak berdaya pun memukul Yan Duxing tanpa henti.
“Hahahaha... Sekarang kau tak akan bisa melakukan apapun! Kau akan habis di tanganku sekarang!” ucap Mo Guo dengan suara yang keras dan tawa yang lebar.
__ADS_1
Yan Duxing yang terus menerus di hajar pun akhirnya termundur ke belakang beberapa langkah hingga terjatuh ke tanah.
“Aaaaarrgghhh!” teriak Yan Duxing dengan suara yang keras dengan wajah yang kesal sambil meringis kesakitan.
“Sialan! Apa telah terjadi padaku? Kenapa aku tidak bisa mengeluarkan Energi Qi sama sekali?” tanya Yan Duxing yang masih tidak tau ataupun mengerti dengan situasinya saat ini.
Wu Sheng yang bisa mengetahui jenis racun tersebut hanya dengan satu kali melihat efek yang dirasakan oleh Yan Duxing pun menatap tajam ke arah Mo Guo.
Wu Sheng yang tidak bisa membalas kebaikan orang padanya dengan keburukan pun memutuskan untuk menolong Yan Duxing
“Pelayan! Aku akan membayar makanan yang telah aku bayar! Ini adalah uangnya dan ambil saja kembaliannya!” ucap Wu Sheng setelah mengangkat tangan dan menyerahkan sekantong uang di atas meja.
Wu Sheng yang telah membayar makanannya pun melompat dari jendela lantai dua menuju ke luar Restoran.
“Hah! Kau ini sangat merepotkan! Apakah kau tidak bisa diam saja dan tidak ikut campur dengan urusan orang lain?” gumam Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang kesal dan terganggu.
“Jika bukan karena kau adalah temanku maka aku tidak akan mungkin menolongmu saat ini!” ucap Wu Sheng sambil melemparkan sebuah elixir kepada Yan Duxing yang masih terkejut karena dirinya tak bisa mengeluarkan Energi Qi sama sekali.
“A-apa? Ra-Racun? Br*ngsek! Beraninya dia menggunakan cara curang seperti ini! Aku tidak akan mengampuninya!” teriak Yan Duxing yang ingin menghajar Mo Guo lagi dengan amarah yang membara.
Wu Sheng yang melihat Yan Duxing masih bisa berbicara panjang lebar pun menatap tajam ke arahnya lalu mengeluarkan kata-kata yang kasar yang pada akhirnya membuat Yan Duxing terdiam.
“Hentikan! Kau sudah tidak bsia mengeluarkan Enegi Qi sama sekali dan kau masih ingin bertarung! Jika kau ingin mati maka aku akan pergi dari sini!” ucap Wu Sheng dengan nada suara yang tidak peduli.
Wu Sheng yang melihat Yan Duxing telah bisa diajak bicara pun menatap Mo Guo yang berdiri di tempatnya tanpa perlawanan.
“Aku tidak ingin bertarung denganmu tapi jika kau benar-benar ingin bertarung maka aku melayanimu dengan sepenuh hati! Aku pun akan menggunakan racun untuk melawanmu!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang cuek.
Mo Guo yang ternyata sangat terkejut saat melihat Wu Sheng datang membantu Yan Duxing dan mengetahui akan jenis racun bahkan memiliki penawarnya pun memikirkan ulang rencananya untuk bertarung.
“Sial! Orang ini ternyata mengetahui tentang racun! Aku tidak tau sejauh apa kemampuannya dalam memahami racun dan aku pun tak ingin mengambil resiko kehilangan nyawa!” ucap Mo Guo dalam hati dengan tatapan mata yang tajam.
__ADS_1
“Aku harus pergi dari sini! Aku tidak akan menang melawannya! Orang ini menyembunyikan kekuatannya yang sebenarnya!” ucap Mo Guo dalam hati dengan wajah yang serius.
Namun sebelum Mo Guo mengambil tindakan untuk mundur, kedua anak buahnya ternyata telah bergerak untuk menyerang Wu Sheng tanpa perintah darinya.
“Dasar br*ngsek! Siapa yang sedang kau ancam sekarang? Apa kau ingin mati? Hah!” teriak kedua orang tersebut secara bergantian sambil bergerak ke arah Wu Sheng.
Mo Guo yang masih menyayangi nyawanya pun tidak memperdulikan kedua anak buahnya itu dan bergegas pergi meninggalkan Arena Restoran.
Wu Sheng yang melihat dua orang idiot yang masih ingin menyerangnya padahal Bosnya telah pergi dan memilih menyerah pun menarik nafas panjang.
“Kalian ini sungguh idiot! Siapa yang kalian bela sebenarnya? Lihatlah ke belakang! Bos kalian bahkan telah pergi meninggalkan kalian!” ucap Wu Sheng sambil menggaruk bagian belakang kepalanya.
Lalu saat kedua orang tersebut menyadari akan kebenaran dari ucapan Wu Sheng pun langsung berbalik arah dan ikut mengejak Mo Guo yang telah pergi lebih dulu.
Wu Sheng yang sudah sangat kenyang dan merasa lelah pun memutuskan untuk kembali ke Penginapannya tapi secara tiba-tiba Kedua Saudara Su yang tidak terlihat saat pertandingan berlangsung pun muncul di hadapan Wu Sheng.
“Tuan Muda, terima kasih karena telah membantu kami! Kami berhutang budi kepada anda!” ucap Su Zhulan dengan senyum yang lembut dan wajah yang bersahabat.
Wu Sheng yang masih memiliki Guang Yao di hati dan pikirannya ternyata tidak tergoda sama sekali dengan kecantikan Su Zhulan.
“Aku tidak memiliki niat menolong kalian! Jika ingin berterima kasih maka katakan saja padanya!” ucap Wu Sheng dengan wajah yang datar sambil menunjuk ke arah Yan Duxing yang sedang terduduk memakan ayam panggang di dalam Restoran tepat setelah Mo Guo pergi.
Su Zhulan yang selama ini tak pernah mendapatkan perlakuan dingin dari pria manapun akhirnya menjadi sangat penasaran kepada Wu Sheng.
Namun Wu Sheng yang tak tertarik pada Su Zhulan pun pergi meninggalkan tempat tersebut tanpa berkata apapun.
“Lan’er! Ayo kita berterima kasih kepada Tuan Muda itu! Seperti yang dikatakannya bahwa semua ini karenanya yang telah datang menolong!” ucap Su Jing dengan wajah yang bingung dengan sikap Su Zhulan yang tiba-tiba tertarik pada Pria Asing.
#Bersambung#
Apakah Su Zhulan akan berhasil menarik perhatian Wu Sheng? Apakah Wu Sheng akan memiliki wanita lain selain Guang Yao? Tulis jawabanmu di kolom komentar ya..
__ADS_1