
Wu Sheng yang melakukan semua hal yang dapat dilakukannya untuk mengurangi rasa sakit dan meminimalisir cedera yang dialami oleh Yan Duxing memulai pengobatannya.
“Kau adalah orang pertama yang menjadi temanku di Kehidupan ini dan kau pun selalu menganggapku sebagai Saudaramu jadi percayalah padaku. Aku pasti akan menyelamatkanmu!”
Sementara itu, Nanggong Xuenli dan Hua Nan yang pergi ke Menara Alkemia membeli tanaman obat yang dibutuhkan oleh Wu Sheng bergegas kembali setelah mendapatkan semuanya.
“Kita sudah mendapatkan semuanya. Saatnya kembali dan memberikannya kepada Saudara Wu!” ucap Nanggong Xuenli.
Namun di perjalan tiba-tiba beberapa orang dengan pakaian hitam dengan penutup wajah datang menghadang mereka.
“Siapa kalian? Minggirlah!”
“Tidak ada yang bisa lewat dari sini dan kalian berdua harus menyerahkan semua tanaman obat yang ada di tangan kalian!”
Nanggong Xuenli dan Hua Nan yang menolak untuk menolak permintaan memutuskan untuk melawan perampok itu.
Pertarungan di antara kedua kelompok tidak bisa dihindarkan meskipun musuh berjumlah lima orang tidak membuat Nanggong Xuenli dan Huan Nan mundur.
“Aku akan menghadapi tiga orang yang ada di depan dan kau sisanya!” ucap Nanggong Xuenli.
“Baiklah! Berhati-hatilah!” ungkap Hua Nan.
Pertandingan yang tidak menguntungkan sejak awal karena perbedaan jumlah ternyata berubah posisi.
Nanggong Xuenli dan Hua Nan yang kalah dalam Pertandingan kemarin ternyata melakukan latihan bersama secara diam-diam dengan bantuan Master Luo ternyata mengalami sedikit peningkatan.
“Semua orang yang telah menghalangi jalan harus mati!”
Kelima Perampok yang dibalas oleh keduanya dengan seluruh kemampuannya akhirnya terjatuh ke tanah satu per satu.
“Hah! Akhirnya kita berhasil! Aku semakin penasaran siapa yang telah menyerang kita!” ucap Huan Nan.
Hua Nan yang lelah karena bertarung masih mempertahankan postur tubuhnya dan berjalan ke arah kelima Perampok.
Nanggong Xuenli yang mengingat wajah tiga dari Perampok yang menyerang mereka mengepal tangan mencoba menahan emosinya yang sangat berbeda dengan Hua Nan yang sangat marah.
“Kurang ajar! Dasar tidak malu! Beraninya mereka melakukan hal tidak terpuji seperti ini!” gumam Hua Nan.
“Aku ingin sekali membunuh mereka semua! Tidak akan aku sisakan satupun yang hidup!” ucap Hua Nan mengangkat pedangnya.
“Tenanglah! Kita tidak boleh terpancing amarah!” balas Nanggong Xuenli menenangkan.
“Apa maksud ucapanmu? Kita tidak bisa membiarkan mereka bebas setelah melakukan ini kepada kita!” tegas Hua Nan.
Nanggong Xuenli yang tidak berniat membiarkan orang-orang dari Sekte Tao bebas setelah membuat Yan Duxing sekarat dan menjadikan Zhixia target.
“Aku tidak pernah mengatakan untuk membiarkan mereka tapi tidak dengan membunuh mereka!”
“Kematian adalah hukuman teringan untuk orang-orang berhati busuk seperti mereka!”
Hua Nan yang akhirnya setuju dengan ucapan Nanggong Xuenli melakukan seperti yang dikatakan padanya.
__ADS_1
Keduanya yang membuka topeng wajah kelima perampok tersebut memutuskan memasangnya kembali dan tak hanya itu, keduanay mengambil semua tas dan cincin penyimpanan mereka.
Keduanya juga membuat salah satu tangan kelimanya patah dan memberikan racun yang diberikan oleh Wu Sheng sebagai perlindungan.
“Hahaha.... Aku sangat tidak sabar ingin melihat wajah Yuan Lu memerah menahan amarah!” ucap Hua Nan.
“Mereka sangat pantas menerima hukuman ini!” tegas Nanggong Xuenli.
Keduanya yang sangat puas dengan pembalasan yang diberikan memutuskan untuk segera kembali.
“Kita pergi sekarang!”
“Baiklah!”
Sementara itu, Pertandingan yang terus berlangsung ternyata berhasil menyisihkan empat peserta terakhir dalam waktu singkat.
Master Zuge yang tak ingin menunda waktu langsung memberikan pengumuman untuk pertandingan di Babak Final.
“Pertandingan selanjutnya akan dilaksanakan di dua Arena Pertandingan secara bersamaan!”
“Arena Pertama akan menjadi Pertandingan antara Yuan Lu dari Sekte Tao dan Wu Sheng dari Sekte Langit!”
