Martial Art Heaven Peak

Martial Art Heaven Peak
BAB 83. Kekalahan Mo Sanlang


__ADS_3

Wu Sheng yang mencoba menahan serangan Wu Sheng dengan Formasi Level Satu tidak menyangka jika serangan itu cukup kuat untuk menghancurkan Formasi miliknya.


“Arrgghh! Hah!” ucap Wu Sheng dengan suara yang keras sambil bergerak mundur beberapa langkah karena efek dari Formasi yang hancur sambil menarik nafas yang panjang.


“Hmmm, serangan kali ini ternyata lebih kuat dari sebelumnya tapi apakah ini serangan terkuat yang kau miliki?” sindir Wu Sheng dengan senyum kecil di sudut bibirnya.


“Sialan! Kau pikir kau akan bisa bersikap sombong seperti itu selamanya!” ucap Mo Sanlang dengan tatapan mata yang tajam.


“Kenapa? Apa hanya kau yang boleh bersikap sombong pada orang lain?” ucap Wu Sheng sambil tertawa kecil.


Mo Sanlang yang tidak terima akan ucapan Wu Sheng pun mengeluarkan jurus yang sama dengan kekuatan yang penuh sekali lagi.


Namun serangan itu ternyata tidak berhasil menghentikan Wu Sheng. Wu Sheng yang tau jika Formasi Level Satu tak akan mampu menahan serangan itu maka Wu Sheng memutuskan untuk membuat Formasi Level Dua.


“Formasi Level Dua, Formasi Perisai Angin Emas!” ucap Wu Sheng yang dengan cepat membuat angin yang ada di sekitar Wu Sheng berkumpul dan membentuk sebuah perisai dan memadat menjadi warna emas.


Meskipun Formasi yang dibuat Wu Sheng belum sempurna tapi Formasi itu bisa dikatakan berhasil yang menjadikan Wu Sheng Master Formasi Level Dua dalam waktu singkat.


Orang-orang yang melihat semua yang dilakukan Wu Sheng menjadi sangat terkejut dan kagum di saat bersamaan.


Yan Duxing yang menonton pertandingan dari awal menjadi semakin bersemangat karena harapan dan doanya akan kemenangan Wu Sheng dapat terwujud.


“Saudara Wu! Kau keren sekali!” teriak Yan Duxing dengan suara yang lantang dengan wajah yang sangat bahagia.


“Serang dia dan hancurkan orang sombong itu! Buat dia berlutut dan bersujud meminta maaf atas kematian Xon!” ucap Yan Duxing tanpa rasa takut.


Wu Sheng yang mendengar perkataan Yan Duxing sambil berlindung di belakang Formasi yang dibuatnya menjadi lebih semangat.


“Jangan khawatir Saudara Yan! Aku akan membuatnya membayar atas perbuatannya!” ucap Wu Sheng dengan tekad yang kuat.


Mo Sanlang yang kesal karena Yan Duxing mengingatkannya akan taruhan yang dibuatnya pun menjadi sangat marah sehingga tanpa pikir panjang mencoba menyerang Wu Sheng kembali.


Namun serangan itu tidak bisa terjadi karena Wu Sheng telah memulai serangan lebih dulu dan menyebabkan Mo Sanlang di posisi bertahan.


“Waktumu untuk menyerang telah berakhir! Sekarang adalah giliranku untuk menghajarmu!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang berubah Serius.


Wu Sheng yang memahami akan kekuatan yang dimilikinya dengan sangat baik sangat ingin mengeluarkan semua yang dimilikinya dan menunjukkan kepada semua orang untuk tidak memandang rendah orang lain.

__ADS_1


“Tebasan Dewa!” ucap Wu Sheng yang mengeluarkan Pedang Wu dari sarungnya dan mengalirkan Energi Qi ujung Pedang hingga saat pedang digerakkan Energi berwarna Hijau keluar mengarah ke arah Mo Sanlang.


“Telapak Naga! Tinju Naga!” ucap Mo Sanlang yang dengan cepat mengeluarkan jurus lain miliknya untuk menahan serangan Wu Sheng dan menyerang di saat bersamaan.


“Kau tidak akan bisa menang melawanku! Kau Kekuatanmu masih berada di bawahku!” ucap Wu Sheng dengan ekspresi wajah yang percaya diri.


Wu Sheng yang tidak takut ataupun gentar dengan serangan Mo Sanlang tanpa ragu mengaktifkan kembali Formasi Level Dua dan menghentikan serangan Mo Sanlang.


Mo Sanlang yang memiliki harga diri yang tinggi karena tidak ingin kalah pun menggunakan jurus yang belum sempurna dikuasainya.


Mo Sanlang yang berhenti bergerak lalu memejamkan matanya seolah sedang merapalkan mantra menyebabkan beberapa tulisan muncul di atas kepada Mo Sanlang yang berubah membentuk sebuah Pedang yang sangat besar dari kumpul Energi Qi berwarna ungu.


Tetua Ming yang tidak jauh dari Arena Pertandingan sangat mengenal jurus yang sedang dikeluarkan oleh Mo Sanlang pun membuat Wu Sheng menyadari yang sedang dilakukan Mo Sanlang.


“Itu adalah jurus yang dimiliki oleh Tetua Hu, Jurus Level Surgawi, tapi sayang sepertinya belum sempurna dikuasai!” ucap Tetua Ming yang dapat didengar oleh Wu Sheng dengan jelas.


“Mantra Pembelah Langit!” teriak Mo Sanlang dengan sangat keras dan dengan cepat pedang besar yang telah terbentu bergerak menyerang Wu Sheng.


