Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 114. Pergesekan


__ADS_3

Mo Sanlong yang terus memfokuskan dirinya mencari jejak Murid Sekte Langit merasa jika Dewa berada di pihaknya.


Mo Sanlong ternyata bertemu dengan Yan Duxing yang sedang bertarung melawan Burung Elang Raksasa yang sedang menjaga Pohon Buah Persik Emas.


Mo Sanlong yang tidak ingin menghabiskan tenaganya pun membiarkan Yan Duxing berusaha dan mengambil semuanya sambil bersembunyi di balik Pohon tak jauh dari tempat itu.


Sementara itu, Yan Duxing yang tidak ingin melepaskan kesempatan dan harta karun yang ada di depannya pun meminta bantuan Hewan Kontraknya untuk membantunya.


“Xon! Serang sayapnya dan aku akan menghabisinya dalam sekali serang!” teriak Yan Duxing memberikan petunjuk.


“Roooaarr!”


Xon yang merupakan Serigala Taring Panjang adalah Hewan Kontrak milik Yan Duxing menggantikan Hewan Kontrak Miliknya yang sebelumnya dibunuh oleh Mo Sanlong.


Xon yang mematuhi perkataan Yan Duxing pun melompat cukup tinggi hingga akhirnya berhasil mendarat di atas punggung Elang Raksasa.


Xon yang memiliki taring tajam yang panjang pun menggunakannya untuk menggigit sayap kiri dari Elang Raksasa.


Elang Raksasa yang merasa kesakitan pun kehilangan keseimbangannya lalu terjatuh dari ketinggian yang membuat Xon melompat menyelamatkan dirinya.


Yan Duxing yang melihat Elang Raksasa telah terjatuh sesuai dengan rencananya pun mengangkat pedangnya dan mengalirkan Energi Qi milinya lalu menebas kepala Elang Raksasa.


Kepala yang terlepas itu segera ditangkap oleh Xon lalu berlari ke arah Yan Duxing dan menyerahkannya.


“Terima kasih! Bagus sekali, Xon!” puji Yan Duxing sambil mengelus kepala Xon dengan sangat lembut.


Yan Duxing yang membutuhkan Inti Kristal berwarna Cyan untuk bisa maju ke Babak selanjutnya pun mencari Inti Kristal pada mayat Elang Raksasa.


“Aku berhasil! Aku menemukannya!” ujar Yan Duxing dengan wajah yang ceria.


Mo Sanlong yang melihat Yan Duxing mendapatkan Inti Kristal berwarna Cyan pun melemparkan beberapa pisau kecil ke arah Yan Duxing.


Yan Duxing yang merasakan bahaya pun melompat menjauh sehingga menyebabkan pisau-pisau kecil itu tertancap dalam ke pohon yang ada di belakangnya.


Yan Duxing yang mengetahui bahwa ada orang lain yang sedang mengincar harta karun miliknya pun menjadi waspada.


“Siapa kau? Tunjukkan wajahmu, Pengecut!” teriak Yan Duxing.


Mo Sanlong yang mendengar Yan Duxing menghinanya pun menunjukkan dirinya sambil tertawa dengan sangat keras dengan sikap yang cuek dan tatapan mata merendahkan yang membuat Yan Duxing terkejut saat melihat Mo Sanlong muncul di hadapannya.


“Pengecut? Hahaha.... Aku bukanlah pengecut! Aku hanyalah Pria yang bijak!”


“Ka-Kau...! Bagaimana bisa kau ada disini?”


“Kenapa aku tidak boleh ada disini? Tentu saja aku mengikuti Pertandingan ini dan aku datang untuk menghancurkan kalian semua!”

__ADS_1


Yan Duxing yang mendengar tujuan Mo Sanlong pun tertawa lantang dan meragukan kemampuan Mo Sanlong meskipun begitu Yan Duxing tidak menurunkan kewaspadaannya.


“Kau ingin menghancurkan kami? Siapa yang kau maksud? Pembohong dan Penghianat sepertimu tidak akan pernah bisa menang melawan Murid Sekte Langit!”


Mo Sanlong yang tidak bisa menerima penghinaan dari Yan Duxing pun menyerang Yan Duxing dengan semua kemampuannya.


“Kalau begitu bagaimana kalau kau tunjukkan kemampuanmu atau aku akan membunuh Hewan Kontrakmu yang baru seperti sebelumnya!”


Yan Duxing yang terpancing emosi pun maju menyerang Mo Sanlong dengan kekuatannya hingga pertarungan diantara keduanya pun tak dapat dihindari.


“Kali ini kau yang akan mati dan aku akan membalaskan kematian Hewan Kontrakku sebelumnya!” ujar Yan Duxing.


Yan Duxing yang sangat marah dengan pikiran menghancurkan Mo Sanlong dan membalaskan dendamnya pun terus menyerang tanpa henti.


“Badai Angin Kuat!” teriak Yan Duxing dengan angin yang sangat kuat mengarah ke arah Mo Sanlong.


