Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
112. Pangeran Rong Yang


__ADS_3

Wu Sheng dan yang lain yang tak pernah mengikuti Pertandingan Dinasti Yuan sebelumnya menjadi sangat terkejut dengan banyak orang yang menonton dan berkumpul saat memasuki Stadion tempat Arena Pertandingan di laksanakan.


Kelimanya yang sangat terkejut dan kagum di saat bersamaan pun tidak bisa berhenti untuk bertanya dan berkomentar dengan rasa ingin tau yang tinggi.


“Apakah semua orang yang ada di atas sengaja datang untuk menonton Pertandingan ini?” tanya Yan Duxing.


“Mereka tidak hanya datang untuk menonton tapi juga mencari peruntungan?” jawab Zhixia dengan nada yang jutek.


“Apa maksudmu?” balas Yan Duxing yang kebingungan.


“Lihatlah disana! Itu adalah Arena Perjudian dimana siapapun boleh membuat taruhan untuk menentukan pemenang dalam Pertandingan ini!” ucap Wu Sheng memberikan penjelasan.


Yan Duxing yang tertarik dengan judi yang dijelaskan Wu Sheng pun menarik temannya yang lain untuk ikut membuat taruhan.


“Ayo, kita membuat taruhan! Aku akan mempertaruhkan uangku pada Saudara Wu!” ucap Yan Duxing tegas.


“Hei! Kenapa kau bertaruh pada orang lain? Kenapa kau tidak bertaruh pada dirimu sendiri?” sindir Nanggong Xuenli dengan alis yang mengkerut.


“Aku tidak akan mungkin menang dalam Pertandingan ini apalagi menjadi juara pertama.”


“Jadi daripada aku larut dalam kesedihan karena kalah, akan lebih baik kalau aku menghibur diri dengan kemenanganku!” ungkap Yan Duxing.


“Yang kau katakan itu benar sekali! Aku akan melakukan hal yang sama denganmu!” ucap Hua Nan tiba-tiba.


Namun di saat keduanya ingin meletakkan uang taruhan tiba-tiba Zhixia berkomentar yang membuat keduanya sambil bertatapan lalu berpikir ulang tentang rencananya untuk membuat taruhan.


“Tunggu dulu! Ini adalah Ibukota! Tempat perjudian ini pasti ilegal!”


“Bagaimana jika uang kalian tidak kembali setelah menang?”


“Apakah kalian bersedia membuat taruhan tanpa jaminan apapun?”

__ADS_1


Wu Sheng yang mengetahui dan memahami ketakutan Zhixia pun memberikan rahasia kecil yang diketahuinya yang membuat yang lain dengan yakin mempertaruhkan milik mereka dalam taruhan tersebut.


“Tidak perlu cemas! Sebesar apapun keuntungan yang kau dapatkan pasti akan kembali karena tempat judi ini milik Pangeran Pertama Rong Zhou!”


“Jika itu yang dikatakan oleh Saudara Wu maka aku akan percaya. Aku akan mempertaruhkan semua uangku!” ucap Yan Duxing.


“Aku pun akan ikut bertaruh bersama!” diikuti Nanggong Xuenli.


“Hmmm, jangan tinggalkan aku! Aku juga ingin ikut bertaruh pada Tuan Muda Wu!” ucap Hua Nan yang tidak mau kalah.


Ketiganya yang tak ingin melewatkan kesempatan mendapatkan uang berlipat ganda pun berdiri di depan meja pendaftaran dan menentukan taruhannya pada Wu Sheng meskipun dihina oleh orang yang ada disana.


“Selamat pagi Tuan-tuan. Siapa yang ingin yang kalian pertaruhkan?” ucap Penjaga dengan senyum yang ramah.


“Kami bertiga akan bertaruh pada Wu Sheng dari Sekte Langit!” ucap Yan Duxing dan yang lainnya sambil meletakkan sejumlah uang di atas meja.


‘Apakah orang-orang ini bodoh? Tapi itu semua bukan urusanku! Jika mereka kalah maka aku akan mendapatkan bonus yang banyak dari Bos!’


Wu Sheng yang tidak mau kehilangan kesempatan mendapatkan keuntungan yang besar pun ikut bertaruh dengan Pil dan juga Kertas Formasi miliknya.


“Aku mempertaruhkan ini semua untuk orang yang sama!”


“Ya! Ya! Ya! Ini adalah nomormu!” jawab Penjaga itu yang matanya telah berubah jernih.


Tepat setelah Wu sheng mengambil nomornya tiba-tiba seorang pria muda muncul dengan segunung emas ikut bertaruh.


“Aku juga akan ikut bertaruh! Aku akan bertaruh pada Saudara Wu Sheng dari Sekte Langit!” ucap seorang pria muda.


Yan Duxing dan yang lain yang tidak pernah bertemu dengan pria itu pun menjadi kebingungan lalu saat Wu Sheng menyebutkan namanya barulah keempatnya menyadari status pria yang tiba-tiba datang itu.


“Yang Mulia Pangeran Ketiga, apa yang anda lakukan disini?” tanya Wu Sheng dengan tatapan curiga.

__ADS_1


“Apa? Aku datang untuk ikut bertaruh! Apakah ada aturan bahwa Seorang Pangeran tidak boleh ikut bertaruh?”


Wu Sheng yang malas berdebat pun menarik nafas panjang lalu berjalan pergi meninggalkan tempat tersebut yang diikuti yang lainnya dengan wajah yang cemas.


“Tu-tunggu Saudara Wu! Apakah ini tidak apa-apa?”


“Apakah kita tidak akan dihukum jika mengabaikan Seorang Pangeran?”


“Aku tidak tau tapi melihat reaksi dari Pangeran Ketiga sepertinya ini bukan masalah besar!”


Wu Sheng yang menyadari bahwa Pangeran Ketiga, Rong Yang, bersikap semenjak dirinya menyelamatkan nyawanya pun memilih mengabaikannya karena Wu Sheng tau bahwa Pangeran Rong Yang adalah Tunangan Guang Yao.


Pangeran Rong Yang yang tidak tau apapun masalahnya menjadi sangat sedih dan sangat ingin berteman dengan Wu Sheng yang telah menjadi Penyelamatnya sehingga memutuskan untuk mengajak Wu Sheng bicara empat mata.


“Hei! Tunggu! Aku ingin bicara denganmu! Bisakah kita pergi ke pinggir sebentar?”


Wu Sheng yang tidak punya pilihan lain pun menerima permintaan Pangeran Rong Yang berjalan di belakangnya lalu bertanya dengan sikap yang waspada dan mata elangnya.


“Ini sudah cukup jauh dan tempat ini tidak ada seorangpun berada. Yang Mulia bisa katakan apa yang ingin anda katakan?”


“Sebenarnya aku sangat kagum padamu dan aku ingin berterima kasih untuk bantuanmu sebelumnya. Hmmm, aku juga ingin berteman denganmu. Ayo berteman!”


“Jika Yang Mulia ingin berteman maka aku akan menerimanya tapi apakah anda bersedia mengabulkan satu permintaanku apapun itu!”


“Permintaan? Tidak masalah! Kalau begitu mulai sekarang kita adalah teman!”


Pangeran Rong Yang yang mendapatkan keinginannya menjadi sangat senang lalu memutuskan untuk pergi sehingga membuat Wu Sheng kembali ke Murid Sekte Langit.


Pertandingan Dinasti Yuan yang akan segera dimulai membuat Master Zuge yang menjadi pelindung sekaligus wasit di Pertandingan itu berdiri di atas Arena Pertandingan membuka Pertandingan.


#Bersambung#

__ADS_1


__ADS_2