“Arena Kedua akan menjadi Pertandingan antara Pangeran Rong Yang dan Wei Li dari Sekte Murni!”
Wu Sheng yang akhirnya berhadapan dengan Yuan Lu tidak bisa menyembunyikan ekspresi wajahnya yang marah.
“Kau menjadikan semua Murid Sekte Langit yang berhadapan denganmu sebagai target dan samsak hidup!”
“Jadi apakah kau pikir, aku akan diam saja saat berhadapan denganmu?”
“Langkah Angin!”
“Tinju Kilatan Petir!”
“Tinju Raungan Serigala Kelabu!”
“Terima serangan terakhirku, Ledakan Suci Neraka!”
“Aaaarrgghhh! Uhuk! Uhuk!” teriak Yuan Lu sambil memuntahkan darah segar.
Yuan Lu yang terluka parah berusaha untuk bangkit dan terus bertahan lalu menyerang Wu Sheng dengan usaha terakhirnya.
“Sial! Aku tidak akan kalah disini! Aku harus melakukan apapun untuk dapat menang!”
Yuan Lu yang menggunakan jurus terlarang untuk meningkatkan kemampuannya beberapa tingkat dalam waktu singkat akhirnya berada di Tingkat Surgawi tahap Satu.
“Aku pasti akan menang!”
“Aaaarrggghhh! Menerobos!”
Semua orang yang terkejut dengan kemampuan Yuan Lu yang meningkat sangat cepat nyatanya tidak membuat Wu Sheng takut.
__ADS_1
“Lihatlah itu! Apakah Tuan Muda Yuan Lu benar-benar sedang menerobos sekarang?”
“Aku tidak tau tapi sepertinya begitu! Ini sungguh sangat menakjubkan!”
Yuan Lu yang merasakan kekuatan yang mengalir ke seluruh bagian tubuhnya dan membuat staminanya yang berkurang kembali pulih menjadi sangat senang.
“Ini adalah kekuatan! Kekuatan yang aku inginkan!”
“Tidak masalah dengan harganya karena yang terpenting adalah menghancurkan Wu Sheng hingga bernasib sama dengan temannya yang lain!”
Wu Sheng yang mendengar nama Yan Duxing disebutkan menjadi marah dan menyerang Yuan Lu kembali.
“Tinjuan Raungan Serigala Kelabu!” teriak Wu Sheng.
“Aku tidak akan diam saja! Pedang Laba-laba Langit!” balas Yuan Lu.
Kedua serangan yang sama kuatnya bertabrakan membuat kedunya mundur beberapa langkah tapi Wu Sheng yang telah memiliki tubuh Immortal tak merasakan efek apapun.
“Hmmm, kau tak akan pernah bisa menggores tubuhku dengan seranganmu jadi sekarang rasakan ini!”
“Ledakan Suci Neraka!”
“Api Pelahap! Lahap tubuhnya hingga menjadi abu!”
Yuan Lu yang terjebak setelah menghindari serangan pertama yang ternyata adalah pengalihan akhirnya terkena Api Pelahap milik Wu Sheng.
Api Pelahap yang dengan cepat menyebar ke seluruh tubuh Yuan Lu membuat seluruh kaki dan sebelah tangannya dimakan api.
“Aaaarrrgghhhh! Aaarrgghh! Aaarrgghh! Panas!”
“Tidak! A-Aku tidak mau mati! Aku menyerah! Aku menyerah!”
Master Zuge yang mendengar Yuan Lu menyerah sambil berguling-guling di Arena Pertandingan berharap Api milik Wu Sheng padam langsung menghentikan pertandingan.
“Pertandingan di Arena Pertama telah berakhir dan pemenangnya adalah Wu Sheng dari Sekte Langit!”
Semua orang bersorak-sorai bahagia menyambut kemenangan Wu Sheng tapi Master Dang yang menjadi Guru Perwakilan dari Sekte Tao tidak bisa memasang wajah bahagia.
“Yuan Lu!”
“Matikan apinya! Pertandingan telah selesai!”
Wu Sheng yang sebenarnya ingin membuat Yuan Lu mati terbakar dengan Api Pelahap memutuskan untuk menghentikan pergerakan Api Pelahap.
Api Pelahap yang perlahan berjalan menuju perut Yuan Lu berubah menjadi kecil lalu menghilang tanpa jejak.
“Yuan Lu! Apakah kau baik-baik saja?” teriak Master Dang.
Wu Sheng yang sangat puas dengan pembalasan yang diciptakannya untuk Yuan Lu pun kembali ke tempatnya.
‘Setelah ini kau akan hidup bagai di Neraka karena kau tak akan pernah bisa menggunakan tangan dan kakimu lagi!’
__ADS_1
#Bersambung#
Apakah hanya dengan membakar tubuhnya, Wu Sheng berhasil membalas dendam! Tebak di kolom komentar..