Jurus Daun Berguguran!” balas Mo Sanlong yang menjadikan daun-daun yang ada di sekitarnya berputar di sekelilingnya lalu membalas serangan Yan Duxing.


“Api Awan Merah!” teriak Yan Duxing.


“Jurus Daun Berguguran!” ucap Mo Sanlong.


Namun serangan Yan Duxing ternyata tidak berhasil mengalahkan Mo Sanlong hingga akhirnya membuat Yan Duxing semakin kesal dan meminta bantuan Xon untuk membantunya.


“Xon!” teriak Yan Duxing.


Mo Sanlong yang tidak menjadikan Xon dan Yan Duxing sebagai musuh yang dapat diperhitungkan nyatanya berhasil memukul mundur Xon dengan satu kali pukulan.


“Tidak! Xon!” teriak Yan Duxing.


Yan Duxing yang melihat Xon terluka akibat serangan Mo Sanlong pun berlari ke arah Xon tapi Mo Sanlong yang tidak mengizinkan itu pun menyerang Yan Duxing kembali.


“Mau kemana kau? Jangan pernah mengalihkan pandanganmu dari musuhmu!” teriak Mo Sanlong dengan senyum licik.


“Jurus Daun Berguguran!”


Yan Duxing yang tidak siap bereaksi dengan serangan mendadak dari Mo Sanlong pun terkena jurus hingga akhirnya terkena sayatan daun tajam milik Mo Sanlong.


“Aaaarrrggghhh!”


Di saat bersamaan, Wu Sheng yang berada tak jauh dari tempat pertarungan ternyata telah berhasil membunuh lima Hewan Buas dan berhasil mendapatkan tiga Inti Kristal Cyan.


“Ini adalah cara yang lambat! Sepertinya aku harus pergi ke sarang Hewan Buas dan melakukan pembantaian!” gumam Wu Sheng dengan wajah kecewa.


Tiba-tiba Burung Kecil yang dikenali Wu Sheng muncul dan membuat Wu Sheng menyipitkan matanya curiga.

__ADS_1


“Apakah kau adalah Hewan yang telah dijinakkan oleh Saudara Yan?”


“Hmmm, kau hanya diam dan bertengger di jariku jadi aku anggap jawabannya adalah benar!”


“Kau pasti mengetahui keberadaan Saudara Yan jadi tunjukkan jalannya padaku!”


Wu Sheng yang berlari mengikuti Burung kecil itu pun mendengar suara pertarungan dari jauh sehingga membuat Wu Sheng mempercepat langkahnya.


“Langkah Angin!”


Sementara itu, Mo Sanlong yang sangat bahagia melihat Yan Duxing terluka parah dan Xon terbaring di tanah tanpa pergerakan pun melanjutkan serangannya.


“Aku telah bersumpah akan membunuh semua Murid Sekte Langit yang mengikuti Pertandingan ini!”


“Dan aku akan memenuhi sumpahku itu untuk ketenangan Guru dan Klanku!”


“Maka darah dan nyawamu akan menjadi bukti bahwa aku telah berhasil membalaskan dendamku!”


“Terima serangan terakhirku! Telapak Kabut Ungu!” teriak Mo Sanlong sambil mengerahkan semua Energinya ke telapak tangannya.


Yan Duxing yang terluka dan kehabisan energi Qi miliknya menyadari bahwa dirinya tidak akan bisa menahan serangan itu hingga akhirnya membuat Yan Duxing memilih menyerah.


“Sial! Kenapa aku harus berakhir disini?”


“Saudar Wu, maafkan aku! Tolong balaskan dendamku!”


Yan Duxing yang menutup matanya berharap rasa sakit itu sangat cepat nyatanya setelah beberapa menit berlalu tidak kunjung datang.


“Kenapa tidak terasa apapun? Apa yang terjadi?”


Yan Duxing yang penasaran pun membuka matanya dan melihat sosok yang sangat dikenalinya sedang melindunginya.


“Sa-Saudara Wu!” teriak Yan Duxing dengan wajah terkejut dan bahagia di saat bersamaan.


Wu Sheng yang datang tepat pada waktunya ternyata menggunakan Formasi tingkat Dua untuk melindungi dirinya dan Yan Duxing.


“Apa kau baik-baik saja Saudara Yan?” tanya Wu Sheng sambil melirik ke belakang.


“Hanya terkilir sedikit! Tidak ada yang perlu dikhawatirkan!” ucap Yan Duxing dengan senyum lebar.


“Bagus! Kalau begitu serahkan yang disini padaku!” ucap Wu Sheng yang mengalihkan pandangannya pada Mo Sanlong.


Mo Sanlong yang tidak menyangka jika Wu Sheng akan datang tepat waktu saat dirinya hampir berhasil melenyapkan Yan Duxing pun menjadi kesal.


“Wu Sheng! B*jingan! Aku pasti akan membunuhmu!”

__ADS_1


#Bersambung#


Apakah Mo Sanlong berhasil mengalahkan Wu Sheng kali ini? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...


__ADS_2