Wu Sheng yang tak tau apakah Formasi yang belum sempurna dikuasainya bisa berhasil menahan serangan tapi Wu Sheng terus mencoba.


Wu Sheng yang tau jika Formasinya tidak akan bisa bertahan lama dari serangan itu pun bergerak mundur dengan sangat cepat lalu melemparkan pisau kecil beracun yang disembunyikannya.


Tepat saat Perisai itu hancur, pisau yang dilempar Wu Sheng pun berhasil dihindari oleh Mo Sanlang yang menyebabkan Wu Sheng memiliki waktu untuk menyerang balik.


“Jangan lupa jika aku tidak hanya Seorang Kultivator dan Master Formasi tapi juga Master Alkemia!” ucap Wu Sheng yang melompat ke atas dengan pandangan mata menatap tajam ke bawah ke arah Mo Sanlang.


Wu Sheng yang mengeluarkan Api Pelahap yang jarang dipakainya dalam pertarungan dan biasanya hanya dikeluarkan saat membuat Alkemia pun mengarahkan Api Pelahap tersebut ke arah Wu Sheng.


Mo Sanlang yang melihat Api yang sangat berbeda dengan yang biasanya dimiliki oleh Master Alkemia tetap percaya akan kemampuannya.


“Api kecilmu itu tidak akan bisa membakarku! Justru kau yang akan hancur karena seranganku!” ucap Mo Sanlang yang dengan cepat mengarahkan Pedang Energinya ke arah Wu Sheng.


Wu Sheng yang telah membuat Api sebesar tiga kali kepalan tangan pun melemparkan Api tersebut ke serangan milik Mo Sanlang.


Api Pelahap yang merupakan Api terkuat di Daratan Yuan yang dapat melahap apapun yang ada di depannya dapat dengan mudah menghancurkan serangan Mo Sanlang.


Pedang Energi yang terlihat sangat kuat dan kokoh itu pun retak dan hancur lalu berbakar oleh Api Pelahap.

__ADS_1


“Apa? Tidak mungkin!” teriak Mo Sanlang dengan ekspresi wajah yang tidak percaya dengan mata yang terbuka lebar.


Wu Sheng yang tidak berhenti di sana saja pun mengeluarkan Api Pelahap kedua dan melemparnya ke arah Mo Sanlang.


Tetua Hu yang merasakan bahaya pada Mo Sanlang dengan cepat memberikan perangitan yang dengan cepat menyadarkan Mo Sanlang.


Mo Sanlang yang bergerak cepat menghindari bola Api Pelahap dari Wu Sheng ternyata tidak bisa menghindar sepenuhnya hingga menyebabkan Api Pelahap menyentuh kaki Mo Sanlang.


Api Pelahap yang menemukan targetnya dengan cepat membakar kaki Mo Sanlang dan membuatnya berteriak kesakitan.


Tetua Hu yang mengetahui Api yang dimiliki Wu Sheng dengan cepat berdiri dari tempatnya duduk lalu berdiri di atas Arena Pertandingan.


“Hentikan Pertandingan ini! Tarik kembali Api yang kau keluarkan!” ucap Tetua Hu dengan suara yang lantang dengan nada memerintah.


Wu Sheng yang melihat Tetua Hu dengan cepat berdiri untuk melindungi Muridnya membuat Wu Sheng kehilangan simpatinya.


Wu Sheng yang tidak takut pada Tetua Hu karena dirinya yakin Tetua Dong akan melindunginya pun hanya berdiri di tempatnya dan tidka melakukan apapun.


Tetua Hu yang kesal hanya bisa menggretakkan giginya kuat lalu mengepalkan tangannya erat menahan amarahnya lalu merobek pakaian Mo Sanlang.


Pakaian yang terkena Api Pelahap dengan cepat dibuang menjauh dan menunjukkan Kaki Mo Sanlang yang telah terbakar sangat parah hingga berubah warna menjadi hitam.


“Beraninya kau! Beraninya Seorang Murid Dalam membuat Muridku menjadi seperti ini!” ucap Tetua Hu dengan wajah yang marah dan tatapan mata yang tajam saat melihat Mo Sanlang jatuh pingsan karena kehabisan Energi untuk melindungi kakinya agar tidak terluka lebih parah.


Wu Sheng yang tidak merasa bersalah sama sekali dengan cepat membela dirinya yang membuat Tetua Hu memperjelas kebenciannya.


“Kenapa jika aku Murid Dalam? Ini adalah Pertandingan yang resmi. Di dalam sebuah Pertandingan kalah ataupun menang, selamat ataupun sakit, bukankah itu hal biasa terjadi?” sindir Wu Sheng dengan suara yang tegas dan percaya diri.


“Jika aku mengalah dalam Pertandingan ini karena dia adalah Murid Inti dari Tetua Sekte, bukankah itu sangat tidak adil?” ucap Wu Sheng lagi yang melangkah satu langkah ke depan.


“Muridmu terluka karena dia lemah! Apakah itu salahku jika dia lebih lemah dariku dan aku lebih kuat darinya?” ucap Wu Sheng dengan kepala terangkat ke atas.


“Sombong sekali! Kau hanyalah Seorang Murid dan kau berani menjawab perkataanku yang Seorang Tetua!” ucap Tetua Hu yang dengan cepat mengalirkan Energi ke telapak tangannya dan bersiap menyerang Wu Sheng.


#Bersambung#


Apakah Wu Sheng akan terkena serangan Tetua Hu? Apakah Wu Sheng akan berhasil bertahan? Bagaimana hasil dari Taruhan yang telah dibuat? Tebak jawabannya di kolom komentar ya...

__ADS_1


__ADS_2